Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Djuanda Bogor selenggarakan Webinar Pemutakhiran Data Profile Author SINTA (20/01). Kegiatan Webinar ini diisi oleh pemateri pertama yaitu Megan Asri Humaira, S.S., M.Hum. dan pemateri kedua yaitu Dr. Rasmitadila, S.T., M.Pd. dan dihadiri oleh Rektor UNIDA Bogor, Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si. beserta jajaran dan diikuti oleh seluruh dosen UNIDA Bogor.

Rektor UNIDA Bogor, Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si. dalam pemaparan sambutannya menyatakan bahwa sangat diperlukan pemutakhiran data karena akan update data dan diharapkan hasilnya diharapkan bisa meningkatkan jumlah publikasi dan visitasi serta HKI UNIDA Bogor.

“Saya ucapkan selamat kepada FKIP karena FKIP mendapatkan nilai yang paling tinggi. Semua data akan dievaluasi agar capaian nantinya sesuai target yang diinginkan. Karena agenda UNIDA sekarang adalah menulis karena jika ingin mengenal dunia maka membacalah dan jika ingin dikenal dunia maka menulislah. Saya ucapkan terima kasih kepada DRPM yang sudah mengadakan acara webinar ini,” ungkap Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si.

Direktur DRPM, Dra. Ginung Pratidina, M.Si. dalam pemaparan sambutan dan laporannya mengungkapkan bahwa peringkat SINTA UNIDA ke 120 dari 5.078 afiliasi yang terdaftar di SINTA pertanggal 19 Januari 2021. Total jumlah Scopus UNIDA Bogor yaitu berjumlah 254, Google Scholar yaitu 3301, WOS yaitu 34, Buku yaitu 71 dan HKI berjumlah 259.

“Pemutakhiran data sangat diperlukan, kenapa SINTA? Karena tujuan SINTA adalah memperoleh pendataan dengan baik berapa sebetulnya karya ilmiah dosen yang telah diproduksi oleh masing-masing kampus maupun lembaga peneliti lain di Indonesia,” ungkapnya.

Megan Asri Humaira, S.S., M.Hum. dalam pemaparan materinya menyampaikan tentang pemutakhiran data SINTA.

“Sangat penting untuk pemutakhiran data masing-masing dosen karena akan sangat berpengaruh terhadap peringkat SINTA nantinya. Adapun SINTA bagi dosen dan Institusi yaitu sebagai sumber data akreditasi prodi ataupun institusi, sebagai syarat pengajuan hibah penelitian atau pengabdian serta sebagai penghitungan jumlah karya ilmiah institusi.

Dr. Rasmitadila, S.T., M.Pd. dalam pemaparan materinya menyatakan Publons dan orchid itu aplikasi seperti media sosial seperti instagram, facebook, twitter tetapi untuk para penulis dan untuk melihat sejauh mana dampak tulisan kita serta tempat berkumpulnya reviewer-reviewer dunia dan tempat untuk menjual tulisan kita.

“Publons seperti halnya Orchid jadi Publon itu aplikasi yang dimiliki oleh Web of Science, Web of Science dimiliki oleh Clarivate sedangkan Orchid miliki oleh. Kaitannya dengan SINTA, supaya kita mendaftar Publons, kalau di Orchid atau Scopus itu kita bisa melihat berapa banyak paper yang bisa kita lihat, dan kalau Publons semua paper yang terindeks oleh WOS akan muncul di Publons. Dan di Indonesia juga memiliki medsos bagi para penulis seperti Publons dan Orchid yaitu Garuda.