[email protected] 0251-8240773
Berita

Mengenang Sejarah Kelam G 30-S/PKI

oleh: Muhammad Amin, S.H.I., M.Si
(Sekretaris Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru Universitas Djuanda Bogor)

Salah satu peristiwa kelam setelah kemerdekaan Indonesia adalah pemberontakan Partai Komunis Indonesia atau biasa dikenal dengan G 30-S/PKI. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1965 dan telah memberikan dampak besar bagi bangsa, bahkan beberapa dampak itu masih dapat dirasakan hingga saat ini. Partai Komunis Indonesia (PKI) sendiri adalah partai berlambang palu arit yang berlandaskan ideologi komunisme. Komunisme dikembangkan oleh Karl Mark dimana faham ini lahir sebagai reaksi terhadap faham kapitalisme di abad ke 19.  Ajaran kapitalisme mementingkan kepentingan pemilik modal dan mengesampingkan kaum buruh, sedangkan ajaran komunisme menekankan kepada penguasaan negara dengan tujuan kesamarataan warga dan mengesampingkan kepentingan individu.

Meski sekilas tampak baik karena mementingkan kesamarataan, namun sesungguhnya ideologi komunisme sangat berbahaya karena adanya konsep penolakan agama. Pemahaman yang tidak mengenal adanya Rabb sehingga mereka tidak peduli dari agama manapun, akan mereka singkirkan jika berlawanan dengan mereka. Kaum komunis menyatakan bahwa agama adalah hal yang harus dihindari. Mereka menolak konsep Ketuhanan Yang Maha Esa sehingga ideologi ini bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Sebelum peristiwa G 30-S/PKI terjadi, PKI merupakan partai berhaluan komunis terbesar nomor tiga di dunia setelah Partai Komunis Uni Soviet dan Partai Komunis Cina. PKI memiliki pengaruh besar di Indonesia yang dapat dilihat dari kemenangan partai tersebut pada pemilu 1955. Saat itu PKI menduduki posisi keempat dengan pemilih sebanyak enam belas persen atau setara dengan dua juta orang penduduk Indonesia.

G 30-S/PKI merupakan gerakan yang bertujuan untuk mengkudeta pemerintahan Presiden Sukarno dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis. Gerakan ini dipimpin oleh DN Aidit yang saat itu merupakan ketua dari PKI. Peristiwa G 30-S/PKI telah memberikan dampak negatif dalam kehidupan sosial dan politik masyarakat Indonesia. Bahkan setelah peristiwa tersebut berakhir, kondisi politik Indonesia masih belum stabil. Situasi nasional sangat menyedihkan karena kehidupan ideologi nasional belum mapan. Sementara itu, kondisi politik juga belum stabil karena sering terjadi konflik antar partai politik.

Di masa kini, peristiwa G30-S/PKI dapat dijadikan sebagai pembelajaran berharga bagi generasi muda Indonesia. Dengan banyaknya penderitaan yang dialami oleh bangsa Indonesia, sudah selayaknya pemerintah Indonesia terus menggaungkan kewaspadaan terhadap bahaya kebangkitan kaum komunis secara konsisten. Selain itu, pemerintah juga harus terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ideologi komunis adalah ideologi yang terlarang di Indonesia. Sehingga tidak ada kemungkinan bagi ideologi tersebut untuk kembali bangkit dan menguasai negeri kita tercinta. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Orang mukmin tidak akan terperosok dua kali pada satu lobang.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

 

Sumber:

Permata, H. 2015. Gerakan 30 September 1965 dalam Perspektif Filsaft Sejarah Marxisme. Jurnal Filsafat, 25(2): 220-251.

Syukur, A. 2008. Kehancuran Golongan Komunis di Indonesia. Jurnal Sejarah Lontar, 5(2): 1-8.

Yanti, Fitri. 2017. Peristiwa G 30-S/PKI di Balik Penetapan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 1965. Historia: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 2(2): 33-40.