[email protected] 0251-8240773
Berita

Orasi Ilmiah di Wisuda ke-53 UNIDA, Prof. Mukhamad Najib Beri Pesan Ini untuk Alumni UNIDA

Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., mengajak para wisudawan Universitas Djuanda (UNIDA) untuk menjadi lulusan yang mampu memberikan manfaat, menghadirkan solusi bagi masyarakat, serta terus mengembangkan kompetensi di tengah dinamika perubahan yang berlangsung semakin cepat. Pesan tersebut disampaikannya saat menyampaikan Orasi Ilmiah pada Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Wisuda ke-53 Sarjana dan Sekolah Pascasarjana Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Puri Begawan, Bogor, Selasa (9/6/2026).

Prof. Mukhamad Najib menyampaikan bahwa para lulusan memiliki setidaknya tiga alasan untuk bersyukur pada hari wisuda. Pertama, mereka berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di tengah situasi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian ekonomi. Kedua, mereka lulus dari UNIDA yang telah meraih Akreditasi Unggul. Ketiga, mereka memperoleh bekal keimanan dan ilmu pengetahuan yang menjadi modal penting dalam menjalani kehidupan dan berkontribusi di masyarakat.

“Saudara-saudara yang hari ini diwisuda termasuk kelompok istimewa yang memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Karena itu, bersyukurlah kepada Allah SWT, kepada orang tua, para dosen, dan Universitas Djuanda yang telah mengantarkan saudara hingga berada pada titik ini,” ujarnya.

Prof. Mukhamad Najib kemudian menjelaskan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia saat ini masih berada pada kisaran 32 persen. Artinya, hanya sekitar sepertiga penduduk usia kuliah yang dapat mengakses pendidikan tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut menjadikan para lulusan sebagai kelompok terdidik yang memiliki tanggung jawab lebih besar untuk berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

Prof. Mukhamad Najib juga menyoroti capaian UNIDA sebagai salah satu perguruan tinggi yang berhasil memperoleh Akreditasi Unggul. Dari ribuan perguruan tinggi yang ada di Indonesia, hanya sebagian kecil yang berhasil meraih predikat tersebut.

“Saudara patut bersyukur karena lulus dari kampus yang unggul. Mutu pendidikan menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kebermanfaatan sebagai ukuran kesuksesan seorang lulusan. Menurutnya, alumni perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita harus selalu berpikir tentang solusi. Ketika melihat persoalan di masyarakat, yang didahulukan bukanlah keluhan, melainkan apa yang dapat kita tawarkan dan kontribusi apa yang dapat kita berikan,” tegasnya.

Pesan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan semangat “Kampus Berdampak” yang saat ini menjadi salah satu fokus Kemendiktisaintek. Perguruan tinggi didorong untuk menjadi institusi yang mampu memberdayakan lingkungan dan membantu masyarakat menemukan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.

Selain mendorong alumni untuk memberikan manfaat, Prof. Mukhamad Najib juga mengingatkan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning). Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja berlangsung sangat cepat sehingga lulusan harus terus memperbarui kompetensi dan meningkatkan kualifikasi akademik.

“UNESCO menyebutnya sebagai learning to learn, yaitu kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat. Ilmu yang diperoleh hari ini sangat bermanfaat, tetapi di masa depan akan muncul tantangan dan kebutuhan baru yang membutuhkan keahlian baru pula,” ungkapnya.

Pada akhir orasinya, Prof. Mukhamad Najib berharap para alumni UNIDA dapat menjadi lulusan yang berintegritas, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Di mana pun alumni Universitas Djuanda berada, mereka adalah representasi dari almamaternya. Karena itu, bangunlah reputasi melalui integritas dan kontribusi yang nyata,” pungkasnya.