Peringati 10 Muharram, UNIDA Selenggarakan Munajat dan Santunan Anak Yatim
Bertepatan
dengan tanggal 10 Muharram 1444 Hijriyah, Yayasan Pusat Studi Pengembangan
Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) bersama Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan
kegiatan bertajuk Munajat Muharram dan Santunan Anak Yatim, Senin (8/8/2022) di
Masjid Baitul Hamdi, Kampus UNIDA.
Kegiatan
ini mengangkat tema "Implementasi 21
Nilai Karakter Tauhid Terhadap Pembentukan Kepribadian Insan UNIDA"
dengan diisi tausiah oleh Dosen Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru
(FAIPG) UNIDA yang juga merupakan Staf Khusus Rektor Bidang Pengembangan
Jaringan Internasional, Ustadz Radif Khotamir Rusli, M.Ed.
Hadir
memberikan sambutan, Ketua YPSPIAI, Dr. H. Bambang Widjojanto, SH., M.Sc
mengatakan, bulan Muharram merupakan bulan yang istimewa, awal dari pergantian
tahun umat Islam. Bagi orang-orang yang berfikir serta para pencari ridho
Allah, di setiap pergantian tahun, ini dijadikan sebagai sebuah momentum untuk
melakukan muhasabah.
“Ada
tradisi yang terus menerus dilestarikan, didukung dan bahkan harus diapresiasi
di lingkungan yayasan kita ini, yaitu adanya kegiatan munajat muharram yang
pada saat bersamaan kita juga melakukan santunan untuk anak yatim. Ini patut kita
jadikan renungan, untuk juga melakukan introspeksi diri, sembari terus menyusun
rencana dan strategi apa saja tutur kata, sikap, prilaku dan amalan yang harus
ditingkatkan,” ungkapnya.
Selain
itu, pada setiap tanggal 10 bulan Muharram, ada hal yang sangat dianjurkan oleh
Rasululullah SAW, yakni menyayangi anak yatim. Memelihara anak yatim adalah
sebuah kewajiban. Dalam hadist,
disebutkan bahwa keutamaan menyayangi anak yatim, antara lain ialah diantaranya
berada dekat dengan Rasullullah, seperti dekatnya jari telunjuk dan jari
tengah. Kedua, mendapat predikat sebagai abrar. Ketiga, terhindar dari siksa akhirat.
“Semoga
peringatan pada kali ini, tidak hanya punya makna mendalam. Kita tidak sekedar
memperingati, hari ini kita berikrar dan berkhidmat bahwa kepedulian kepada
anak yatim adalah pilihan yang harus diambil dalam kehidupan sehari-hari, baik
kini dan mendatang,” tuturnya.
Sementara
itu, Ustadz Radif Khotamir Rusli, M.Ed dalam tausiahnya menyampaikan, manusia
setidaknya mencari 2 hal dalam hidup, yakni rahmat dan keberkahan. Kaitannya
dengan bulan Muharram, bulan ini merupakan bulan yang menandai awal hijrahnya
Rasulullah SAW, berpindah dari Mekkah ke Madinah. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 218
disebutkan bahwasanya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan
berjihad di jalan Allah, mereka mengharapkan rahmat Allah SWT.
“Assalamualaikum merupakan salam yang
sejatinya kita cari setiap waktu, yaitu rahmat, atau kasih sayang Allah SWT,
dan kedua, yakni barokah yang
seringkali kita ucapkan. Barokah ini
diartikan sebagai manfaat, ada juga yang memaknai dengan kegunaan atau fungsi.
Tapi jika sekedar ini, orang non muslim pun merasakan itu. Sehingga, barakah yang
dimaksud dalam Islam adalah tidak semata-mata bukan hanya manfaat, tapi manfaat
yang memberikan manfaat atau kebaikan selanjutnya, khususnya dalam konteks
beribadah,” terangnya.
“Kita
mengetahui tujuan hijrah, menggapai rahmat. Maka dalam 21 Nilai Karakter Tauhid,
menggenggam dunia menggapai akhirat adalah pengejawantahan untuk mencapai
rahmat dari Allah SWT. Adapun tahun hijriah yang berawal dari kata hijrah, saat
ini konteksnya lebih kepada pindahnya dari perbuatan buruk menjadi perbuakan
baik, perbuatan tidak baik menjadi perbuatan yang sholeh, upaya hijrah yang memerlukan jihad,” tambahnya.
Sebagai
informasi, santunan diserahkan langsung secara simbolis oleh Chancellor UNIDA
Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH didampingi Ketua YPSPIAI Dr. H. Bambang
Widjojanto, SH., M.Sc dan perwakilan pejabat struktural di lingkungan UNIDA.
Paket santunan berupa bingkisan dan uang tunai yang diberikan kepada anak yatim
di sekitar lingkungan kampus UNIDA dan sekitarnya.