Dosen Fakultas Ilmu Pangan Halal Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor memberikan Pelatihan Pendampingan Sistem Jaminan Halal dan Kemasan untuk UMKM Ciawi, Kabupaten Bogor, yang diselenggarakan pada tanggal 16 Oktober 2020 dan 20 Oktober 2020. Diikuti oleh 23 UMKM di daerah Ciawi, pelatihan tersebut bertempat di KUD Sugih Tani, Cibedug, Ciawi. 

Acara ini digagas oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UNIDA Bogor bekerja sama dengan Forum UMKM E-tal’s Ciawi. Tim dosen yang terlibat yaitu Rosy Hutami, S.TP., M.Si, Ir. Sri Rejeki Retna Pertiwi, M.Si, Dede Djuanda, B.Sc., S.Si, Nursyawal Nacing, S.TP., M.Si, Siti Nurhalimah, S.TP., M.Si, Nindya Atika, S.TP., M.Si, Aminullah S.TP., M.Si, Siti Aminah, S.Pt, M.Si, R. Siti Nurlaela, S.TP., M.TP, serta Dwi Aryanti Nur’utami, S.TP., M.Si.

Kegiatan pelatihan sistem jaminan halal bertujuan untuk memperkenalkan 11 kriteria sistem jaminan halal dan membuat manual nya. Memahami 11 kriteria sistem jaminan halal sangatlah penting agar konsumen dapat percaya bahwa produk yang dibelinya sudah jelas aman dan tentunya halal sesuai dengan Al-Quran. Sebelas kriteria tersebut mengacu pada HAS 2000 dari LPPOM MUI yang meliputi kebijakan halal, tim manajemen halal, pelatihan, bahan, produk, fasiltas produksi, kemampuan telusur, penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria halal, audit halal internal, dan kaji ulang manajemen. Melalui kegiatan ini diharapkan industri rumah tangga (UMKM) daerah tersebut mampu menerapkan sistem jaminan halal pada produknya.

Selain dari itu, kegiatan pelatihan kemasan dan label ini bertujuan agar dapat memberikan pengetahuan tentang jenis kemasan yang cocok digunakan untuk produk pangan dan pencantuman label yang sesuai dengan PP No 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan, serta memotivasi anggota mitra yang hadir untuk menggunakan kemasan yang sesuai dengan jenis produk dan mencantumkan label pada kemasan produk.

Peserta dari kegiatan ini terdiri atas anggota mitra yang memproduksi berbagai jenis pangan seperti keripik, kue basah, salad buah, madu, dan lain-lain. Adapun luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah UMKM dapat membuat manual sistem jaminan halal sesuai dengan produk yang dimilikinya, memahami substansi sistem jaminan halal sehingga peserta dapat menggunakan kemasan yang sesuai dengan jenis produk dan label yang dicantumkan memenuhi persyaratan PP No 69 Tahun 1999.

Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, diketahui bahwa peserta yang mengikuti pelatihan memiliki latar belakang pendidikan yang cukup beragam, yaitu 36,3 % lulusan pendidikan dasar (SD-SMP), 59,09% lulusan pendidikan mengah (SMA dan sederajat), dan 4,54% lulusan pendidikan tinggi. Berdasarkan hasil pelatihan, diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta sebanyak 3,64% setelah mengikuti pelatihan sistem jaminan halal dan 8% setelah mengikuti pelatihan kemasan dengan pemahaman peserta mencapai lebih dari 70%. Peningkatan pemahaman terhadap kriteria sistem jaminan halal terutama terjadi pada kriteria tim manajemen halal, pelatihan, bahan, fasilitas, ketelusuran, dan produk yang memenuhi kriteria.

Pada pelatihan ini, selain dilakukan pemaparan materi dari narasumber yang ahli di bidangnya, juga dibuka sesi tanya jawab yang antara peserta pelatihan UMKM dan pemateri. Sebagian pertanyaan yang diajukan oleh peserta terkait tata cara proses dan biaya sertifikasi halal, dan pertanyaan mengenai kehalalan bahan yang digunakan dalam proses produksi, aturan pelabelan dan pencantuman logo halal, serta aturan pencantuman bahan tambahan pangan (BTP) pada label. 

Berdasarkan testimoni peserta pelatihan, disampaikan bahwa pelatihan ini dirasakan sangat bermanfaat bagi mereka dan diharapkan program pemberdayaan masyarakat semacam ini dapat dilakukan secara berkelanjutan yang sesuai dengan PP No 69 Tahun 1999.


---

Sumber:

https://kumparan.com/lppom-mui/pelatihan-sistem-jaminan-halal-dan-kemasan-bagi-umkm-di-kabupaten-bogor-1uhCIzu0PUd/full?utm_source=kumDesktop&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=share&shareID=PceMjq7E8Fuz