Televisi Mengubah Dunia di Era Digitalisasi
Oleh: Maria Fitriah, S.Sos., M.Si (Dosen Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Djuanda)
Televisi merupakan penyiaran gambar dan suara (audio visual) dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Televisi berkembang sesuai dengan kecanggihan teknologi komunikasi. Televisi sebagai bagian dari media komunikasi dalam penyampaian informasi. Bukan hanya sebagai simbol media komunikasi, tetapi berperan penting secara globalisasi. Televisi membawa dampak pada dunia, khususnya fokus isu-isu masalah besar. Melalui televisi, masyarakat akan mendapatkan informasi dengan kekuatan yang dimiliki yaitu informasi dengan kemasan narasi suara dan gambar yang dapat menunjukkan fakta. Televisi mampu mengambil perhatian publik terkait konflik atau peristiwa dunia.
Hari Televisi Sedunia ditetapkan bermula pada 1966 ketika Majelis Umum PBB mendeklarasikan diperingati setiap 21 November. Penetapan Hari Televisi Sedunia ini sebagai pengakuan atas meningkatnya dampak televisi terhadap pengambilan keputusan dengan membawa perhatian dunia pada konflik dan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan serta peran potensialnya dalam mempertajam fokus pada isu-isu besar lainnya, termasuk masalah ekonomi dan sosial. Seiring perkembangan teknologi komunikasi, televisi telah mengubah tampilan dalam saluran streaming.
Gen-Z yang banyak menggunakan waktunya dengan media sosial dapat merubah gaya hidup pada program Digital Broadcasting System (DBS). Berbagai konten dapat diakses dengan mudah mengenai masalah dunia. Salah satunya, wabah yang telah kita lalui yaitu pandemi Covid 19. Tidak hanya masalah Kesehatan, tentunya berpengaruh pada masalah ekonomi dan sosial dalam kehidupan sejak masuknya virus di awal 2020 hingga ditetapkan menjadi pandemi.
Tayangan masuknya virus pertama kali, pencegahan penularan, dan dampak besar pada aspek-aspek lainnya pada kehidupan. Hal ini membuat masyarakat di dunia mengalami perasaan keingintahuan dan cemas. Pemberitaan atau informasi berbagai negara dapat kita ketahui melalui tayangan televisi. Kali ini sorotan mata kita menaruh perhatian pada pemberitaan konflik Palestina-Israel.
Tayangan masuknya virus pertama kali, pencegahan penularan, dan dampak besar pada aspek-aspek lainnya pada kehidupan. Hal ini membuat masyarakat di dunia mengalami perasaan keingintahuan dan cemas. Pemberitaan atau informasi berbagai negara dapat kita ketahui melalui tayangan televisi. Kali ini sorotan mata kita menaruh perhatian pada pemberitaan konflik Palestina-Israel. Melalui televisi, kita dapat memiliki sikap kognitif, afektif, dan behavioral.
Di Indonesia, hasil survei We Are Social menyebutkan bahwa layanan streaming film dan televisi merupakan konten berbayar favorit yang paling banyak dipilih oleh pengguna internet saat ini. Popularitas tayangan televisi mengalami peningkatan. Seperti dilansir Nielsen, angka pengguna layanan televisi streaming diperkirakan akan semakin menanjak karena fleksibilitas dan keleluasaan yang diberikan terkait waktu menonton, tipe peranti yang digunakan, serta jenis tayangan yang ingin disaksikan. Berbeda halnya dengan tayangan televisi konvensional yang hanya bisa diakses sesuai jadwal acara yang sudah ditetapkan, tayangan streaming bisa dinikmati kapan saja sesuai kehendak dan ketersedian waktu.
Era globalisasi ini menuntut kita dalam penggunaan internet pada akses informasi atau tayangan jarak jauh yang menjadi gaya hidup. Tayangan-tayangan di dunia kita bisa konsumsi dengan mudah. Hal ini menjadi budaya komunikasi dengan suguhan tayangan televisi streaming. Survei yang dilakukan Nielsen, di Indonesia, televisi merupakan media utama yang dikonsumsi masyarakat, baik di Jawa maupun Luar Jawa. Televisi dikonsumsi 95 persen masyarakat. Harapannya, tayangan-tayangan televisi dapat lebih meningkatkan kualitas dalam