Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Manajemen Kinerja Sekolah Berorientasi pada Hasil Belajar di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar” yang dilaksanakan secara daring pada Kamis, 24 September 2020.

FGD ini merupakan rangkaian penelitian yang mana DRPM UNIDA Bogor mendapatkan amanah dari Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menjalankan program bantuan pemerintah terkait dengan tema tersebut.

Direktur DRPM UNIDA Bogor, Dr. (cand) Ginung Pratidina, M.Si dalam sambutannya menuturkan, UNIDA Bogor termasuk ke dalam 100 perguruan tinggi terbaik di Indonesia memiliki kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang baik dan selalu mengalami kenaikan. Saat ini klasterisasi kinerja pengabdian kepada masyarakat UNIDA Bogor berada pada peringkat ke-40, artinya berada pada klaster ‘Sangat Bagus’. Adapun klasterisasi kinerja penelitian berada pada peringkat ke-49, tergabung dalam klaster ‘Utama’.

Tak hanya itu, UNIDA Bogor menempati posisi pertama dalam total jumlah pendanaan pemenang hibah penelitian Skim Kemenristek/BRIN. Dalam hal penelitian berbasis pendidikan pun, banyak penelitian sebelumnya yang sudah dilaksanakan. Maka harapannya, penelitian yang merupakan program bantuan pemerintah ini dapat berjalan baik.

“UNIDA Bogor di tahun 2020 termasuk ke dalam 100 besar perguruan tinggi terbaik non vokasi versi Kemenristek/BRIN, tepatnya berada pada urutan ke-71. Dalam hal penelitian UNIDA rutin mengikuti hibah Kemenristek/BRIN sehingga menempati posisi pertama dengan total jumlah pendaan hibah paling tertinggi. Kami ucapkan terima kasih kepada para narasumber yang berkenan mengikuti FGD ini, selamat berdiskusi, semoga sukses dan lancar serta dapat mencapai tujuan yang InsyaAllah bermanfaat bagi pengembangan sekolah dasar di Indonesia,” tuturnya.

Turut hadir membuka secara resmi jalannya acara, Rektor UNIDA Bogor Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si mangatakan pentingnya FGD dalam sebuah proses penelitian. Diharapkan dari FGD yang terlaksana ini mampu memberikan dan menghasilkan rumusan untuk menjadi bahan masukan bagi Direktorat Sekolah Dasar guna memperkuat dan memajukan satuan pendidikan pada tingkat sekolah dasar itu sendiri.

“Mudah-mudahan dari FGD ini dapat menghasilkan rumusan paling tidak menjadi masukan bagi Direktorat Sekolah Dasar. Pada orientasi yang diharapkan, maka proses harus lebih baik dan terarah,” ujar Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si dalam sambutannya.

Sementara itu, diungkapkan oleh Dr. Rasmitadila, S.T., M.Pd selaku Wakil Ketua UNIDA Writing Center yang menjadi moderator pada FGD ini menyampaikan bahwa, tujuan diseleggarakannya FGD ini diharapkan dapat mengumpulkan usulan serta masukan dari para ahli terkait penelitian yang dilakukan untuk menghasilkan luaran berupa pedoman yang nanti akan dilaksanakan secara nasional oleh satuan pendidikan tingkat sekolah dasar.

“Luaran dari penelitian ini adalah pedoman yang nantinya akan dilaksanakan secara nasional oleh sekolah dasar, maka FGD adalah cara untuk mengumpulkan data dari para ahli khususnya dalam manajemen sekolah dasar. Kami ingin mendengar masukan, kemudian kami ingin mendapatkan indikator-indikator apa saja dari para ahli yang dapat kami elaborasi kembali. Selain dengan FGD  yang mengundang para narasumber ahli, kami akan melakukan studi lapangan dengan terjun ke sekolah di beberapa provinsi besar di Indonesia,” ujarnya.

Adapun para narasumber yang diundang tersebut diantaranya Prof. Dr. Mohamad Syarif Sumantri, M.Pd (Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Teknologi Pembelajaran Sekolah Dasar), Prof. Dr. Ir. Arita Marini, ME (Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan Sekolah Dasar), Prof. Dr. Ir. Aan Komariah, M.Pd (Ahli Kepemimpinan dan Kebijakan Pendidikan), Prof. Dr. Ir. Rugaiyah, M.Pd (Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan), Prof. Dr. Ernie Tisnawati Sule, SE., M.Si (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNPAD), Prof. Dr. H. Maman Kusman, SE., M.B.A (Guru Besar Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia), Dr. Sri Harini, M.Si (Doktor dalam Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia), serta Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd (Doktor dalam Bidang Manajemen Pendidikan).

Salah satu narasumber, Prof. Dr. Mohamad Syarif Sumantri, M.Pd dalam pemaparannya menyebutkan bahwa terkait dengan draf instrumen perlu penajaman kembali. Proses validasi instrumen tersebut harus lebih menggali tujuan dari sekolah dasar, hasil belajar mana yang menjadi tujuan.

“Terkait dengan instrumen, saya melihat dari sudut pandang teknologi pendidikan dan sekolah dasar, itu ada namanya human performance technology, disitu ada variabel-variabel yang mana manajemen kinerja itu bisa berdampak pada hasil belajar, ada namanya psikologi prilaku, lalu ada juga interactional design, lalu juga ada penggambaran dari organisasi atau bagaimana manajemen sumber daya manusianya,” papar Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Teknologi Pembelajaran Sekolah Dasar tersebut.