MegapolitanNews.com, Bogor – “Physical distancing” Menjadi kata yang Popular akhir akhir ini. Tidak hanya di Indonesia akan tetapi di negara lain.
Physical distancing atau pembatasan jarak fisik adalah upaya yang dilakukan untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran infeksi virus Corona (Covid-19), Minggu (05/4/2020).

pemerintah Indonesia, sebagai salah satu negara yang terkena wabah virus corona. Memutuskan kebijakan untuk menjaga jarak antar manusia lebih cocok dilakukan, yakni menerapkan physical distancing.

Namun sayangnya, praktik di lapangan
masyarakat seakan acuh, dengan kebijakan ini dan tidak menghiraukan bahayanya covid-19.

Lalu, mengapa physical distancing sulit dilakukan? Menurut Ahli sosiologi
Agustina M.purnomo, SP., M.Si mengatakan, dari sisi sosiologis, mengapa orang masih belum sepenuhnya melakukan physical distancing terutama dalam kasus pedagang dan pembeli, karena faktor kurang peduli atau apatis.

Jika diamati, perilaku menjaga jarak fisik lebih diterapkan oleh masyarakat dengan pendidikan dan tingkat ekonomi lebih tinggi, dan lebih sulit diterapkan di masyarakat dengan tingkat ekonomi atau pendidikan lebih rendah,” paparnya.

Mengapa? Menurut Oscar Lewis kemiskinan membangun budayanya sendiri, budaya apatis, tidak memiliki harapan akan kehidupan yang lebih baik sehingga cukup berpuas diri dengan kehidupannya saat ini. Ini diduga menjadi penyebab mengapa pedagang di pasar tidak terlampau memperdulikan bahaya penyebaran covid-19.

Pendapat lain juga bisa jadi disebabkan oleh faktor keyakinan. Nilai yang dianut oleh masyarakat. Menganggap sakit telah ditetapkan. Sehingga usaha maksimal untuk menghindari penyakit tidak dilakukan

Kedua hal ini jika digabungkan dapat menjelaskan mengapa physical distancing, lebih banyak dilakukan oleh kelompok menengah ke atas dibandingkan dengan kelompok menengah ke bawah. Kelompok menengah ke atas mungkin memiliki keyakinan yang sama, namun karena memiliki budaya untuk berusaha dan memandang optimis kehidupan, maka dia melakukan upaya optimal, salah satunya dengan menjaga jarak fisik.

Hal ini diduga akan sama dengan upaya lain seperti mencuci tangan, memakai masker atau melakukan pola hidup sehat untuk menaikkan imun tubuh,” ungkapnya.

Agustina Multi Purnomo, S.P., M.Si.

(Anggota Dewan Pendidikan Kota Bogor, Puspaga Kota Bogor, Kahmi Bogor, dan Dosen Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor)

Sumber : http://megapolitannews.com/2020/04/05/mengapa-physical-distancing-sulit-dilakukan/