Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubator Bisnis (DPUIB) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Webinar Kewirausahaan Seri 5 yang bertajuk “Memadukan Inovasi dalam Menjawab Tantangan Kompetensi Bisnis” diselenggarakan secara virtual menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings (7/8). Webinar ini diisi oleh Ketua Umum Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI), Dr. Bambang Widjojanto, SH., M.Sc. sebagai Welcome Remark, Wakil Rektor III UNIDA Bogor, Ir. Himmatul Miftah, M.Si, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor sekaligus Alumni UNIDA Bogor, Sintya DEC Checawati, SH, Direktur Kampus Umar Usman, Lily Zulaeha, SP., MP.

Ketua Umum Yayasan PSPIAI, Dr. Bambang Widjojanto, M.Sc. dalam sambutannya menyatakan bahwa webinar kali ini diselenggarakan secara daring karena situasi masih pandemi dan tentunya acara seperti ini sangat penting dikarenakan dapat menumbuhkan dan memajukan inovasi dalam menjawab tantangan bisnis dan UNIDA Bogor berelasi dan ikut serta dalam pengembangan kewirausahaan dikarenakan UNIDA Bogor memiliki tujuan untuk menjadi entrepreneurial university. Di Indonesia jumlah wirausaha 3,4 % dari jumlah penduduk Indonesia dan masih harus dikembangkan dikarenakan jumlah presentase negara lain sudah tinggi dan dengan kegiatan webinar ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terkait dengan kegiatan webinar kali ini dan selamat kepada para peserta untuk mengikuti webinar yang sangat bermanfaat ini. UNIDA Bogor selalu berupaya mengembangkan kewirausahaan dengan banyak menjalankan kegiatan-kegiatan kewirausahaan. Pengembangan kewirausahaan sangat perlu dilakukan terutama oleh universitas dikarenakan kesuksesan sebuah universitas adalah berapa jumlah lulusan yang menjadi pengusaha bukan hanya lulusan yang bekerja,” ungkap Dr. Bambang Widjojanto, M.Sc. 

Ketua pelaksana Webinar Kewirausahaan Seri 5, Danu Suryani, S.Sos., MH. dalam sambutannya menyatakan bahwa sesuai tema bahwa webinar kali ini akan memadukan inovasi dalam menjawab tantangan kompetensi bisnis pada saat ini dan tentunya untuk memajukan kewirausahaan Indonesia khususnya UNIDA Bogor.

“Webinar ini diisi oleh pakar dari kewirausahaan sehingga webinar ini akan memberikan banyak manfaat yang luar biasa terutama dalam memajukan kewirausahaan di Indonesia terutama UNIDA Bogor.  Kegiatan ini diikuti oleh 242 peserta yang terdiri dari mahasiswa UNIDA Bogor dan universitas lainnya, alumni UNIDA Bogor, dosen dan UMKM. Terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang terkait dengan webinar kali ini dan selamat mengikuti webinar kewirausahaan seri 5 bagi para peserta,” tutur Danu Suryani, S.Sos., MH. 

Direktur Kampus Umar Usman, Lily Zulaeha, SP., MP. dalam pemaparannya menyatakan bahwa entrepreneur dapat diartikan bahwa seseorang yang menerapkan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan. Ada beberapa hal penting yang dibutuhkan entrepreneur diataranya mengelola dan mengembangkan skill dan motivasi untuk selalu produktif dan inovatif, adapun yang dimaksud entreprenur mindset adalah mindset yang berorientasi pada hal baru, berorientasi pada aksi, mempu membaca dan mengambil peluang dan pandai bersosialisasi dan membangun jaringan.

“Cara menumbuhkan entrepreneur mindset tentu tidak secara praktik dan langsung perlu adanya kebiasaan dan pengembangan, adapun cara untuk menumbuhkan entrepreneur mindset diantaranya dengan terkait lingkungan yang dimana lingkungan berperan penting tentunya dalam membangun entreprenur mindset yang apakah lingkungan tersebut mendukung atau tidak. Untuk menumbuhkan entreprenur mindset juga diperlukan networking atau jaringan. Kebiasan membaca juga dapat menumbuhkan entrepreneur mindset serta tentunya belajar dari para pengusaha sukses yang sangat membantu dalam proses menumbuhkan entrepreneur mindset. Dengan entrepreneur mindset tentun banyak lahir inovasi dari generasi muda di Indonesia seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak dan Sayurbox,” tutur Lily Zulaeha, SP., MP.

