Pemilu 2024: Buka Hati dan Informasi
Tulisan dalam rangka memperingati Pemilu Serentak 2024
Oleh: Dede Syahrudin, S.AP., M.AP (Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Djuanda)
Pemilu bagi bangsa Indonesia bukanlah hal yang tabu, melainkan sebuah keharusan sebagai sebuah negara yang berasaskan demokrasi. Memilih pemimpin yang lahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Hajatan demokrasi lima tahunan ini tentu menjadi renungan bagi kita, sejauhmana kita bijak dalam memilih pemimpin untuk lima tahun kedepan. Berfikir jernih atas keadaan, pengalaman dan wawasan untuk menentukkan suara kita berlabuh pada pilihan yang diikhtiarkan.
Begitu spesial memang pemilu tahun ini, “pemilu 2024” dilaksanakan secara serentak dengan pemilihan anggota dewan legislative. Rakyat dihadapkan pada banyak pilihan dan ruang interaksi antara kampanye calon presiden dan kampanye calon anggota dewan. Tapi meskipun demikian memang cukup bisa untuk menghemat anggaran pengeluaran partai politik dalam kampanye maupun waktu karena dalam wadah yang bersamaan.
Pertanyaan kemudian adalah bagaimana kita melabuhkan pilihan yang akan kita beri amanah untuk menjadi wakil kita di dewan maupun Presiden yang akan memimpin kita lima tahun kedepan? Apakah sudah berdasarkan pada riset berupa ikhtiar informasi, dialog maupun lain caranya untuk pada akhirnya kita yakin Dialah orang yang tepat atau pilihan terabik yang akan kita beri amanah!
Pemilu adalah jalan ruang hidup kita untuk menjalani dan menikmati kehidupan lima tahun kedepan. Sangat dibutuhkan keseriusan dalam memilih, mengetahui yang dipilih dan tentunya siap menerima konsekuensinya sebagai pemilih atas pilihan. Kesiapan tersebut sangat berkaitan dengan bagaimana kita memahami keadaan bangsa saat ini dan di hubungkan dengan calon pemimpin yang paling terbaik untuk memimpin kita. Pemimpin yang memahami masalah dan mampu menguraikan serta menyelesaikan masalah. Pemimpin yang punya gagasan atau ide serta terbukti mampu melaksanakannya. Pemimpin yang adil serta terbukti keadilannya. Pemimpin yang memiliki kebugaran prima serta baik dalam manajemen stress atau emosi. dan Pemimpin yang mampu berdiplomasi sangat baik terhadap rakyatnya, jajarannya, mitranya dan tentunya dunia internasional.
Maka dari itu, jadilah pemilih yang memilih berdasarkan pada rasional jejak masa lalunya calon pemimpin, masa sekarang atau masa ketika mengemban amanah serta masa yang akan datang dari gagasan atau ide yang ditawarkannya. Dari ketiga itu maka lakukanlah perbandingan dengan informasi yang valid bagaimana rekam jejaknya apakah sesuai atau sebaliknya. Sehingga kemudian kita menjadi pemilih yang bisa mempertanggungjawabkan pada diri sendiri sebagai pertanggungjawaban moral maupun nurani kita.
Selain itu, sebagai insan yang berketuhanan. Maka salah satu yang menjadi pijakan kita dalam memilih pemimpin adalah merujuk pada bagaimana agama mengarahkan kita pada sesuatu yang terbaik atau apabila tidak ada yang terbaik lihatlah yang memiliki madhorotnya lebih sedikit. Itulah mengapa memilih pemimpin juga menjadi bagian penting dalam bentuk ketaatan kita pada agama. Semoga hati nurani kita tetap terjaga dengan baik dan menjadikan agama serta informasi yang valid sebagai rujukan terbaik dalam memilih pemimpin.