10 Hari Terakhir Ramadhan
Oleh: Dr. Yudi
Wahyudin, S.Pi., M.Si (Wakil Rektor 3 Bidang Riset, PKM, Inovasi, Hilirisasi dan Pengembangan
Institusi Universitas Djuanda)
Pada bulan
Ramadhan, Sebagai bulan yang penuh dengan rahmat dan keberkahan, kebaikan dan
ampunan serta dijauhkan nya manusia dari api neraka yang berhasil lulus dalam
ujian akhir dari siksa api neraka, maka wajib kita untuk senantiasa
memanfaatkan setiap peluang kebaikan, Pendidikan dan kurikulum di bulan
Ramadhan dengan sebaik-baiknya, diantaranya adalah:
Dalam konteks doa
ini ada satu surat yang di firmankan oleh Allah dalam Al-Quran Yang artinya:
“Dan Tuhanmu Berfirman, Berdoalah kepadaku, Niscaya aku akan perkenankan
bagimu, sesungguhnya orang-orang yang menyombangkan diri dari mimbahku akan
masuk neraka Jahannam dalam keadaaan hina dina” (Q.S Al-Mukmin: 60).
Dalam Firman Allah
dapat dijelaskan bahwa doa ini sebuah perintahkan dari Allah kepada hambanya
dan Rasul pun menyampaikan doa itu sebagai senjata orang mukmin, dan Allah
menyampaikan bagi hamba yang tidak mau berdoa sesungguhnya dia seolah-olah
menyombongkan diri dari menyembahku atau berdoa kepada Allah. Ayat ini sebuah
keyakinan bagi orang beriman bahwa Allah pasti akan mengabulkan setiap doa yang
dipanjatkan hambanya. Keyakinan ini harus ditepati setiap ruang qalbu hati
sehingga menjadi sugesti dan semangat hidup dalam kehidupan kita. Pentingnya
doa bagi kita sebagai makhluk adalah sebagai bentuk pengakuan dan penghambaan
kepada Allah sebagai sang khalik.
Dalam konteks ini
kita belajar dari salah satu contoh kisah nabi Musa a.s. Dalam kisah nabi Musa yakni seketika
gigi, lalu kemudian salah satu usaha ikhtiar dari nabi musa ialah mencari tabib
untuk mengobati sakit giginya agar lekas sembuh, dalam proses ikhtiar dalam
mengobati sakitnya tidak ada satu tabib pun yang berhasil menyembuhkan
sakitnya. Nabi Musa sebagai Rosul mempunyai keistimewaan untuk bermunajat
kepada Allah, lalu beliau berdoa kepada Allah “Yaa Allah Tunjukkanlah kepadaku,
agar aku bisa menyembuhkan sakit gigi ku ini”. Kemudian Allah menyampaikan
kepada nabi musa ambilah rerumputan didalam hutan lalu kemudian direbus dan
dijadikannya bahan itu sebagai obat. Setelah perintah Allah ini dilaksanakan
oleh nabi musa, maka kemudian sembuh. Selang beberapa tahun kemudian, nabi musa
merasakan sakit gigi kembali, lalu sebagai seorang hamba, beliau berfikir logis
sebagai manusia, kemudian dia pergi kembali ke hutan untuk mencari bahan
rerumputan untuk dijadikan obat. Tetapi kemudian yang terjadi tidak
sembuh-sembuh sakitnya, Lalu kemudian beliau melantukan kalimat istghfar kepada
Allah, dan berdoa kepada Allah meminta kesembuhan, dan Allah menyembuhkan
sakitnya.
Dari kisah ini kita
bisa belajar yang menyatakan bahwa memang doa inilah yang kemudian menyembuhkan
ataupun menjadikan sesuatu hal itu dapat terjadi, Selain Doa yang kita
panjatkan, ada waktu waktu mustajab untuk kita berdoa kepada Allah swt,
diantaranya:
(Hadist
Jabil Bin Abdullah H.R Abasa – Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang
dari api neraka pada setiap hari dibulan Ramadhan dan setiap muslim apabila ia
memanjatkan doa, Allah akan kabulkan). Dan kemudian bagi orang orang yang
menjalankan puasa diharapkan bisa memperbanyak doa Kepada Allah. Serta
disebutkan bahwa 3 orang yang doanya tidak tertolak, diantaranya:
2) Pemimpin yang adil
3) Orang yang di Dzalimi
2. Malam Lailatur Qodar
Rosul menyampaikan
kepada hambanya sebaiknya kita menemukan malam lailatul Qodar ini dan beliau
bersabda agar kita memanjatkan doa khusus berdoalah “ Allahumma innaka affuwwun
tuhibbul afwa fafuanni” yang artinya “Yaa Allah sesungguhnya engkau maha
pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku” (H.R Tirmdizi dan
Humazah).
