Foto: TB Zulmi Alfiandani (Kiri) dan Adi Juardi (Kanan) saat foto bersama menerima penghargaan  

Bogor, (13/10) -  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar acara Malam Final Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten (Mokakab) Bogor 2018 di Gedung Hotel Lorin Sentul pada Sabtu malam, (13/10).

Dihadiri oleh ratusan masyarakat yang mendukung ke-15 pasang finalis Moka Kabupaten Bogor, acara tersebut berlangsung sangat meriah. Beragam alat peraga kampanye turut digunakan oleh para pendukung finalis Mokakab Bogor guna semakin menyemarakkan suasana.

Sejumlah 2 mahasiswa Universitas Djuanda (Unida) Bogor, Adi Juardi dan Tb Zulmi Alfiandani menjadi alasan riuhnya mahasiswa Unida yang datang berbondong untuk mendukung kedua mahasiswa yang menjadi finalis Pasanggiri Mokakab Bogor.

Salah satu pendukung keduanya, Nisya, berpendapat bahwa dengan adanya acara ini, anak muda di Bogor dapat mengekspresikan kemampuan yang mereka miliki, mendapatkan pelajaran yang lebih, dan melatih diri serta mental untuk lebih percaya diri.

"Anak muda jadi mendapatkan tempat untuk bisa mengembangkan kemampuan yang mereka miliki, pun menambah kemampuannya. Pelatihan mentalnya juga dapat membuat lebih percaya diri peserta dan memotivasi anak muda yg lain untuk ikut serta tahun depan." Tutur Nisya.

Dari sekian ratus pendaftar yang disaring menjadi 15 pasang, kedua mahasiswa Unida tersebut mendapatkan prestasi yakni Adi yang menduduki gelar Jajaka wakil I dan Zulmi pada gelar Jajaka Intelegensia.

Adi mengaku bahwa bukan hal mudah untuk meraih predikat tersebut, karena harus melalui berbagai tahap mulai dari administrasi, sejumlah tes, kegiatan-kegiatan selama karantina, dan menjawab pertanyaan dari para dewan juri. Namun semua itu terbayarkan ketika selempang dan tropi diberikan kepadanya.

 “Saya mendapatkan juara ini bukan berarti saya lebih baik dari teman-teman, saya banyak belajar dari teman-teman juga. Perasaan gak nyangka, seneng, sedih, semua bercampur. Di setiap kompetisi pasti ada saja yang mengharapkan menang jadi juara, tapi saya pribadi kemarin tidak ada pikiran untuk menang. Namun berkat usaha yang insyaallah sudah maksimal, maka saya dapat memberikan yang terbaik untuk semua yang sudah mendukung." Ujar Adi saat diwawancarai.

Pasca penobatan, mahasiswa pascasarjana Unida Bogor ini akan mendapati tugas mempromosikan tempat pariwisata dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Bogor pada tingkat regional dan nasional, mendukung visi misi Kabupaten Bogor, dan membawa nama Kabupaten Bogor di Jawa Barat.

"Pesan saya kenapa mahasiswa Unida harus ikut pasanggiri Mokakab Bogor. Karena dapat membawa nama baik dari almamater kita sendiri, Unida, pun dikenal masyarakat. Baik untuk pribadi masing-masing, kampus, juga membawa nama baik keluarga." Sambung Adi.

Perasaan yang sama juga dituturkan Zulmi, jajaka berusia 20 tahun itu mengaku Mokakab Bogor ini merupakan ajang perdana yang ia ikuti, bahkan tak pernah menyangka dapat mendapatkan prestasi tersebut.

“Masuk 6 besar pun gak pernah nyangka. Saya juga gak ada mimpi apa-apa, gak ada niatan untuk ikut pasanggiri Mokakab Bogor. Tapi berkat dipaksa untuk ikut oleh dosen dan teman-teman di kelas, saya jadi mau mencoba mengikuti pasanggiri Mokakab Bogor ini, saya juga berpikir ini adalah sebuah kesempatan sekali seumur hidup. Maka pesan saya, kita hanya perlu mencoba karena kita generasi penerus bangsa. Jangan ragu mencoba hal-hal baru, hal-hal yg lebih luas lagi. Berkat dukungan dosen dan teman-teman juga, saya jadi termotivasi dan akhirnya saya jalani. Hingga alhamdulilah saya mendapat gelar Jajaka Intelegensi Mokakab Bogor 2018  ini." Ujar Zulmi.

Menurut mahasiswa semester 5 Unida tersebut, selempang yang tersemat di bahunya hanyalah sebuah simbolis. Yang terpenting dari ajang ini, adalah bagaimana menjalankan tugas dan amanah dengan sepenuh hati ke depannya.

“Memajukan Kabupaten Bogor dengan ciri khasnya, dengan potensi wisatanya, serta kebudayaannya yang sudah lama tertanam. Semoga kita bisa,” pungkasnya.

Selain itu, finalis lain diantaranya Muhammad Fernanda Gunawan dan Tanti Nur  yang berhasil mendapatkan gelar pinilih berpendapat bahwa Adi dan Zulmi adalah orang hebat yang bisa mengaplikasikan banyak hal untuk semuanya.

"Adi dan Zulmi adalah rekan saya, dia lebih hebat dari saya karena bisa menunjukan semua hal kepada kita. Semoga kita bisa bekerja sama untuk Kabupaten bogor yang lebih baik ini." Tutur Fernanda.

Bupati kabupaten Bogor, Nurhayanti, juga turut mengapresiasi hajat yang digelar Disbudpar ini. Sebab di dalamnya ada duta wisata dan duta anti narkoba. Beliau mengaku, khusus untuk duta wisata sangat sejalan dengan kegiatan yang ingin dicapai pemerintah daerah, yakni meningkatkan kunjungan pariwisata di Kabupaten Bogor oleh masyarakat Indonesia.

“Tentunya ini adalah upaya-upaya untuk mempromosikan pariwisata di Kabupaten Bogor. Selain itu, budaya sunda juga perlu dilestarikan. Melalui upaya ini, dapat sekaligus menjadi ajang mempertahankan budaya Sunda kita,” tutur Nurhayanti. (LSP)