[email protected] 0251-8240773
Berita

Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan Puspensif UNIDA Gelar Workshop Transformasi Pembelajaran Inklusif dan Berdiferensiasi bagi Guru SD

Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Pusat Layanan Terpadu Pendidikan Inklusif dan Disabilitas (Puspensif) menyelenggarakan Workshop Transformasi Pembelajaran Inklusif dan Berdiferensiasi Jenjang Sekolah Dasar. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, pada 20–22 Mei 2026, bertempat di Hotel Grand Pesona, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, dan diikuti oleh guru-guru Sekolah Dasar negeri maupun swasta se-Kabupaten Bogor.

Workshop ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas guru menghadapi keberagaman kebutuhan belajar peserta didik di jenjang sekolah dasar. Kegiatan ini juga menjadi kerja sama ketiga antara UNIDA dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dalam penguatan implementasi pendidikan inklusif di lingkungan pendidikan dasar.

Empat narasumber dari Puspensif UNIDA yang juga merupakan dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) hadir dalam workshop tersebut, yakni Dr. Wiworo Retnadi Rias Hayu, M.Pd Teguh Prasetyo, M.Pd., Hanrezi Dhania Hasnin, M.Si., dan Resty Yektyastuti, M.Pd. Para narasumber membekali peserta dengan materi yang relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka dan pembelajaran abad ke-21 yang inklusif.

Kepala Puspensif Universitas Djuanda, Hanrezi Dhania Hasnin, M.Si., menyampaikan bahwa workshop ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru dalam menciptakan pembelajaran yang mampu mengakomodasi keragaman karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

"Melalui workshop ini, para guru diharapkan memiliki pemahaman dan keterampilan yang lebih komprehensif mengenai prinsip-prinsip pendidikan inklusif di Sekolah Dasar, pembelajaran berdiferensiasi, identifikasi kebutuhan belajar peserta didik, strategi pembelajaran adaptif di kelas inklusif, penyusunan modul ajar yang inklusif, pengembangan asesmen adaptif, serta penguatan budaya sekolah yang inklusif dan kolaboratif," ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung transformasi pendidikan yang adaptif dan berkualitas melalui penguatan kompetensi pendidik. Pelaksanaan workshop yang didukung pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor ini diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah dasar.

Melalui workshop ini, guru-guru Sekolah Dasar di Kabupaten Bogor diharapkan semakin siap mengimplementasikan pembelajaran yang inklusif, berdiferensiasi, dan berpusat pada peserta didik sesuai semangat Kurikulum Merdeka. Peningkatan kapasitas guru tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan satuan pendidikan yang ramah bagi seluruh peserta didik, sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Bogor secara berkelanjutan.