[email protected] 0251-8240773
Berita

Tingkatkan Kualifikasi Lulusan Melalui Peran Dosen dalam Improvisasi Metode Pembelajaran Kelas, FH UNIDA Bogor Selenggarakan Workshop dan FGD

Fakultas Hukum (FH) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Workshop dan Forum Groud Disscussion (FGD) Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Program Studi Hukum dengan tema "Peningkatan Kualifikasi Lulusan Melalui Peran Dosen dalam Improvisasi Metode Pembelajaran Kelas" secara hybrid yaitu daring menggunalan aplikasi Zoom Cloud Meetings dan secara luring di Hotel Horison Ultima Bhuvana Ciawi pada Senin sampai dengan Selasa, 8 s.d 9 Agustus 2022. Kegiatan tersebut diisi oleh Asesor BKD LLDIKTI dan CS Manager SEVIMA, Wahyudi Agustiono, Ph.D dan Reviewer Proposal Penelitian DIKTI, Founder of Graha Inklusif dan Dosen Tetap Prodi PGSD UNIDA Bogor, Dr. Rasmitadila, ST., M.Pd dan dihadiri oleh Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH, Wakil Rektor III UNIDA Bogor, Dr. Ir. Ristika Handarini, MP beserta jajaran serta diikuti oleh dosen FH UNIDA Bogor. Ada pun yang menjadi fasilitator yaitu Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd, Dr. La Ode Amril, M.Pd, Dr. Helmia Tasti Adri, M.Pd.Si dan Dr. Irman Suherman, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Wakil Rektor III UNIDA Bogor, Dr. Ir. Ristika Handarini, MP dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya pada hari ini FH UNIDA Bogor telah menginisiasi pelaksanaan penyusunan RPS mata kuliah Prodi Hukum yang dilaksanakan secara khusus. Dan RPS merupakan Indikator penting pada saat akan dimulainya pembelajaran semester.

“Dengan adanya SN Dikti Permendikbud No 3 Tahun 2020 dalam Tap 2 Pasal 12 ayat 2 bahwa RPS dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dengan kelompok keahlian dalam suatu bidang ilmu pengetahuan dan atau tekonologi dalam program studi yang harus memuat identitas prodi, mata kuliah, dosen pengampu, nama prodi, capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan kepada mata kuliah, kemampuan akhir yang direncanakan pada setiap pembelajaran untuk mencapai untuk mencapai pembelajaran lulusan, bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai, metode pembelajaran, waktu yang disediakan untuk mencapai, kemampuan pada tiap tahap pembelajaran serta pengelaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan mahasiswa selama satu tahun,” tutur Dr. Ir. Ristika Handarini, MP.

Lalu Dekan FH UNIDA Bogor, Dr. H. Achmad Jaka Santos Adiwijaya, SH., LL.M dalam sambutannya menyatakan bahwasanya diharapkan workshop dan FGD ini dapat berjalan dengan lancar dan diikuti oleh semua peserta sampai tuntas serta dapat menghasilkan luaran yang sesuai dengan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini.

“RPS ini diperlukan karena sebagai organisasi FH UNIDA Bogor tentunya memiliki visi, misi dan juga memiliki kompetisi dengan fakultas hukum perguruan tinggi lain, tentu FH UNIDA Bogor memiliki perangkat dosen sebagai civitas akademik yang menjadi motor proses pembelajaran yang ada di fakultas dan dalam kompetisi ini bukan hanya fakultasnya yang berkompetisi akan tetapi dosennya juga yang berkompetisi sebagai civitas akademik maka dosen harus selalu berprestasi. Saat ini kita sama-sama mengetahui bahwa posisi kita ada di klaster Baik Sekali dan hendak menuju klaster Unggul yang tentunya salah satu persyaratannya yaitu penilaian kinerja mahasiswa dan dosen. Untuk meningkatkan kualitas mahasiswa tentunya tidak terlepas dari aspek dosen dan metode pembelajaran yang digunakan oleh karena itu sangat diperlukan menyusun RPS ini untuk peningkatan kinerja mahasiswa maupun dosen FH UNIDA Bogor,” ungkap Dr. H. Achmad Jaka Santos Adiwijaya, SH., LL.M.

Selanjutnya Asesor BKD LLDIKTI dan CS Manager SEVIMA, Wahyudi Agustiono, Ph.D dalam penyampaian materinya menyatakan bahwasanya penyusunan RPS ini sangat penting untuk dilaksanakan ditambah dengan sudah termuatnya Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam RPS maka akan memiliki bobot nilai yang besar dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas. Materi disampaikan yaitu Integrasi Kebijakan MBKM dalam RPS, selain integrasi ada juga rasionalisasi. Dalam bahasan kali ini akan dibahas bagaimana caranya mengintegrasikan sekaligus merasionalisasikan MBKM ke dalam RPS yang akan disusun. 

“Poin-poin penting dari apa yang saya sampaikan dalam pertemuan kali ini yaitu prodi menyiapkan pola masa belajar, prodi memetakan sebaran kelompok mata kuliah utama dan mata kuliah tambahan, pengambilan mata kuliah utama di prodi sama dengan transfer kredit, pengambilan mata kuliah tambahan di prodi, mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa luar prodi yang ditawarkan prodi yang mengadakan MoU serta pembimbing akademik berperan dalam membimbing mahasiswa program studi untuk mengambil mata kuliah di luar program studi,” ungkap Wahyudi Agustiono, Ph.D

Pada kesempatan yang sama, Reviewer Proposal Penelitian DIKTI, Founder of Graha Inklusif dan Dosen Tetap Prodi PGSD UNIDA Bogor, Dr. Rasmitadila, ST., M.Pd dalam paparan materinya menyatakan bahwa penyusunan RPS ini sangat baik karena RPS dapat menjadi panduan bagi dosen dalam pengampuan pembelajaran pada perkuliahan, menjadi acuan bagi siklus perbaikan berkelanjutan (PDCA), memberikan transparansi dan akuntabilitas dalam pembelajaran, memberikan panduan belajar bagi mahasiswa yang terang benderang, menjamin ketercapaian hasil belajar serta agar belajar lebih efisien dan efektif serta fokus pada performa hasil belajar.

“Jika kita berbicara tentang menyusun RPS tidak hanya menyusun pertemuan per pertemuan tetapi bagaimana menyusun perkuliahan itu menjadi sebuah perencanaan yang menarik dan itu sangat penting. Di dalam proses pembelajaran yang menjadi salah satu bagaimana mengukur ketercapaian pembelajaran itu tidak lepas dari adanya perkembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan dan ini yang harus kita tumbuhkan dalam RPS nanti yang akan disusun khususnya dalam strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran itu direncanakan oleh dosen dan itu tidak mendadak ketika pembelajaran akan dilaksanakan. Maka dari itu pembelajaran adalah sesuatu yang direncanakan, oleh karena itu kegiatan penyusunan RPS ini menjadi sangat baik untuk dilaksanakan,” tutur Dr. Rasmitadila, ST., M.Pd.

Kegiatan Workshop dan FGD tersebut dilanjutkan dengan penyusunan RPS tiap kelompok rumpun ilmu dan pendampingan oleh para fasilitator.