UNIDA dan Masjid Istiqlal Osaka Jajaki Kolaborasi PMB Internasional, Siapkan Kelas Perkuliahan di Jepang
Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor memperkuat langkah internasional pendidikan melalui penjajakan kerja sama strategis dengan Yayasan Masjid Istiqlal Osaka (MIO), Jepang. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (16/6/2026) atau bertepatan dengan 1 Muharam 1448 H tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, sertifikasi halal, hingga program pemberangkatan tenaga kerja ke Jepang.
Pertemuan yang dihadiri oleh Chancellor Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H. dan Rektor UNIDA Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I bersama pengurus Masjid Istiqlal Osaka ini menghasilkan sejumlah kesepahaman penting, salah satunya penguatan promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNIDA di Jepang melalui penyelenggaraan kelas perkuliahan bagi diaspora Indonesia dan masyarakat Jepang yang berminat menempuh pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam.
Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S,H., M.H. menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya UNIDA memperluas akses pendidikan tinggi hingga tingkat internasional.
"Kami melihat Jepang bukan hanya sebagai tujuan kerja bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga sebagai ruang dakwah, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, UNIDA berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang dapat diakses oleh diaspora Indonesia maupun masyarakat Jepang yang ingin mengenal dan mempelajari Islam melalui pendidikan formal yang berkualitas," ujarnya.
Sebagai Kampus Bertauhid, lanjutnya, UNIDA tidak hanya menawarkan program akademik, tetapi juga nilai-nilai keislaman yang dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat global yang ingin mempelajari Islam secara komprehensif.
Dalam pembahasan tersebut, kedua belah pihak sepakat membuka peluang penyelenggaraan kelas perkuliahan UNIDA di Osaka. Program ini ditujukan bagi pekerja migran Indonesia, diaspora, mualaf, maupun warga Jepang yang ingin melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaan mereka.
"Kami berharap kehadiran kelas-kelas UNIDA di Osaka dapat menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia yang berada di Jepang untuk tetap melanjutkan pendidikan. Di sisi lain, program ini juga membuka kesempatan bagi warga Jepang yang tertarik mempelajari nilai-nilai Islam, ketauhidan, dan berbagai disiplin ilmu yang dikembangkan di Universitas Djuanda," tambahnya.
Melalui sistem pembelajaran daring yang fleksibel, calon mahasiswa di Jepang dapat mengikuti perkuliahan program Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3) yang diselenggarakan UNIDA. Berbagai program studi akan diperkenalkan kepada masyarakat Osaka sesuai kebutuhan dan minat calon mahasiswa.
Selain menjadi sarana pendidikan lanjutan bagi diaspora Indonesia, program ini juga diharapkan menjadi media diplomasi pendidikan dan budaya yang memperkenalkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin kepada masyarakat Jepang.
Ketua Yayasan Masjid Istiqlal Osaka Ustadz Herizal Adhardi menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan akademik maupun sosialisasi PMB UNIDA di Jepang.
"Kami melihat banyak pekerja migran, diaspora, dan komunitas muslim di Jepang yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan, namun terkendala waktu dan jarak. Kehadiran program perkuliahan UNIDA di Osaka menjadi solusi yang sangat baik karena memungkinkan mereka tetap bekerja sambil menempuh pendidikan tinggi," katanya.
Masjid Istiqlal Osaka bahkan telah menyiapkan fasilitas pembelajaran yang dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan, seminar, maupun promosi pendidikan.
"Kami ingin Masjid Istiqlal Osaka tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan masyarakat, dan penguatan hubungan Indonesia-Jepang. Karena itu kami siap mendukung sosialisasi PMB UNIDA serta penyelenggaraan kegiatan akademik di Osaka," tambahnya.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, kerja sama UNIDA dan MIO juga mencakup pengembangan program pelatihan bahasa Jepang, pendirian Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), pengiriman mahasiswa untuk program pengabdian masyarakat dan KKN internasional di Osaka, serta kolaborasi sertifikasi halal yang memanfaatkan keunggulan Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) UNIDA.
Melalui kolaborasi ini, Universitas Djuanda berharap dapat memperkuat jejaring internasional sekaligus membuka peluang lebih luas bagi masyarakat Indonesia dan Jepang untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas, fleksibel, dan berbasis nilai ketauhidan.
Kerja sama tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) sebagai dasar pelaksanaan berbagai program strategis yang telah disepakati kedua belah pihak.