Menjadi Remaja Berdaya
Sebuah Catatan Dalam Rangka Hari Remaja Internasional
Oleh : Siti Rahmah (mahasiswa PBA FAIPG universitas
Djuanda)
Remaja menempati populasi yang cukup tinggi
jumlahnya yakni 1,2 Milyar atau 18% dari jumlah penduduk dunia (WHO, 2014).
Masa remaja merupakan periode terjadinya petumbuhan dan perkembangan yang pesat
baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Dari data tersebut maka
remaja sangat di perlukan perannya dalam perkembangan zaman di dunia ini. Peran remaja dapat dilakukan dengan
meningkatkan potensi remaja yang tentunya dikolaborasikan dengan potensi semua
generasi yang nantinya akan memberikan manfaat dan dampak baik bagi dunia.
Sesuai dengan tema hari remaja internasional 2022 yang dikutip dari situs
United Nations atau PBB Departemen Ekonomi dan Sosial Anak Muda “Solidaritas
Antargenerasi menciptakan Dunia untuk segala usia” untuk mencapai tujuan pembangunan
berkelanjutan (SDGs).
Dalam prosesnya menjadi remaja berpotensi
harus diimbangi dengan menjadi remaja sehat agar mampu merealisasikan setiap
peranan penting untuk melanjutkan estafet pembangunan dan perkembangan bangsa. Menurut
data dari kementrian kesehatan menerangkan bahwa di dalam masa remaja terjadi
apa yang di namakan growth spurt atau pertumbuhan cepat, juga pubertas. Pada
fase tersebut, terjadi pertumbuhan fisik disertai perkembangan mental-kognitif,
psikis, juga terjadi proses tumbuh kembang reproduksi yang mengatur fungsi
seksualitas. Menkes mengatakan bahwa remaja seringkali dianggap sebagai periode
hidup yang paling sehat. Dalam realita yang terjadi saat ini presentase yang
menunjukan bahwa remaja belum melakukan pola hidup sehat yang baik, pola makan
remaja yang tergambar dari data Global School Health Survey tahun 2015 antara
lain: tidak selalu sarapan (65,2%), sebagia besar remaja kurang mengonsumsi
serat sayur buah (93,6%) dan sering mengonsumsi makanan ber penyedap (75,7%).
Diantara remaja itu juga kurang melakukan aktifitas fisik (42,5%). Apabila cara konsumsi dan pola hidup ini
terus menerus dilakukan oleh setiap remaja maka untuk mewujudkan remaja yang
sehat akan sangat sulit di realisasikan sehingga menghambat peran penting remaja
dalam pembangunan dan perkembangan bangsa.
Di hari remaja internasional tahun ini
saatnya remaja bersama-sama memaknai peran nya yang amat penting dalam
perkembangan dan pembangunan bangsa, menjadi remaja berdaya dengan semangat
belajar dan berdedikasi tinggi, mencari jati diri, dan melatihan soft skils.
Setiap langkah kecil remaja dalam melakukan perubahan dan berkontribusi yang
berdampak baik bagi lingkungan sekitar ialah bagian dari langkah kecil untuk
membantu bangsa dan dunia dalam perkembangan dan pembangunan saat ini. Remaja
merupakan usia emas (golden age) yang menjadi agen perubahan yang
memiliki banyak kesempatan dalam masa nya, mencari banyak pengalaman untuk
menampung potensi, minat dan bakat nya. Remaja yang sudah mengenal dirinya
sendiri lebih dalam, mengenal kemampuan nya, berani mengeluarkan gagasan
kreatif nya, juga mampu berkontribusi bagi ligkungan sekitar nya adalah wujud
dari remaja berdaya.