[email protected] 0251-8240773
Berita

Makanan dan Peningkatan Kualitas Kehidupan Melalui Kegiatan Donor Darah

Oleh: Aminullah, S.TP., M.Si

(Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Ilmu Pangan Halal Universitas Djuanda Bogor)

 

Sejak tahun 2004 berdasarkan kesepakatan WHO dan beberapa perhimpunan kesehatan dunia, tanggal 14 Juni dicanangkan sebagai Hari Donor Darah Sedunia sebagai bentuk penghargaan bagi para pendonor darah. Donor darah yang dilakukan oleh seseorang memiliki maslahat yang besar terkait keselamatan banyak jiwa manusia. Hal ini selaras dengan Al-Quran surat Al-Maidah ayat 32 yang artinya: ?? Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. ??.

 

Sudah menjadi suatu keharusan bahwa darah yang didonorkan wajib dalam keadaan sehat dan sesuai standar kesehatan yang ada. Dikutip dari situs ayodonor.pmi.or.id, terdapat beberapa persyaratan untuk melakukan donor darah. Diantaranya sehat jasmani dan rohani, usia 17 ? 65 tahun, dan kadar haemoglobin 12,5 ? 17,0 g%. Seseorang tidak dapat menjadi pendonor jika memiliki penyakit seperti jantung, tekanan darah tinggi, dan kelainan darah lainnya. Sehingga kualitas darah dalam aktivitas donor darah harus dijaga dan sangat berkaitan dengan pola hidup seseorang, dengan salah satu faktornya adalah asupan makanan.

 

Dalam suatu penelitian dijelaskan bahwa kekurangan dan kelebihan asupan gizi dapat menyebabkan tingginya kejadian anemia, ketidaksesuaian kadar glukosa, kadar Hb, dan tingkat kekentalan darah. Tentunya asupan makanan yang baik dan seimbang ini sangat berkorelasi dengan perintah Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 168 yang artinya: ?Wahai manusia, makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi ?? dan dengan memperhatikan larangan Allah SWT di dalam surat Al-A?raf ayat 31 yang artinya: ??  makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan ??

 

Dilansir dari situs halodoc.com, beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan kualitas darah (dan pembuluh darah) yaitu makanan kaya antioksidan seperti kacang-kacangan, bayam, brokoli, lobak hijau, mangga, tomat, alpukat, dan minyak bunga matahari. Juga dianjurkan memakan makanan yang mampu menurunkan homosistein seperti sayuran berdaun hijau, pisang, kentang, ayam, ikan, dan produk hewani lainnya.

 

Asupan dari jenis makanan yang baik ini akan sangat mempengaruhi kesehatan manusia secara umum dan menjaga kualitas darah dalam tubuh secara khusus. Sehingga proses donor darah diharapkan dapat menjaga kualitas kehidupan para pendonor darah dan menjaga kehidupan para penerima darah.