Veteran Yang Terlupakan
Sebuah Catatan dalam Rangka Hari Veteran
Nasional
Seringkali saat mendengar kata Pahlawan, yang
teringat adalah orang-orang yang berjasa pada negeri ini dalam meraih
kemerdekaan. Dengan diiringi lantunan lagu Mengheningkan Cipta dalam setiap
upacara untuk mengingat para pahlawan yang sudah berpulang. Namun, tahukah kita
bahwa diluar sana masih banyak pahlawan yang turut berjuang membela negara yang
masih hidup sampai saat ini. Merekalah para pejuang yang sejak usia muda sudah
terjun dalam meraih kemerdekaan dari penjajah dalam memperjuangkan dan
mempertahankan kemerdekaan. Usia mereka sudah sangat renta, bahkan ada salah
satu veteran di daerah Pematang Siantar yang sudah berusia 110 tahun.
Veteran, begitulah mereka disebut. Menurut Peraturan
Pemerintah No. 67 Tahun 2014 ada 5 jenis veteran yakni : (1) Veteran Pejuang
Kemerdekaan RI; (2) Veteran Pembela Trikora; (3) Veteran Pembela Trikora (Tri
Komando Rakyat); (4) Veteran Pembela Dwikora (Dwi Komando Rakyat); (4) Veterean
Pembela Seroja; dan (5) Veteran Pejuang Perdamaian (Sesuai aturan PBB).
Pemerintah Indonesia memberikan perhatian kepada para Veteran sebagai
penghargaan atas jasa-jasa mereka di masa terdahulu. Dalam situs Kementerian
Pertahanan RI, ada 5 hak yang diberikan kepada veteran yakni : (1) Tunjangan
Veteran (Tuvet); (2) Dana Kehormatan Veteran (Dahor); (3) Dana Bantuan
Kesehatan; (4) Tunjangan bagi janda, duda atau anak yatim veteran; (5) Satunan
cacat, tunjangan cacat, serta alat bantu yang dibutuhkan veteran.
Dalam realita yang terjadi saat ini, banyak veteran
yang bernasib kurang beruntung. Masih banyak cerita bahwa kehidupan veteran
dibawah garis kemiskinan. Tak jarang ditemukan para veteran yang berprofesi
sebagai tukang becak atau pekerja serabutan. Kehidupan mereka cukup
memprihatinkan mulai dari kondisi tempat tinggal, ekonomi dan pekerjaan. Banyak
pula veteran yang sudah terbaring sakit tanpa mampu melakukan kegiatan
sehari-hari. Melihat fenomena seperti ini, para veteran seolah terlupakan. Di
usia senja, mereka seharusnya mendapat perhatian dan kasih sayang selayaknya
orang tua. Lansia yang sudah mengalami berbagai perubahan secara fisik,
psikologis, sosial, ekonomi maupun fungsional memerlukan sikap dan perhatian
yang khusus sebagai salah satu cara untuk memotivasi mereka dalam menghadapi
kehidupan.