UNIDA dan YPSPIAI Salurkan Donasi Untuk Korban Tsunami Banten

Universitas Djuanda Bogor (UNIDA) Bersama Yayasan PSPIAI (Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia) salurkan donasi untuk korban tsunami di banten (27/12). Bencana alam merupakan sebuah teguran yang diberikan Allah SWT kepada umatnya agar dapat selalu lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta serta lebih mensyukuri nikmat yang sudah diberikan Allah SWT untuk memelihara alam, sehingga alam pun dapat bersahabat dengan kita.

Bencana Tsunami yang beberapa waktu lalu melanda Banten serta Lampung menelan korban jiwa, seperti dilansir dalam Merdeka.com “bahwa Data terbaru pertanggal 26 Desember 2018 jumlah korban meninggal dunia sebanyak 430 jiwa, jumlah korban luka masih 1.485 jiwa, hilang 154 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat konferensi pers di Kantor BNPB. Kejadian tersebut menggugah rasa empati kita semua sebagai saudara sebangsa, dan tidak terkecuali seluruh insan Universitas Djuanda Bogor serta Yayasan PSPIAI untuk dapat membantu meringankan duka korban bencana melalui program UNIDA PEDULI BANTEN.

Program UNIDA PEDULI BANTEN berupa donasi dimulai sejak beberapa hari lalu berasal dari Insan UNIDA dan Yayasan PSPIAI, yang nantinya akan diberikan langsung kepada para korban di beberapa posko pengungsian. Bantuan donasi yang terkumpul kemudian di berikan dalam bentuk kebutuhan sehari-hari seperti pakaian dalam, makanan cepat saji, popok dan selimut.

Dr. Hj. Rita Rahmawati selaku Wakil Rektor III menyampaikan ungkapan terima kasih kepada jajaran pimpinan serta seluruh Insan Universitas Djuanda Bogor dan Yayasan PSPIAI atas keikhlasan hati serta donasi yang telah diberikan untuk saudara kita korban tsunami di banten yang Insya Allah akan disalurkan untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan korban di posko pengungsian.

Tepatnya kamis 27 Desember 2018, rombongan Universitas Djuanda Bogor menuju ke lokasi bencana Tsunami Banten dengan tujuan menyerahkan seluruh donasi yang terkumpul sekaligus meninjau keadaan serta kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana tsunami.

Adit Mahasiswa Agribisnis Universitas Djuanda Bogor asal banten sekaligus  ketua KMB (keluarga mahasiswa Banten) Berharap penyaluran logistik untuk sumbangan disalurkan secara merata.

“Penyaluran bantuan yang selama ini telah berjalan masih belum dapat dirasakan merata oleh beberapa posko korban pengungsian, Karena selama ini distribusi logistik hanya terpusat di beberapa titik saja. seperti daerah sumur belum banyak mendapatkan bantuan karena akses jalan kesumur terputus, maka untuk donasi yang diberikan dari Universitas Djuanda Bogor dan Yayasan PSPIAI disalurkan di dua 2 posko yaitu posko labuan dan posko kecamatan sumur”. Ujar Adit Mahasiswa UNIDA asal Banten dalam Wawancara.

Sebelumnya Universitas Djuanda Bogor telah mengirimkan relawan dari kalangan mahasiswa yang berasal dari MAPALA (Mahasiswa Pencinta Alam), KMB dan Perwakilan BEM FKIP  Djuanda yang sudah diberikan pelatihan tanggap bencana untuk dapat membantu evakuasi pencarian korban ataupun membantu dalam menenangkan keadaan korban selamat di posko-posko pengungsian. (DPHP)