Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor bersama dengan Universitas Pakuan (UNPAK) melakukan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan implementasi kerja sama dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan yang bertempat di Kampus UNPAK, pada Senin (15/2) tersebut dihadiri oleh Chancellor UNIDA Bogor Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH, dan Rektor UNIDA Bogor Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si beserta jajaran. Sementara itu, UNPAK dihadiri langsung oleh Rektor Prof. Dr. Ir. H. Bibin Rubini, M.Pd beserta para Wakil Rektor dan jajaran.

Dalam sambutannya, Rektor UNPAK Prof. Dr. Ir. H. Bibin Rubini, M.Pd mengatakan banyak peluang kerja sama yang bisa dimanfaatkan antara UNIDA Bogor maupun UNPAK, dalam hal ini tentu kerja sama terkait tri darma perguruan tinggi. Terlebih, sebelumnya sudah dilaksanakan penandatanganan kerja sama sehingga perlu adanya implementasi dari apa yang telah disepakati bersama.

“Terima kasih atas kunjungan yang dilakukan, saya merasa terhormat. Sebetulnya saya juga ingin berkunjung ke UNIDA, mudah-mudahan dalam kesempatan lain dapat bertukar fikiran juga di Kampus UNIDA. Sebelumnya kita sudah bekerja sama, yang paling penting kerja sama itu bukan hanya hitam di atas putihnya saja melainkan implementasinya. Terutama saat ini menyangkut masalah MBKM, kemudian kerja sama dalam bidang penelitian, kerja sama dalam bidang pendidikan, maupun hal lainnya,” ujarnya.

Prof. Dr. Ir. H. Bibin Rubini, M.Pd juga menyampaikan, dalam kegiatan ini bukan hanya sebatas pembahasan peluang kerja sama, tetapi untuk lebih meningkatkan dan mengeratkan ikatan tali silaturahmi antara sesama perguruan tinggi swasta di Bogor yang bisa belajar dari satu sama lain untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi.

“Mengenai peluang-peluang kerja sama, yang pertama itu tentu yang hebat yaitu dari UNIDA. Saya terus terang saja, karena UNIDA masih terus bercokol di 70 besar sebagai perguruan tinggi yang mempunyai reputasi baik di tingkat kemendikbud. Sementara Kita malah terlempar, karena terlena. Nanti kita bisa belajar dari UNIDA, mempertahankan reputasi,” tuturnya.

Sementara itu, Chancellor UNIDA Bogor Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH menuturkan bahwa dalam kesempatan ini diharapkan dapat terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan. Khususnya pada saat ini dengan adanya kebijakan baru terkait program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Oleh karena itu kami datang, sekaligus mengetuk pintu dari UNPAK, mari kita bekerja sama dalam rangka program MBKM ini. Kita kerja sama mencari jalan mana yang bisa dikerja samakan. Mana yang bisa visiting profesor, apalagi sekarang dapat juga cross study. Kita ingin bersilaturahim, dengan saudara kami yang paling dekat. Mudah-mudahan kedatangan kami ada manfaatnya. Saya harapkan ini akan terus berlanjut kerja sama ini,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIDA Bogor Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si, mengungkapkan, perguruan tinggi wajib dapat memfasilitasi program MBKM ini bagi mahasiswa. Diharapkan kerja sama yang lebih intensif dengan UNPAK dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat mengikuti program MBKM secara efektif.

“Sejak 2018 kita memang sudah bekerja sama yang terimplementasi di sekolah pascasarjana. Nah yang belum sama sekali ini jalur sarjana S1, kebetulan sekarang ada program MBKM, mudah-mudahan MBKM ini kita bisa lebih intensif lagi bekerja sama terutama dalam pertukaran mahasiswa. Sebagaimana juga yang diedarkan oleh Mas Menteri, sekarang kita wajib memfasilitasi MBKM. Di UNIDA, program MBKM sudah dilaksanakan, terutama dari program studi yang mendapatkan hibah, ada sekitar 6 prodi. Mudah-mudahan setelah pertemuan ini kita bisa merumuskan bagaimana sebaiknya kerja sama MBKM ini supaya bisa lebih menemui sasaran,” tukasnya.