Universitas Djuanda Bogor selenggarakan Kuliah Perdana Universitas Djuanda Bogor Tahun Akademik 2020/2021 yang digelar secara daring dan bertajuk “Sosialisasi Nilai-Nilai 21 Karakter Bertauhid” (19/9). Kegiatan ini diisi narasumber-narasumber yang diantaranya Ketua Umum Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI), Dr. R. Hj. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I., Ketua Senat sekaligus Direktur Sekolah Pascasarjana UNIDA Bogor, Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si., Dekan Fakultas Hukum (FH) UNIDA Bogor, Dr. Hj. Endeh Suhartini, SH., MH., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIDA Bogor, Dr.(Cand) Zahra Khusnul Latifah, M.Pd., Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Barat sekaligus Dosen FKIP UNIDA Bogor, Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd. dan kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UNIDA Bogor, Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si. serta diikuti oleh seluruh mahasiswa baru UNIDA Bogor tahun akademik 2020/2021.

Wakil Rektor I, Dr. Ir. Elis Dihansih, M.Si. dalam sambutannya menyatakan bahwa Kuliah Perdana kali ini istimewa karena diselenggarakan secara daring dan juga memperkenalkan dan memperdalam 21 karakter bertauhid pada mahasiswa baru UNIDA Bogor.

Skala sikap adalah drngan ditanamjannya nilai nilai tauhid dalam jiwa hati dan pikiran. Di ksenpatan kuliah perdana kali istimewa karena memperkenalkan dan memperdalam 21 karakter bertauhid.

“Terima kasih kepada seluruh narasumber yang bersedia memaparkan materi di kuliah perdana yang istimewa ini dan selamat kepada seluruh mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 dan hari akan mengikuti Kuliah Perdana dan juga akan diselenggarakan tutorial pembelajaran Learning Management System (LMS) UNIDA-COOL yang bertujuan agar mahasiswa baru paham dan tahu bagaimana proses prmbelajaran melalui UNIDA-COOL. Pada Kuliah Perdana kali ini sangat special karena diadakan secara daring tanpa bertatap muka secara langsung beda dengan Kuliah Perdana UNIDA Bogor sebelumnya, degan Kuliah Perdana ini ditanamkan skala sikap di UNIDA Bogor yaitu dengan ditanamkannya nilai-nilai tauhid dalam jiwa, hati dan pikiran disetiap diri insan UNIDA Bogor khusunya mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 ini,” ungkap Dr. Elis Dihansih, M.Si.

Ketua Umum YPSPIAI, Dr. R. Hj. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I. menyatakan dalam penyampaian materinya bahwa untuk tujuan pendidikan nasional maka UNIDA Bogor menambah point lagi selain tridarma perguruan tinggi yaitu pancadharma yang diantaranya pendidikan, penelitian, pengabdian ditambahkan profesionalitas dan ketauhidan. Turunan dari Pancadarma yairu 21 karakter bertauhid sehingga lebih dapat mencapau tujuan pendidikan nasional.

“Dalam 21 karakter tauhid dibagi menjadi 4 sudut pandang, ada local wisdom, national wisdom, global wisdom, spiritual wisdom dan setelah melaksanakan 4 sudut pandang tersebut maka point terakhir kita akan menjadi manusia yang bertakwa. Ketika menjadi mahasiswa UNIDA Bogor maka setiap tingkag lakunya, perbuatannya dan sifatnya harus sesuai dengan 21 karakter bertauhid. Local wisdom akan didukung oleh massyarakat sekitar karena masyarakat lokal akan merasa dihargai. Oleh karena itu UNIDA Bogor menganut local wisdom dan UNIDA Bogor berada di tanah sunda oleh karena itu UNIDA Bogor dalam perspektif local wisdom menggunakan lokal wisdom sunda yaitu cageur, bageur, bener, pinter dan singer. Cageur yaitu sehat secara jasmani dan rohani. Bener mencerminkan masyarakat yang senantiasa amanah, tidak berbohong, tidak berkhianat dan menjunjung tinggi integritas yang setiap ucapan harus sesuai dengan tindakan yang berarti harus mengatakan apa adanya dan tidak memanipulasi fakta. Pinter atau pintar yang mencerminkan masyarakat berilmu yang dengan ilmunya tersebut mampu mengantarkan kepada jalan keberkahan dunia yang berpangkal pada kemuliaan hidup untuk bekal diakhirat. Singer ini mencerminkan pribadi yang bertoleransi, senang berkorban, mendahulukan kepentingan orang lain, senang menerima kritikan atau masukan dari orang lain terhadap dirinya untuk dijakadikan bahan refleksi diri, serta memiliki rasa kasih sayang terhadap sesame,” tutur Dr. Dr. R. Hj. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I.

