[email protected] 0251-8240773
Informasi

Hari Energi Bersih Internasional

Oleh: Yoyok Priyo Hutomo, S.E, M.Si

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Djuanda

Hari Energi Bersih Internasional diperingati setiap tanggal 26 Januari mengajak seluruh kehidupan dunia agar meningkatkan pemahaman dan pengertian terkait pentingnya energi bersih. Peringatan ini berfungsi memberikan dorongan transisi yang adil dan inklusif menuju pemanfaatan energi bersih agar bumi lestari. Secara global, bahan bakar fosil diantaranya: Batu bara, minyak bumi, dan gas bumi alam berkontribusi sekitar 90% dari total emisi karbondioksida seluruh dunia. Para ilmuwan menetapkan urgensi untuk mengurangi emisi sekitar setengahnya pada tahun 2030 dan mencapai nol emisi pada tahun 2050 agar dapat menghindari dampak paling buruk akibat perubahan iklim.Meskipun bahan bakar fosil masih mendominasi dalam produksi energi dunia, sumber energi terbarukan seperti angin, matahari, air, dan panas bumi saat ini menyediakan 29% dari total pasokan listrik secara global. Artinya, secara perlahan transisi tersebut dimungkinkan terjadi.

Pembangunan sosial-ekonomi berkaitan dengan energi bersih dan keberlanjutan lingkungan. Sehingga memberikan pengaruh yang sangat besar dalam mengatasi tantangan bagi masyarakat rentan diberbagai dunia. Sesungguhnya energi bersih itu digunakan untuk semua yang ada di muka bumi. Energi merupakan inti dari tantangan ganda: tidak meninggalkan siapa pun dan melindungi Bumi. Dan energi bersih sangat penting dalam solusinya. Di dunia yang sedang bergulat dengan perubahan iklim, energi bersih memainkan peran penting dalam mengurangi emisi, dan juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap sumber listrik yang dapat diandalkan. Hingga saat ini, 675 juta orang hidup dalam kegelapan sekitar 4 dari 5 orang berada di Afrika Sub-Sahara.

       Bagi masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap energi bersih, kurangnya pasokan listrik yang dapat diandalkan menghambat peluang pendidikan, layanan kesehatan, dan perekonomian, dan banyak dari wilayah berkembang ini masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil yang menimbulkan polusi dalam kehidupan sehari-hari mereka, sehingga melanggengkan kemiskinan. Jika tren yang ada saat ini terus berlanjut, pada tahun 2030 satu dari empat orang masih akan menggunakan sistem memasak yang tidak aman, tidak sehat, dan tidak efisien, seperti membakar kayu atau kotoran.

Meskipun situasi ini telah membaik, dunia belum berada pada jalur yang tepat untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 7 (SDG7), yang bertujuan untuk menjamin akses terhadap energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern bagi semua orang pada tahun 2030. Majelis Umum akan mengadakan Inventarisasi Global tentang SDG7 pada bulan April 2024 untuk menilai kemajuan dan merekomendasikan solusi.Namun penerapan energi ramah lingkungan juga merupakan bagian integral dalam upaya melawan perubahan iklim.Sebagian besar gas rumah kaca yang menyelimuti bumi dan memerangkap panas matahari dihasilkan melalui produksi energi, dengan membakar bahan bakar fosil (minyak, batu bara, dan gas) untuk menghasilkan listrik dan panas.

Ilmu pengetahuannya jelas: untuk membatasi perubahan iklim, kita perlu mengakhiri ketergantungan kita pada bahan bakar fosil dan berinvestasi pada sumber energi alternatif yang bersih, mudah diakses, terjangkau, berkelanjutan, dan dapat diandalkan. Sumber energi terbarukan saat ini yang tersedia berlimpah di sekitar kita, disediakan oleh matahari, angin, air, limbah, dan panas bumi serta diperoleh kembali secara alami dan menghasilkan sedikit atau bahkan tidak mengeluarkan gas rumah kaca atau polutan ke udara.Pada saat yang sama, peningkatan efisiensi energi adalah kuncinya. Menggunakan lebih sedikit energi untuk hasil yang sama – melalui teknologi yang lebih efisien di sektor transportasi, bangunan, penerangan, dan peralatan misalnya: menghemat uang, mengurangi polusi karbon, dan membantu memastikan akses universal terhadap energi berkelanjutan untuk semua.

