[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

21 Karakter Tauhid dapat Menjadi Nilai Pembelajaran Politik di Universitas Djuanda dalam Menjawab Tantangan Super Dinamis Menghadapi Pesta Demokrasi Tahun 2024

Oleh:

Dr. Yudi Wahyudin

Dosen Pendidikan Pancasila Universitas Djuanda

 

Dinamika ekonomi, politik, sosial budaya dan keamanan menjelang Pesta Demokrasi Tahun 2024 telah di depan mata dan salah satu komponen pemilih berada di lingkungan perguruan tinggi sehingga dipandang perlu agar dapat dimediasi sebuah upaya untuk membangun sinergi dan komunikasi antar pimpinan perguruan tinggi se-Jawa Barat dalam rangka mendorong kontribusi pembelajaran dan pendidikan karakter bangsa bagi mahasiswa yang dibinanya.  Mahasiswa diharapkan dapat didorong untuk lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan MBKM (merdeka belajar kampus merdeka) dengan menelorkan ide-ide kreatif dan inovasi yang dapat dinarasikan sebagai sebuah perencanaan tersistematis, terorganisasi, tersutruktur dan terukur sehingga menghadirkan karya-karya akademik yang bernilai penting dan berguna bagi bangsa dan negara.  Pendidikan karakter ini diharapkan dapat diinsersi dalam setiap mata kuliah yang diampu oleh para pengajar pendidikan tinggi untuk menginternaslisasi model-model pembinaan yang kolaboratif, harmonis dan partisipatif serta dapat mendorong insan akademik lebih perduli terhadap situasi dan kondisi terkini dengan cara-cara yang kontruktif, solutif dan praktis.

 

Keperdulian insan akademik terhadap Pesta Demokrasi Tahun 2024 ini diharapkan mampu menjadi fokus diskusi pembangunan manusia Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, adil dan makmur, yang salah satunya didorong untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang tangguh, unggul, dan bertumbuh.  Oleh karena itu, insan akademik perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi agen kontruktif dalam memelihara harmonisasi pesta demokrasi yang baik, lancar, bersih, jujur, adil dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara Indonesia.  Partisipasi aktif insan akademik diharapkan dapat mendorong terinternalisasinya proses-proses pelaksanaan terbaik yang lebih dewasa dan bermanfaat, baik sebelum maupun setelah pesta demokrasi.

 

Pemanfaatan aset perguruan tinggi untuk kepentingan kampenye menjadi salah satu perhatian yang perlu disinkronisasi.  Setiap kampanye di lingkungan perguruan tinggi diharapkan tidak menggunakan atribut partai sehingga netralitas perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan tinggi tetap terjaga untuk menghadirkan proses pendidikan politik yang efektif dan efisien. 

 

Internalisasi pendidikan karakter untuk mendukung proses pendidikan politik yang efektif dan efisien di Universitas Djuanda tentu saja telah berjalan dengan baik selama ini, karena memang disesuaikan dengan nilai-nilai kearifan yang termaktub di dalam 21 karakter tauhid yang telah, sedang dan akan terus disampaikan, dihayati, ditumbuhkembangkan, diinternalisasi, dikristalisasi dan dijalankan untuk membentuk pribadi yang rahmatan lil’alamiin dengan perilaku yang berakhlakul karimah. 

 

21 karakter tauhid dengan ultimate goal nya membentuk insan Universitas Djuanda yang berakhlakul karimah ini tentu saja diinsersi pada setiap proses pembelajaran mata kuliah sebagai bagian dari pembelajaran afektif di Universitas Djuanda.  21 karakter tauhid yang diinsersi tersebut diantaranya kearifan lokal (cageur, bageur, bener, pinteur dan singer), kearifan nasional (nasionalitas, integritas, loyalitas, respeksitas dan kapasitas), kearifan internasional (awareness, accountability, creativeness, participative, and adversity) serta kearifan spiritual (shiddiq, amanah, tabligh, fathanah dan istiqomah).