Nasionalitas memiliki hubungan yang harmonis dengan agama dan keimanan karena umat islam ikut berjuang memerdekakan indonesia dulu. Contoh karakter nasionalitas yaitu cinta tanah air, berbahasa Indonesia, rela berkorban, menghargai jasa pahlawan, bangga terhadap budaya bangsa indonesia, bangga pada budaya yang beraneka ragam. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Senat sekaligus Direktur Sekolah Pascasarjana UNIDA Bogor, Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si. dalam penyampaian materinya.

“Integritas secara umum yaitu sekata seperbuatan. Berpadu antara kata dan perkataan, keutuhan pribadi, kejujuran, konsisten jadi orang yang memiliki integritas memiliki apa yang diperbuat dan apa yang dikatakan. Loyalitas yaitu menjaga nama baik diri sendiri sampai menjaga nama baik UNIDA Bogor. Respeksitas yaitu menghormati diri sendiri, menghormati orang lain. Serta Kapasitas adalah kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu,” tambah Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si.

Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Barat sekaligus Dosen FKIP UNIDA Bogor, Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd. dalam pemaparan materinya menyatakan bahwa 21 Karakter Bertauhid dalam perspektif Spritual Wisdom dimana karakter ini merupakan karater-karakter ini berasal dari Nabi Muhammad SAW diataranya Sidik, Amanah, Tabligh, Fathonah serta istiqomah.

“Kejujuran atau sidik, yaitu mahasiswa harus berprilaku jujur baik kepada diri sendiri dan orang lain. Amanah yang dimana mahasiswa harus dapat bersifat amanah dan tidak khianat. Tabligh pada saat pendidikan di dalam pancadarma maka dosen melaksanakan sifat tabligh dan seperti mahasiswa diberikan tugas agar mahasiswa memberikan solusi dan ilmunya pada masyarakat dan pengabdian pada masyarakat sebagai pengaplikasian ilmu-ilmu yang didapatkan mahasiswa untuk kepentingan masyarakat. Fathonah yang dimana mahasiswa harus cerdas secara intelektual dan mahasiswa akan diberikan pembekalan, pendidikan sehingga mahasiswa dapat terus meningkatkan kecerdasan di UNIDA Bogor. Istiqomah yang dimana selalu konsisten melakukan kebaikan walau hal kecil tetapi hal kecil tersebut jika dibiasakan maka akan berdampak besar,” ungkap Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd.

Global Wisdom adalah nilai-nilai yang diakui oleh orang di seluruh dunia yang ciptakan kemampuan untuk membuat keputusan atau penilaian yang baik. Diantaranya Awareness, Accountability, Creativity, Participatory and Adversity. Seperti yang disampaikan oleh Dekan FKIP UNIDA Bogor, Dr. (Cand) Zahra Khusnul Latifah, M.Pd. dalam penyampaian materinya.

“Awareness yaitu  kesadaran yang berarti kondisi menjadi sadar, memiliki pengetahuan,kesadaran. Merawat lingkungan. Accountability atau Akuntabilitas yaitu karakter yang berkewajiban untuk menjelaskan, membenarkan, dan bertanggung jawab atas melalui tindakan, serta tanggung jawab yaitu menerima apa adanya penyebab dan solusi suatu masalah. Sedangkan Creativity atau kreatif yaitu untuk membuat, untuk menggabungkan kemampuan untuk menciptakan kreativitas, kecerdikan, penemuan, penemuan,  dan keaslian. Untuk definisi Participatory atau partisipatif adalah sesuatu peran yang bisa diambil orang bagian dalam,  keterlibatan satu atau sekelompok orang dalam aktivitas tersebut.”  ungkap , Dr. (Cand) Zahra Khusnul Latifah, M.Pd.

Dekan FH UNIDA Bogor, Dr. Hj. Endeh Suhartini, SH., MH. dalam penyampaian materinya yang menyatakan bahwa  tujuan akhir dari 21 Karakter Bertauhid UNIDA Bogor yaitu taqwa adalah takut kepada Allah dengan cara selalu memeilihara dan  untuk melakukan hal benar yang agar dijauhkan dari dari siksaan dan kemurkaan Allah SWT.

“Karaketer 21 Karater Bertauhid, dimana dari semua karakter akan menghasilkan insan yang bertaqwa. Karakteristik taqwa diantaranya pedomannya adalah Al-Quran, mengerti dan memahami ilmu Agama, menegangkan sholat, melaksanakan ibadah dengan tekun, melakanakan amanah, menjauhi maksiat, mempersiapkan bekal untuk hari akhir, melakasanakan puasa dan rajin, zakat, infak dan sedekah serta menepati janji,” pungkas Dr. Hj. Endeh Suhartini, SH., MH.