[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

10 Hari Terakhir Ramadhan

Oleh: Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si (Wakil Rektor 3 Bidang Riset, PKM, Inovasi, Hilirisasi dan Pengembangan Institusi Universitas Djuanda)

Pada bulan Ramadhan, Sebagai bulan yang penuh dengan rahmat dan keberkahan, kebaikan dan ampunan serta dijauhkan nya manusia dari api neraka yang berhasil lulus dalam ujian akhir dari siksa api neraka, maka wajib kita untuk senantiasa memanfaatkan setiap peluang kebaikan, Pendidikan dan kurikulum di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, diantaranya adalah:


·         Dengan selalu berdoa kepada Allah dan kita menjadi bagian hambanya yang bertaqwa.

Dalam konteks doa ini ada satu surat yang di firmankan oleh Allah dalam Al-Quran Yang artinya: “Dan Tuhanmu Berfirman, Berdoalah kepadaku, Niscaya aku akan perkenankan bagimu, sesungguhnya orang-orang yang menyombangkan diri dari mimbahku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaaan hina dina” (Q.S Al-Mukmin: 60).

Dalam Firman Allah dapat dijelaskan bahwa doa ini sebuah perintahkan dari Allah kepada hambanya dan Rasul pun menyampaikan doa itu sebagai senjata orang mukmin, dan Allah menyampaikan bagi hamba yang tidak mau berdoa sesungguhnya dia seolah-olah menyombongkan diri dari menyembahku atau berdoa kepada Allah. Ayat ini sebuah keyakinan bagi orang beriman bahwa Allah pasti akan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan hambanya. Keyakinan ini harus ditepati setiap ruang qalbu hati sehingga menjadi sugesti dan semangat hidup dalam kehidupan kita. Pentingnya doa bagi kita sebagai makhluk adalah sebagai bentuk pengakuan dan penghambaan kepada Allah sebagai sang khalik.

Dalam konteks ini kita belajar dari salah satu contoh kisah nabi Musa a.s. Dalam kisah nabi Musa yakni seketika gigi, lalu kemudian salah satu usaha ikhtiar dari nabi musa ialah mencari tabib untuk mengobati sakit giginya agar lekas sembuh, dalam proses ikhtiar dalam mengobati sakitnya tidak ada satu tabib pun yang berhasil menyembuhkan sakitnya. Nabi Musa sebagai Rosul mempunyai keistimewaan untuk bermunajat kepada Allah, lalu beliau berdoa kepada Allah “Yaa Allah Tunjukkanlah kepadaku, agar aku bisa menyembuhkan sakit gigi ku ini”. Kemudian Allah menyampaikan kepada nabi musa ambilah rerumputan didalam hutan lalu kemudian direbus dan dijadikannya bahan itu sebagai obat. Setelah perintah Allah ini dilaksanakan oleh nabi musa, maka kemudian sembuh. Selang beberapa tahun kemudian, nabi musa merasakan sakit gigi kembali, lalu sebagai seorang hamba, beliau berfikir logis sebagai manusia, kemudian dia pergi kembali ke hutan untuk mencari bahan rerumputan untuk dijadikan obat. Tetapi kemudian yang terjadi tidak sembuh-sembuh sakitnya, Lalu kemudian beliau melantukan kalimat istghfar kepada Allah, dan berdoa kepada Allah meminta kesembuhan, dan Allah menyembuhkan sakitnya.

Dari kisah ini kita bisa belajar yang menyatakan bahwa memang doa inilah yang kemudian menyembuhkan ataupun menjadikan sesuatu hal itu dapat terjadi, Selain Doa yang kita panjatkan, ada waktu waktu mustajab untuk kita berdoa kepada Allah swt, diantaranya:


1.       Ketika beribadah puasa dan juga berbuka puasa

(Hadist Jabil Bin Abdullah H.R Abasa – Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari dibulan Ramadhan dan setiap muslim apabila ia memanjatkan doa, Allah akan kabulkan). Dan kemudian bagi orang orang yang menjalankan puasa diharapkan bisa memperbanyak doa Kepada Allah. Serta disebutkan bahwa 3 orang yang doanya tidak tertolak, diantaranya:

1)      Orang yang berpuasa sampai ia berbuka
2)      Pemimpin yang adil
3)      Orang yang di Dzalimi

2.      
Malam Lailatur Qodar

Rosul menyampaikan kepada hambanya sebaiknya kita menemukan malam lailatul Qodar ini dan beliau bersabda agar kita memanjatkan doa khusus berdoalah “ Allahumma innaka affuwwun tuhibbul afwa fafuanni” yang artinya “Yaa Allah sesungguhnya engkau maha pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku” (H.R Tirmdizi dan Humazah).

