[email protected] 0251-8240773
Berita

Jadi Narasumber Sharing Session IPI Bogor Depok, Kepala Perpustakaan UNIDA Ingatkan Peran Pustakawan dalam Literasi Digital

Kepala Perpustakaan Universitas Djuanda (UNIDA) Ruhimat, S.Sos., M.I.Kom diundang menjadi narasumber dalam kegiatan Sharing Session seri ke-10 yang diselenggarakan oleh Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Bogor Depok pada Kamis, 14 Maret 2024 secara daring.

 

Pada kesempatan ini, Kepala Perpustakaan UNIDA Ruhimat, S.Sos., M.I.Kom memaparkan materi berjudul “Literasi Digital: Tinggalkan Hoaks Yuk!”. Adapun peserta yang hadir secara virtual kurang lebih berjumlah 220 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya banyak dari luar Pulau Jawa seperti dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

 

 

Mengutip Hague dan Payton, Ruhimat, S.Sos., M.I.Kom menerangkan bahwa literasi digital merupakan keterampilan individu dalam mengaplikasikan keterampilan fungsional pada perangkat digital sehingga dapat menemukan, memilih dan memilahi informasi, berpikir kritis, berkreativitas, berkolaborasi, dan berkomunikasi secara efektif.

 

“Terkait digitalisasi sedang menjadi tren, karena kita ketahui bahwa saat beberapa tahun yang lalu dimana pandemi Covid melanda Indonesia, selain datangnya Covid itu juga muncul pemberitaan-pemberitaan bohong. Ya, terkait ini kaitannya dengan literasi digital,” ujarnya mengawali pemaparan.

 

“Apalagi baru saja kita laksanakan hajat demokrasi, yaitu Pemilihan Umum dimana sebelumnya dari tahun 2023 itu isu-isu atau hoaks sudah bertebaran dimana-mana dan ini amat sangat bisa mempengaruhi atau menstimuli orang,” sambungnya.

 

 

Ruhimat, S.Sos., M.I.Kom menerangkan, literasi digital berkaitan dengan kemampuan seseorang memanfaatkan teknologi digital. Terkhusus saat ini era information in your hand, yakni kemudahan mendapat informasi kapanpun dan dimanapun.

 

Dilansir dari aapji.or.id, populasi penduduk Indonesia tahun 2023 mencapai 278.696.200 jiwa dengan jumlah pengguna internet di tahun 2024 mencapai 221.563.479 jiwa.

 

“Potensi ini sangat amat luar biasa, tetapi tidak diiringi dengan kecakapan digital SDM-nya, oleh karena itu literasi digital menjadi sangat penting,” ungkapnya.

 

Kaitannya dengan pustakawan, Ruhimat, S.Sos., M.I.Kom juga menjelaskan bagaimana seorang profesional pustakawan memiliki peran penting dalam literasi digital untuk membantu pengguna teknologi digital tersebut dengan baik.

 

“Terdapat 2 komponen penting literasi digital yang perlu dimiliki pustakawan, yakni terkait dengan strategi penelusuran dan evaluasi web. Sehingga, diharapkan agar seorang pustakawan benar-benar dapat menyajikan sumber-sumber informasi secara valid, reliable dan akurat sesuai kebutuhan pemustaka,” ujarnya.