Wakil Rektor III UNIDA Bogor, Ir. Himmatul Miftah, M.Si. dalam pemaparan materinya menyatakan bahwa UNIDA Bogor menuju entrepreneurial university yang dimana universitas yang mengedepankan dan mengutamakan entrepreneur sehingga dapat mencetak lulusan yang berjiwa entrepreneur yang mampu membuat banyak lapangan pekerjaan dan tidak hanya mencari pekerjaan, sehingga manfaatnya akan sangat dirasakan oleh masyarakat. Pada roadmapnya UNIDA Bogor pada tahun 2021-2020 berbentuk Teaching University yang termasuk pada tahap transformasi, pada 2021 sampai 2025 tahap pemantapan, tahun 2026-2030 tahap Research University secara nasional, pada tahun 2031-2025 tahap Research University secara internasional, pada tahun 2036-2040 tahap Entrepreneur University secara nasional dan pada tahun 2041-2045 menjadi Entrepreneur University secara internasional. Tentu dengan tujuan tersebut maka pada saat ini UNIDA Bogor banyak melaksanakan program-program untuk mencapai tujuan tersebut diantaranya dengan webinar kewirausahaan seperti ini.

Entrepreneurial University dapat didefinisikan sebagai kampus yang berperan dalam menghasilkan gagasan, tindakan, lulusan, dam institusi wirausaha atau bisnis menjadi cikal bakal beriwirausaha. Entrepreneurial University juga berperan lebih konkrit setelah berhasil mencetak paten dan hak cipta dari berbagai macam produk. salah satu dari Entrepreneurial University adalah memiliki pusat bisnis atau pusat wirausaha yang berperan secara aktif dalam peningkatan semangat wirausaha melaui riset, pendidikan, pengajaran, pengetahuan, dan berbagai aktivitas pertukaran ilmu lainnya dalam domain wirausaha,” ungkap Ir. Himmatul Miftah, M.Si.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor sekaligus Alumni UNIDA Bogor, Sintya DEC Checawati, SH dalam pemaparannya menayatakan bahwa tantangan di era revolusi industri 4.0. diantaranya adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yeng tentunya SDM menjadi faktor penting dalam era Revolusi Industri 4.0, kedua yaitu tantangan kuantitas SDM serta tantangan lokasi di Indonesia yang luas dan berpisah-pisah antar pulau. Dalam memecahkan masalah saat ini perlunya inovasi dalam segala hal terutama dalam dunia bisnis atau wirausaha, dan seorang entrepreneur harus selalu mengedepankan inovasi, inovasi dapat diartikan pemasukan atau pengenalan hal-hal baru atau pembaharuan. Pengertian dari inovasi lainnya adalah usaha yang dilakukan oleh seseorang dengan mendayagunakan pemikiran, kemampuan imajinasi, berbagai stimulan dan individu yang mengelilinginya. Selain inovasi diperlukan juga kretivitas yang dapat diartikan usaha memikirkan sesuatu atau kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu  yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

“Dalam pandemi COVID-19 ini tentu sangat diperlukan inovasi dan kreativitas agar terus berkembang dan maju sehingga dapat melewati masa sulit pandemi ini. Banyak para pengusaha yang tutup usahanya dikarenakan tidak berjalannya usahanya terutama dalam usaha pariwisata yang sangat dirasakan dampak dari pandemi, dengan kreativitas dan inovasi tentu pengusaha dapat bertahan dan terus berkembang seperti pengusaha toko kue lapis talas tetap bekembang dikarenakan ciri khasnya dan inovasi serta kreativitasnya sehingga dapat tetap berkembang di pandemi COVID-19 dan persaingan antar pengusaha kue. Arti pentingnya inovasi tentunya dapat bertahan di persaingan yang ketat, dapat selalu memenuhi kebutuhan konsumen dan berjangka panjang dalam usahanya. Dengan alasan itu semua maka inovasi dan kreativitas sangat diperlukan dan entrepreneur harus selalu meningkatkan dan mengembangkan ide-ide yang inovatif dan kreatif,” ungkap Sintya DEC Checawati, SH.