[email protected] 0251-8240773
Berita

Mahasiswa KKN FIPHAL bantu Kembangkan Strategi UMKM dalam Perluasan Pasar melalui Inovasi Kemasan dan Pemasaran Berbasis Online

Mahasiswa kelompok 1 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) memberika  Pelatihan Pengemasan, Pelabelan, dan Pemasaran Online produk UMKM Desa Sukakarya pada Sabtu, 16 Juli 2022 di Aula Kantor Desa Sukakarya, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kemajuan UMKM yang ada di Desa Sukakarya melalui peningkatan kualitas kemasan produk, penggunaan label yang benar sesuai regulasi serta peluasan pasar dengan pemasaran online.

Kegiatan ini berawal dari hasil observasi, pendataan, dan survei lapangan yang menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM masih mengemas produk menggunakan plastik sederhana, belum memiliki label serta belum memanfaatkan teknologi pemasaran online sehingga produk yang mereka produksi kurang menarik minat konsumen dan jangkauan pasar yang masih sempit.

Mengusung tema Strategi Perluasan Pasar UMKM melalui Inovasi Kemasan dan Pemasaran Berbasis Online turut hadir dosen FIPHAL sebagai narasumber Siti Nurhalimah, S.TP., M.Si.

Narasumber menyampaikan materi pengemasan dan pelabelan. Dalam materi pengemasan, disampaikan informasi tentang jenis-jenis kemasan produk, fungsi kemasan produk serta perannya dalam pemasaran produk. Menurutnya pelaku UMKM dituntut untuk kreatif dalam mengemas produk, hal ini dikarenakan kemasan merupakan bagian pertama yang dilihat oleh pembeli yang akan sangat mempengaruhi keputusan pembeli dalam membeli sebuah produk.

Selanjutnya dalam materi pelabelan, disampaikan mengenai pengertian label, informasi yang diwajibkan ada didalam label berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 yaitu nama produk, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukan pangan kedalam wilayah Indonesia, daftar bahan yang digunakan, tanggal, bulan dan tahun kadarluwarsa, kode produksi dan nomor registrasi. Serta disampaikan juga cara mendesain label kemasan yang mudah dan menarik, dan hal-hal yang dilarang dalam pelabelan.

Letak label dalam kemasan perlu diperhatikan, dikarenakan fungsinya sebagai identitas produk. Baiknya label ditempel bagian luar kemasan dengan bahan yang tidak mudah rusak. Selain sebagai identitas produk, terdapatnya label dalam kemasan juga dapat meningkatkan nilai jual suatu produk,” paparnya.

Siti Nurhalimah S.TP., M.Si menyampaikan tujuan hadirnya mahasiswa KKN di Desa Sukakarya yakni untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama proses perkuliahan sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat desa khususnya pelaku UMKM di Desa Sukakarya.

“Insya Allah teman-teman mahasiswa masih sekitar 2-3 minggu ada disini. Jadi, apabila bapak dan ibu setelah pelatihan ini ada kendala serta memerlukan bantuan baik itu dari segi pengemasan, pelabelan maupun pemasaran online silahkan langsung menghubungi teman-teman mahasiswa. Insya Allah mereka siap membantu.  Karena tujuannya hadir disini ialah untuk menerapkan ilmu yang mereka peroleh selama proses perkuliahan sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat desa khususnya pelaku UMKM di Desa Sukakarya,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Muhamad Rizki Fauzi perwakilan kelompok 1 menyampaikan materi pemasaran online sebagai upaya peningkatan UMKM melalui jejaring internet seperti sosial media dan e-commerce.

Saat ini semua orang mengakses internet, sehingga dapat dimanfaaatkan oleh pelaku UMKM sebagai media promosi produk untuk memperluas jangkauan pasar produknya. Pemasaran online membuat bisnis menjadi semakin dinamis sebagai contohnya terdapat produk hasil UMKM lokal yang meningkat penjualannya setelah mengunakan pemasaran online yaitu Lapis Talas Sangkuriang yang sekarang menjadi ikon oleh-oleh khas Bogor,” pungkasnya.

Bun Yamin selaku perwakilan aparat Desa Sukakarya dalam menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya pelatihan untuk UMKM di Desa Sukakarya ini, harapannya dengan adanya pelatihan ini dapat membantu mengembangkan UMKM yang ada di Desa Sukakarya sehingga bisa jauh lebih berkembang dari sebelumnya.

Pada sesi wawancara peserta pelatihan Aisyah, Pemilik UMKM Keripik di Dusun Coblong merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini

“Saya merasa senang atas terselenggaranya pelatihan UMKM di Desa Sukakarya, Alhamdulillah dalam pelatihan ini saya mendapatkan ilmu baru, wawasan baru terkait pengemasan produk, pelabelan produk serta pemasaran online. Nantinya ilmu yang saya peroleh dalam pelatihan ini akan saya terapkan pelan-pelan dalam usaha saya, mudah-mudahan dengan begitu usaha saya semakin maju dan berkembang,” pungkasnya.