Tingkatkan Kualifikasi Lulusan Melalui Peran Dosen dalam Improvisasi Metode Pembelajaran Kelas, FH UNIDA Bogor Selenggarakan Workshop dan FGD
Fakultas Hukum (FH)
Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Workshop dan Forum
Groud Disscussion (FGD) Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata
Kuliah Program Studi Hukum dengan tema "Peningkatan Kualifikasi Lulusan
Melalui Peran Dosen dalam Improvisasi Metode Pembelajaran Kelas" secara hybrid
yaitu daring menggunalan aplikasi Zoom Cloud Meetings dan secara luring
di Hotel Horison Ultima Bhuvana Ciawi pada Senin sampai dengan Selasa, 8 s.d 9
Agustus 2022. Kegiatan tersebut diisi oleh Asesor BKD LLDIKTI dan CS Manager
SEVIMA, Wahyudi Agustiono, Ph.D dan Reviewer Proposal Penelitian DIKTI, Founder
of Graha Inklusif dan Dosen Tetap Prodi PGSD UNIDA Bogor, Dr. Rasmitadila, ST.,
M.Pd dan dihadiri oleh Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH,
Wakil Rektor III UNIDA Bogor, Dr. Ir. Ristika Handarini, MP beserta jajaran
serta diikuti oleh dosen FH UNIDA Bogor. Ada pun yang menjadi fasilitator
yaitu Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd, Dr. La Ode Amril, M.Pd, Dr. Helmia Tasti
Adri, M.Pd.Si dan Dr. Irman Suherman, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini merupakan
bagian dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Wakil Rektor III
UNIDA Bogor, Dr. Ir. Ristika Handarini, MP dalam sambutannya menyampaikan
bahwasanya pada hari ini FH UNIDA Bogor telah menginisiasi pelaksanaan
penyusunan RPS mata kuliah Prodi Hukum yang dilaksanakan secara khusus. Dan RPS merupakan Indikator penting pada saat akan dimulainya pembelajaran semester.
“Dengan adanya SN Dikti
Permendikbud No 3 Tahun 2020 dalam Tap 2 Pasal 12 ayat 2 bahwa RPS dikembangkan
oleh dosen secara mandiri atau bersama dengan kelompok keahlian dalam suatu
bidang ilmu pengetahuan dan atau tekonologi dalam program studi yang harus memuat
identitas prodi, mata kuliah, dosen pengampu, nama prodi, capaian pembelajaran
lulusan yang dibebankan kepada mata kuliah, kemampuan akhir yang direncanakan
pada setiap pembelajaran untuk mencapai untuk mencapai pembelajaran lulusan,
bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai, metode
pembelajaran, waktu yang disediakan untuk mencapai, kemampuan pada tiap tahap
pembelajaran serta pengelaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang
harus dikerjakan mahasiswa selama satu tahun,” tutur Dr. Ir. Ristika Handarini, MP.
Lalu Dekan FH UNIDA
Bogor, Dr. H. Achmad Jaka Santos Adiwijaya, SH., LL.M dalam sambutannya
menyatakan bahwasanya diharapkan workshop dan FGD ini dapat berjalan dengan
lancar dan diikuti oleh semua peserta sampai tuntas serta dapat menghasilkan
luaran yang sesuai dengan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini.
“RPS ini diperlukan
karena sebagai organisasi FH UNIDA Bogor tentunya memiliki visi, misi dan juga
memiliki kompetisi dengan fakultas hukum perguruan tinggi lain, tentu FH UNIDA
Bogor memiliki perangkat dosen sebagai civitas akademik yang menjadi motor
proses pembelajaran yang ada di fakultas dan dalam kompetisi ini bukan hanya
fakultasnya yang berkompetisi akan tetapi dosennya juga yang berkompetisi sebagai
civitas akademik maka dosen harus selalu berprestasi. Saat ini kita sama-sama
mengetahui bahwa posisi kita ada di klaster Baik Sekali dan hendak menuju
klaster Unggul yang tentunya salah satu persyaratannya yaitu penilaian kinerja
mahasiswa dan dosen. Untuk meningkatkan kualitas mahasiswa tentunya tidak
terlepas dari aspek dosen dan metode pembelajaran yang digunakan oleh karena
itu sangat diperlukan menyusun RPS ini untuk peningkatan kinerja mahasiswa
maupun dosen FH UNIDA Bogor,” ungkap Dr. H. Achmad Jaka Santos Adiwijaya, SH.,
LL.M.
Selanjutnya Asesor
BKD LLDIKTI dan CS Manager SEVIMA, Wahyudi Agustiono, Ph.D dalam
penyampaian materinya menyatakan bahwasanya penyusunan RPS ini sangat penting
untuk dilaksanakan ditambah dengan sudah termuatnya Merdeka Belajar Kampus
Merdeka (MBKM) dalam RPS maka akan memiliki bobot nilai yang besar dalam
Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas. Materi disampaikan yaitu Integrasi
Kebijakan MBKM dalam RPS, selain integrasi ada juga rasionalisasi. Dalam bahasan
kali ini akan dibahas bagaimana caranya mengintegrasikan sekaligus
merasionalisasikan MBKM ke dalam RPS yang akan disusun.
“Poin-poin penting dari apa yang saya sampaikan
dalam pertemuan kali ini yaitu prodi menyiapkan pola masa belajar, prodi
memetakan sebaran kelompok mata kuliah utama dan mata kuliah tambahan,
pengambilan mata kuliah utama di prodi sama dengan transfer kredit, pengambilan
mata kuliah tambahan di prodi, mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa luar prodi
yang ditawarkan prodi yang mengadakan MoU serta pembimbing akademik berperan
dalam membimbing mahasiswa program studi untuk mengambil mata kuliah di luar
program studi,” ungkap Wahyudi Agustiono, Ph.D
Pada kesempatan yang sama, Reviewer Proposal
Penelitian DIKTI, Founder of Graha Inklusif dan Dosen Tetap Prodi PGSD
UNIDA Bogor, Dr. Rasmitadila, ST., M.Pd dalam paparan materinya menyatakan
bahwa penyusunan RPS ini sangat baik karena RPS dapat menjadi panduan bagi
dosen dalam pengampuan pembelajaran pada perkuliahan, menjadi acuan bagi siklus
perbaikan berkelanjutan (PDCA), memberikan transparansi dan akuntabilitas dalam
pembelajaran, memberikan panduan belajar bagi mahasiswa yang terang benderang,
menjamin ketercapaian hasil belajar serta agar belajar lebih efisien dan
efektif serta fokus pada performa hasil belajar.
“Jika kita berbicara tentang menyusun RPS tidak
hanya menyusun pertemuan per pertemuan tetapi bagaimana menyusun perkuliahan
itu menjadi sebuah perencanaan yang menarik dan itu sangat penting. Di dalam
proses pembelajaran yang menjadi salah satu bagaimana mengukur ketercapaian
pembelajaran itu tidak lepas dari adanya perkembangan sikap, pengetahuan dan
keterampilan dan ini yang harus kita tumbuhkan dalam RPS nanti yang akan
disusun khususnya dalam strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran itu
direncanakan oleh dosen dan itu tidak mendadak ketika pembelajaran akan
dilaksanakan. Maka dari itu pembelajaran adalah sesuatu yang direncanakan, oleh
karena itu kegiatan penyusunan RPS ini menjadi sangat baik untuk dilaksanakan,”
tutur Dr. Rasmitadila, ST., M.Pd.
Kegiatan Workshop dan FGD tersebut dilanjutkan
dengan penyusunan RPS tiap kelompok rumpun ilmu dan pendampingan oleh para
fasilitator.