Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Peringatan Nuzulul Quran 1442 H dan Santunan Anak Yatim yang bertajuk Memperkokoh Karakter Insan UNIDA dan Sikap Berbagi  Berbasis Al-Quran. Kegiatan tersebut diselenggarakan di lingkungan UNIDA Bogor dan digelar secara luring dan daring menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings (29/04).  Peringatan tersebut dihadiri oleh Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH. beserta jajaran, Rektor UNIDA Bogor, Dr. Ir. Dede Kardaya, M. Si. beserta jajaran dan tausiyah diisi oleh Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fachrur Razi Amir, S.Ag., M.Ag.

Rektor UNIDA Bogor, Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si. dalam pemaparan sambutannya menyatakan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an dan Santunan Anak Yatim merupakan kegiatan tahunan dan merupakan agenda rutin yang dipertahanankan oleh UNIDA Bogor dan dengan kegiatan positif seperti ini setiap tahunnya membawa kebaikan dan berkah.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang semoga UNIDA Bogor selalu istiqomah dalam melaksanakan kegiatan ini terutama di bulan penuh keberkahan ini. Semoga dengan santunan anak yatim ini memberikan manfaat, berkah dan kebaikan bagi kita semua. Terima kasih kepada panitia terutama Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid (PP MABIT) dan Lembaga Pengkajian dan Penerapan Tauhid (LP2T) UNIDA Bogor yang telah konsisten menyelenggarakan kegiatan ini,” tutur Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si.

Fachrur Razi Amir, S.Ag., M.Ag. dalam pemaparan tausiyahnya menyatakan umat islam adalah umat yang dipilih sebagai sebaik-baiknya umat. Umat islam sudah ditakdirkan untuk menjadi sebaik-baiknya umat sejak dahulu, semoga kita sebagai umat islam lita dapat dikenal oleh penghuni bumi dan penghuni langit.

“Mari kita selalu bergerak kepada kesempuranaan seperti saat pertama kali islam diturunkan dan berpikir bagaimana cara agar islam ini selalu bercahaya sampai Allah menentukan batas akhirnya yaitu hari akhir. Dan ketika kita melakukan kebaikan seperti membaca 1 Juz Alquran setiap harinya tetapi masih gelisah karena kita harus senantiasa mencari apapun yang salah dalam diri kita dan memperbaikinya dengan momen Ramadhan ini semoga kita senantiasa memperbaiki diri sehingga kita mendapatkan ketenangan,” tutur Fachrur Razi Amir, S.Ag., M.Ag.