Hari Energi Bersih Internasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memobilisasi tindakan untuk transisi yang adil dan inklusif menuju energi bersih demi kepentingan manusia dan planet ini. Energi ramah lingkungan memainkan peran penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan membantu masyarakat mengakses sumber listrik yang dapat diandalkan.Sustainable Development Goal 7 (energi yang terjangkau dan bersih) bertujuan untuk memastikan akses terhadap energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua pada tahun 2030. Saat ini, dunia belum berada pada jalur yang tepat untuk mencapai SDG 7, dengan 675 juta orang masih hidup dalam kegelapan dan kurangnya akses terhadap sumber listrik yang dapat diandalkan. dan merekomendasikan solusi.Oleh sebab itu, untuk memitigasi perubahan iklim, diperlukan transisi dari ketergantungan pada bahan bakar fosil. Sebaiknya, terus berupaya fokus pada investasi dalam sumber energi alternatif yang bersih, mudah diakses, ekonomis, berkelanjutan, dan dapat diandalkan. Sumber energi terbarukan, yang meliputi matahari, angin, air, limbah, dan panas dari Bumi, tersedia melimpah di sekitar kita. Energi-energi tersebut secara alamiah diperbarui, dan memiliki dampak minimal.Beberapa cara untuk merayakan Hari Energi Bersih Internasional dan mendukung transisi ke energi bersih. Simak cara-cara sederhananya sebagai berikut:

1.    Menggalakkan kampanye kesadaran penggunaan energi. Sosialisasikan pentingnya energi bersih melalui media sosial, blog, atau kampanye kesadaran di komunitas setempat. Bagikan fakta, informasi, dan solusi terkait energi bersih.

2.    Berpartisipasi dalam Acara dengan Tema Terkait Cara lainnya yakni dengan mencari dan mengikuti kegiatan yang diadakan di wilayah setempat untuk memperingati Hari Energi Bersih. Acara tersebut contohnya seperti seminar, diskusi panel, atau pameran energi bersih. Keterlibatan masyarakat dapat berupa menjadi peserta untuk meningkatkan edukasi, menciptakan. Masyarakat juga dapat menjadi pihak yang memberikan sponsor.

3.    Pendidikan Energi Bersih Berikutnya, adakan sesi edukasi di sekolah, perguruan tinggi, atau komunitas setempat untuk membahas manfaat energi bersih dan dampak positifnya terhadap lingkungan dan ekonomi. Kegiatan ini juga dapat dikombinasikan dengan acara seperti seminar dan pameran.

4.    Pelaksanaan Proyek Ramah Lingkungan Berikutnya, siapapun dapat menyelenggarakan proyek lingkungan atau turut serta. Contohnya yakni membersihkan lingkungan, menanam pohon, atau menggalang dana untuk proyek-proyek energi bersih di komunitas.

5.    Berpartisipasi dalam Inisiatif Energi Bersih Gunakan Hari Energi Bersih sebagai kesempatan untuk mulai atau mendukung inisiatif energi bersih di tingkat individu, komunitas, atau bisnis. Contoh yakni mulai beralih ke sumber energi terbarukan di rumah, lalu bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk proyek energi bersih.

Hari Energi Bersih Internasional serta kaitannya dengan pembangunan berkelanjutansaling berhubungan. Selain itu, semua orang juga dapat menerapkan cara-cara di atas untuk turut merayakan Hari Energi Bersih Internasional.Ketika berpikir tentang masalah energi bersih setidaknya dibenak kita teringat Q.S ke-51,  Az-Zariyat ayat 20 yang bermakna: “Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaranAllah)bagi orang-orang yang yakin”..Wafil-ardi ayatu lil-muqinin(a)


 

Referensi:

 

Al Quran dan Hadist

 

Fajar Aditya. Dessy Noor Farida, FitriaAndesti. 2022. Green Banking: Trend Menjaga Sustainabilitas Bisnis Berwawasan Lingkungan. Qiara Media. Pasuruan. Jatim.

Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional

Setiono, AE., BFT Kiono. 2021. Dari energi Fosil Menuju Energi Terbarukan: potret kondisi minyak dan Gas Bumi Indonesia tahun 2020-2050. Jurnal Energi Baru Dan Terbarukan, ejournal2.undip.ac.id

 

Slaper T.F, Hall T. J. 2011. The Triple Bottom Line: What Is It and How Does It Work. Indiana Business Review, 20 Juli 2020

 

Undang-UndangNomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup

 

Widaryanti, Sufyati HS, Fauzie Senoadji. 2022. Akuntansi Perbankan Syariah. Google Books.