Tim Dosen Peneliti UNIDA Gelar FGD, Integrasikan Deep Learning untuk Cetak Generasi Berkarakter dan Kompeten
Tim Peneliti Dosen Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penelitian dengan tema "Model Pembelajaran Mendalam Terintegrasi (Integrated Deep Learning-In Deepin) Berbasis Capaian Kompetensi Profil Lulusan Abad 21" bertempat di Nemuru Grand Bhuvana Ciawi pada Rabu (3/12/2025). Kegiatan tersebut menghadirkan Guru Besar Bidang Pengembangan Kurikulum Fakultas Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sekaligus Ketua Umum Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) periode 2022-2026, Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A., sebagai narasumber utama.
FGD Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd ini merupakan bagian dari riset hibah kompetitif yang berhasil lolos seleksi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan pendekatan deep learning untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang kuat.
FGD Penelitian ini adalah sebagai salah satu kegiatan akhir dalam penelitian terapan hibah BIMA dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2025.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A memberikan apresiasi tinggi terhadap penelitian yng sedang dijalankan oleh Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd beseta para anggotanya, beliau menyampaikan bahwasanya riset ini berkaitan dengan model pembelajaran mendalam terintegrasi berbasis capaian kompetensi profil lulusan.
"Saya sangat mengapresiasi riset yang sedang dilaksanakan oleh Ibu Rusi ini berkaitan dengan model pembelajaran mendalam terintegrasi berbasis capaian kompetensi profil lulusan. Pembelajaran mendalam yang dimaksud ini agar kedepannya anak-anak kita, siswa-siswa kita, menjadi pribadi yang bermartabat, bukan hanya pengetahuannya tetapi juga keterampilannya. Yang paling penting adalah karakter, sikap, kepribadian, dan kesantunan," ujarnya.
Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A juga menjelaskan bahwasanya didalam karakter juga terkandung spiritual competencies. Beliau menekankan untuk mendidik generasi muda yang spiritual kompetensinya terjaga, dalam masyarakat muslim spiritual kompetensi ini sama dengan agama lain, yaitu dengan meningkatkan iman dan takwa.
Mengutip Robert Ernst, peraih Nobel bidang fisika, Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A menegaskan pentingnya mengajar berdasarkan hasil riset.
"Mengajar dan riset ini merupakan hal yang sangat vital. Walaupun mengajar di sekolah dasar, akan sangat bagus apabila cara mengajar kita didasarkan dari riset, dari pengamatan, dari fakta lapangan," ujarnya.
"Riset ini sangat ditunggu masyarakat Indonesia. Hasilnya akan memberikan bukti-bukti empirik tentang bagaimana mengembangkan pembelajaran mendalam secara terintegrasi untuk mencapai profil lulusan," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A juga menjelaskan bahwa integrasi dalam pembelajaran mendalam mencakup keterpaduan tujuan, materi, media, metode, pendekatan, dan penilaian.
"Jangan sampai tujuannya A, materinya B, medianya C, metodenya D. semuanya harus seragam dan satu kesatuan. Ketika tujuannya ditetapkan, maka tentukan materi apa yang cocok untuk mencapai itu, media yang digunakannya apa, serta metodenya bagaimana. Itu terintegrasi secara fungsional," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap delapan profil lulusan yang ditetapkan pemerintah, termasuk iman dan takwa, bukan hanya menjadi tanggung jawab guru agama semata.
"Bagaimana matematika memberikan sumbangsih untuk meningkatkan iman takwa, bagaimana bahasa Inggris bisa memberikan sumbangsih untuk meningkatkan iman takwa, itu yang disebut terintegrasi," ujarnya.
FGD Penelitian yang dihadiri oleh perwakilan guru dan kepala sekolah ini, Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A berharap para peserta dapat memberikan kontribusi maksimal melalui instrumen penelitian yang meliputi angket dan wawancara terkait praktik pedagogis, pengalaman belajar, lingkungan pembelajaran, dan kemitraan.
"Hasil riset ini akan sangat bergantung pada keterlibatan para guru sebagai responden. Ibu dan bapak guru yang hadir sekarang adalah sampel yang akan memberikan masukan agar riset ini bisa mendapatkan hasil yang baik," tuturnya.
“Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan model pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan sesuai dengan konteks pendidikan Indonesia. Model pembelajaran mendalam terintegrasi ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan dalam mewujudkan lulusan yang berkarakter kuat, kompeten, dan siap menghadapi tantangan abad 21,” tambahnya.
Kegiatan FGD Penelitian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi lebih dalam lagi oleh Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan diakhiri dengan sesi foto bersama.