 ·         Ketika Bersujud

Disebutkan dalam hadist yang artinya (“Seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb nya ialah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaknya berdoa ketika itu “H.R Muslim 482). Dalam bersujud sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Swt dan disitulah kedekatan hambanya kepada sang khalik. Lalu kemudian diterangkan dalam hadist yang lain yang artinya (“Adapun ketika rukuk, maka agungkanlah Allah, sedangkan ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, maka doa tersebut pasti akan dikabulkan untuk kalian” HR. Muslim 479). Dalam sujud terakhir adalah moment yang terbaik dan tempat paling dekat dengan Allah, ketika sujud untuk berdoa jangan melupakan 3 doa didalam bersujud, diantaranya:

1.       Meminta diwafatkan dalam khusnul khotimah
2.       Meminta dan memohon diberikan kesempatan untuk bertaubat sebelum ajal menjemput
3.       Meminta agar hati ini istiqomah dalam agama Allah

 ·         Selesai Sholat Wajib

Waktu mustajab berikutnya ialah seleai sholat wajib, disebutkan dalam hadist yang artinya “Sesungguhnya Rasulullah Saw ditanya tentang doa paling terdengar oleh Allah Swt, Beliau menjawab dipertengahan malam akhir dan setiap selesai sholat fardhu, H.R Tirmidzi dari Abu-umamah r.a).

 ·         Saat Sepertiga 1/3 Malam Terakhir

Saat sepertiga malam terakhir diriwayatkan dalam hadist Rosulullah saw bersabda yang artinya “Allah Swt turun setiap malam kelangit bumi, ketika malam sisa 1/3 akhir, adakah yang memohon kepadaku agar aku kabulkan, adakah yang meminta kepadaku agar aku berikan, adakah memohon ampun kepadaku agar aku ampuni” H.R Bukhari dan Muslim). Dan sebutkan dalam riwayat hadist lainnya yakni (“Dimalam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah yang berkaitan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta” H.R Muslim No 757).

 ·         Saat Turun Hujan

Saat turun hujan merupakan salah satu waktu berdoa yang mustajab dan dari Ibnu Qodamah, Rosulullah saw Bersabda Carilah doa yang mustajab dalam 3 keadaan, diantaranya:

1.       Bertemunya 2 pasukan
2.       Menjelang Sholat dilaksanakan
3.       Saat turun hujan

Dalam keadaan hujan Rosulullah saw memanjatkan doa untuk diturunkan nya hujan yang bermanfaat yakni yang artinya “Yaa Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat.

 ·         Saat Adzan Berkumandang atau Saat Antara Adzan dan Iqomah

Dalam Adzan Berkumandang kita disarankan untuk mengikuti lantunan adzan dan diharapkan bisa berdoa. Dari dari hadist diriwayatkan (“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, atau minimal kemungkinan tertolaknya, yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecambuk ketika 2 kubu saling menyerang” H.R Abu Daud).

 ·         Pada Saat Hari Jumat

Pada hari Jum’at merupakan salah satu waktu mustajab berdoa. Rasulullah saw bersabda (“Di dalam hari jumat tersebut, terdapat waktu jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta, lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” H.R Muslim dan Bukhari). Pada hari jumat ini didalam riwayat hadist yang disebutkan sesungguhnya diantara kalian hari yang terbaik adalah hari jumat, di hari itu nabi adam ciptakan, dihari itu nabi adam wafat, dihari itu tiupan sangsakala pertama dilaksanakan, dan dihari itu pula tiupan kedua dilakukan” (H.R Abu Daud No 1047, An-Nasai No1374, Ibnu Majah No 1085, dan Ahmad No 8). Dalam hal ini, diharapkan setiap hari jumat untuk kita untuk memperbanyak doa dan melakukan amal ibadah kepada Allah Swt.