[email protected] 0251-8240773
Berita

Peringati 10 Muharram, UNIDA Selenggarakan Munajat dan Santunan Anak Yatim

Bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1444 Hijriyah, Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) bersama Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Munajat Muharram dan Santunan Anak Yatim, Senin (8/8/2022) di Masjid Baitul Hamdi, Kampus UNIDA.

Kegiatan ini mengangkat tema "Implementasi 21 Nilai Karakter Tauhid Terhadap Pembentukan Kepribadian Insan UNIDA" dengan diisi tausiah oleh Dosen Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) UNIDA yang juga merupakan Staf Khusus Rektor Bidang Pengembangan Jaringan Internasional, Ustadz Radif Khotamir Rusli, M.Ed.

Hadir memberikan sambutan, Ketua YPSPIAI, Dr. H. Bambang Widjojanto, SH., M.Sc mengatakan, bulan Muharram merupakan bulan yang istimewa, awal dari pergantian tahun umat Islam. Bagi orang-orang yang berfikir serta para pencari ridho Allah, di setiap pergantian tahun, ini dijadikan sebagai sebuah momentum untuk melakukan muhasabah.

“Ada tradisi yang terus menerus dilestarikan, didukung dan bahkan harus diapresiasi di lingkungan yayasan kita ini, yaitu adanya kegiatan munajat muharram yang pada saat bersamaan kita juga melakukan santunan untuk anak yatim. Ini patut kita jadikan renungan, untuk juga melakukan introspeksi diri, sembari terus menyusun rencana dan strategi apa saja tutur kata, sikap, prilaku dan amalan yang harus ditingkatkan,” ungkapnya.

Selain itu, pada setiap tanggal 10 bulan Muharram, ada hal yang sangat dianjurkan oleh Rasululullah SAW, yakni menyayangi anak yatim. Memelihara anak yatim adalah sebuah kewajiban. Dalam hadist, disebutkan bahwa keutamaan menyayangi anak yatim, antara lain ialah diantaranya berada dekat dengan Rasullullah, seperti dekatnya jari telunjuk dan jari tengah. Kedua, mendapat predikat sebagai abrar.  Ketiga, terhindar dari siksa akhirat.

“Semoga peringatan pada kali ini, tidak hanya punya makna mendalam. Kita tidak sekedar memperingati, hari ini kita berikrar dan berkhidmat bahwa kepedulian kepada anak yatim adalah pilihan yang harus diambil dalam kehidupan sehari-hari, baik kini dan mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, Ustadz Radif Khotamir Rusli, M.Ed dalam tausiahnya menyampaikan, manusia setidaknya mencari 2 hal dalam hidup, yakni rahmat dan keberkahan. Kaitannya dengan bulan Muharram, bulan ini merupakan bulan yang menandai awal hijrahnya Rasulullah SAW, berpindah dari Mekkah ke Madinah. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 218 disebutkan bahwasanya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka mengharapkan rahmat Allah SWT.

Assalamualaikum merupakan salam yang sejatinya kita cari setiap waktu, yaitu rahmat, atau kasih sayang Allah SWT, dan kedua, yakni barokah yang seringkali kita ucapkan. Barokah ini diartikan sebagai manfaat, ada juga yang memaknai dengan kegunaan atau fungsi. Tapi jika sekedar ini, orang non muslim pun merasakan itu. Sehingga, barakah yang dimaksud dalam Islam adalah tidak semata-mata bukan hanya manfaat, tapi manfaat yang memberikan manfaat atau kebaikan selanjutnya, khususnya dalam konteks beribadah,” terangnya.

“Kita mengetahui tujuan hijrah, menggapai rahmat. Maka dalam 21 Nilai Karakter Tauhid, menggenggam dunia menggapai akhirat adalah pengejawantahan untuk mencapai rahmat dari Allah SWT. Adapun tahun hijriah yang berawal dari kata hijrah, saat ini konteksnya lebih kepada pindahnya dari perbuatan buruk menjadi perbuakan baik, perbuatan tidak baik menjadi perbuatan yang sholeh, upaya hijrah yang memerlukan jihad,” tambahnya.

Sebagai informasi, santunan diserahkan langsung secara simbolis oleh Chancellor UNIDA Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH didampingi Ketua YPSPIAI Dr. H. Bambang Widjojanto, SH., M.Sc dan perwakilan pejabat struktural di lingkungan UNIDA. Paket santunan berupa bingkisan dan uang tunai yang diberikan kepada anak yatim di sekitar lingkungan kampus UNIDA dan sekitarnya.