· Ketika Bersujud
Disebutkan dalam
hadist yang artinya (“Seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb nya ialah
ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaknya berdoa ketika itu “H.R Muslim
482). Dalam bersujud sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Swt dan disitulah
kedekatan hambanya kepada sang khalik. Lalu kemudian diterangkan dalam hadist
yang lain yang artinya (“Adapun ketika rukuk, maka agungkanlah Allah, sedangkan
ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, maka doa tersebut pasti
akan dikabulkan untuk kalian” HR. Muslim 479). Dalam sujud terakhir adalah
moment yang terbaik dan tempat paling dekat dengan Allah, ketika sujud untuk
berdoa jangan melupakan 3 doa didalam bersujud, diantaranya:
2. Meminta dan memohon diberikan kesempatan untuk bertaubat sebelum ajal
menjemput
3. Meminta agar hati ini istiqomah dalam agama Allah
· Selesai Sholat Wajib
Waktu mustajab
berikutnya ialah seleai sholat wajib, disebutkan dalam hadist yang artinya
“Sesungguhnya Rasulullah Saw ditanya tentang doa paling terdengar oleh Allah
Swt, Beliau menjawab dipertengahan malam akhir dan setiap selesai sholat
fardhu, H.R Tirmidzi dari Abu-umamah r.a).
· Saat Sepertiga 1/3 Malam Terakhir
Saat sepertiga
malam terakhir diriwayatkan dalam hadist Rosulullah saw bersabda yang artinya
“Allah Swt turun setiap malam kelangit bumi, ketika malam sisa 1/3 akhir,
adakah yang memohon kepadaku agar aku kabulkan, adakah yang meminta kepadaku
agar aku berikan, adakah memohon ampun kepadaku agar aku ampuni” H.R Bukhari
dan Muslim). Dan sebutkan dalam riwayat hadist lainnya yakni (“Dimalam hari
terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah
yang berkaitan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan
Allah akan memberikan apa yang ia minta” H.R Muslim No 757).
· Saat Turun Hujan
Saat turun hujan
merupakan salah satu waktu berdoa yang mustajab dan dari Ibnu Qodamah,
Rosulullah saw Bersabda Carilah doa yang mustajab dalam 3 keadaan, diantaranya:
2. Menjelang Sholat dilaksanakan
3. Saat turun hujan
Dalam keadaan hujan
Rosulullah saw memanjatkan doa untuk diturunkan nya hujan yang bermanfaat yakni
yang artinya “Yaa Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat.
· Saat Adzan Berkumandang atau Saat Antara Adzan dan Iqomah
Dalam Adzan
Berkumandang kita disarankan untuk mengikuti lantunan adzan dan diharapkan bisa
berdoa. Dari dari hadist diriwayatkan (“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, atau
minimal kemungkinan tertolaknya, yaitu ketika adzan berkumandang dan saat
perang berkecambuk ketika 2 kubu saling menyerang” H.R Abu Daud).
· Pada Saat Hari Jumat
Pada hari Jum’at merupakan salah satu
waktu mustajab berdoa. Rasulullah saw bersabda (“Di dalam hari jumat tersebut,
terdapat waktu jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang
ia minta, lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu
tersebut” H.R Muslim dan Bukhari). Pada hari jumat ini didalam riwayat hadist
yang disebutkan sesungguhnya diantara kalian hari yang terbaik adalah hari
jumat, di hari itu nabi adam ciptakan, dihari itu nabi adam wafat, dihari itu
tiupan sangsakala pertama dilaksanakan, dan dihari itu pula tiupan kedua
dilakukan” (H.R Abu Daud No 1047, An-Nasai No1374, Ibnu Majah No 1085, dan
Ahmad No 8). Dalam hal ini, diharapkan setiap hari jumat untuk kita untuk
memperbanyak doa dan melakukan amal ibadah kepada Allah Swt.