[email protected] 0251-8240773
Berita

Hari Kedua Distinguished Visiting Professor di UNIDA, Prof. Dr. Abd al-Fattah El-Awaisi Tegaskan Pentingnya Memahami Baitul Maqdis sebagai Bagian Kewajiban Umat Islam di Dunia

Pada hari kedua Distinguished Visiting Professor, Selasa (12/12/2023), yang diselenggarakan oleh Universitas Djuanda (UNIDA) dalam rangkaian the 7th Djuanda International Conference, Prof. Dr. Abd al-Fattah El-Awaisi kembali tegaskan pentingnya memahami Baitul Maqdis sebagai bagian kewajiban umat islam di dunia.

 

Bertempat di Masjid Baitul Hamdi (MBH) Kampus UNIDA, Prof. Dr. Abd al-Fattah El-Awaisi mengawali pemaparan dengan pertanyaan kenapa umat muslim di Indonesia harus peduli pada apa yang terjadi di Gaza, Palestina saat ini.

 

Prof. Dr. Abd al-Fattah El-Awaisi kemudian mengemukakan bahwa permasalahan yang terjadi di Baitul Maqdis berkaitan juga dengan aqidah umat muslim. Selain karena Baitul Maqdis merupakan tanah para Anbiya, jika ditelaah ayat-ayat dalam Al-Qur’an mengenai al-Aqsa banyak ditemukan dalam surat Makiyah yang berkaitan dengan aqidah.

 

“Sehingga isu Baitul Maqdis ini adalah isu aqidah yang perlu diperhatikan oleh umat muslim. Bagaimana mungkin kita bisa membiarkan bagian dari aqidah umat Islam ini dijajah oleh orang lain, maka kita harus terus peduli dan berbuat yang terbaik untuk turut serta membebaskan Baitul Maqdis dari penjajahan zionis,” terangnya.

 

Turut hadir, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Pro Chancellor UNIDA Dr. Abraham Yazdi Martin, S.H., M.Kn, beserta para pimpinan YPSPIAI, pejabat struktural di lingkungan UNIDA dan mahasiswa. Kegiatan Distinguished Visiting Professor ini juga turut diikuti  oleh para Santri PP Tahfizh BINTA Amaliyah.

 

 

Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Abd al-Fattah El-Awaisi juga berkesempatan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa. Salah satunya pertanyaan dari peserta, Cayla, mahasiswi Fakultas Hukum (FH).

 

Prof. Dr. Abd al-Fattah El-Awaisi menjelaskan bahwa tentu saat ini media sosial memiliki peran penting untuk membuka mata dunia agar dapat tertuju pada apa yang sebenarnya terjadi di Gaza, Palestina. Dukungan-dukungan yang dilakukan melalui media sosial tersebut sangat berdampak dan menjadi upaya nyata yang dapat dilakukan saat ini oleh siapa saja, khususnya para mahasiswa dalam mengungkap fakta yang terjadi.