679 Mahasiswa UNIDA Ikuti Pembekalan KKN Tematik 2023, Siap Wujudkan Desa Maju, Mandiri dan Berdaya Saing di Kabupaten Bogor
Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar acara Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2023 dengan tema "Public-Private-People Partnership: Bersinergi Membangun Bogor”, yang dilaksanakan secara hybrid, yakni daring melalui platform Zoom Cloud Meetings dan luring di Aula Gedung C UNIDA, pada Senin (10/7/2023).
Kegiatan pembekalan ini dihadiri oleh Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D, Wakil Rektor I UNIDA Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H, Wakil Rektor III UNIDA Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si, para Dekan di lingkungan UNIDA, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) beserta para tamu undangan lainnya.
Turut hadir sebagai pemateri, yakni Dosen Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG UNIDA) Dr. Syamsuddin Ali Nasution, MA dan Kepala Bidang Litbang Bappedalitbang Kabupaten Bogor Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M.
Pada sesi pertama pemaparan materi, Dr. Syamsuddin Ali Nasution, MA menyampaikan mengenai Akhlak dan Etika KKN di Masyarakat.
Dalam paparannya, Dr. Syamsuddin Ali Nasution, MA menjelaskan, akhlak bertalian erat dengan nilai perbuatan manusia, yang baik atau yang buruk. Jika keadaan perbuatan atau perilakunya baik dan terpuji menurut akal dan syariat Islam, maka disebut akhlak yang baik. Sebaliknya, jika keadaan perbuatan dan perilakunya tidak baik, maka disebut akhlak yang buruk.
“Prilaku, sikap atau budi pekerti termasuk di antara hal yang paling disoroti oleh Islam. Akhlak Islamiah menempati posisi yang sangat penting dalam ajaran Islam, sehingga setiap aspek dari ajaran Islam selalu berorientasi pada pembentukan dan pembinaan akhlak yang mulia atau Al-Akhlaq al-Karimah. Rasulullah SAW pun menekankan urgensitas dan perlunya akhlak yang baik sebagaimana terlihat dalam beberapa hadis beliau,” jelasnya.
Dr. Syamsuddin Ali Nasution, MA menambahkan, berdasarkan hadis-hadis tersebut, dapat dipahami bahwa seorang muslim yang senantiasa melaksanakan shalat, puasa, zakat dan haji, tetapi tidak diiringi akhlak yang baik, maka imannya belum dianggap sempurna. Dengan demikian, akhlak al-Karimah dipandang sebagai jantung atau esensi Risalah Islamiah, dan tidak dapat dipisahkan dari Syariah.
“Lalu pertanyaannya, bagaimana seharusnya akhlak kita sebagai peserta KKN terhadap masyarakat? Yakni pertama, peserta KKN ini menjadi da’i, maka niatkan dengan hati yang ikhlas. Budayakan salam, gunakan bahasa yang halus, menyapa anggota masyakat dikenal atau tidak dikenal dengan sopan santun, mendakwahkan ucapan dan perbuatan yang baik sesuai dengan ciri khas adab kehidupan Kampus Bertauhid,” tuturnya.
Sementara itu pada sesi pemaparan materi yang kedua, Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M membahas mengenai peran mahasiswa sebagai Duta Inovasi Desa dalam Mewujudkan Desa Maju, Mandiri dan Berdaya Saing di Kabupaten Bogor.
Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M mengatakan, Kabupaten Bogor menghadapi permasalahan yaitu wilayah geografis yang luas sehingga menyulitkan rentang kendali pembangunan, SDM dan SDA yang besar namun belum dimanfaatkan secara optimal, kemiskinan dan pengangguran yang tinggi sehingga perlu strategi inovasi pentahelix yang bersifat kolaboratif.
Dalam hal ini, kolaboratif tersebut perlu dilakukan dengan berbagai elemen dan unsur di masyarakat, termasuk dengan perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan yang mana didalamnya memiliki tridarma perguruan tinggi, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada Masyarakat.
Peran yang dimiliki perguruan tinggi tidak terlepas dari kontribusi dosen, khususnya mahasiswa yang diharapkan menjadi agen perubahan di masyarakat. Mahasiswa memiliki peran penting untuk ikut berpartisipasi membangun dari desa. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana peran tersebut dapat dioptimalkan.
“Duta Inovasi Desa merupakan penggerak inovasi sosial di pedesaan berbasis kearifan lokal yang didukung sinergi pentahelix untuk memperkuat kapasitas pemerintah desa dan masyarakat desa dalam melakukan inovasi dan pengembangan desa. Program ini mengkombinasikan pengetahuan dan teknologi yang dimiliki oleh perguruan tinggi dengan kebutuhan dan potensi desa,” ungkapnya.
Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M menjelaskan, peran Duta Inovasi Desa ini antara lain dapat melalui pemberian pelatihan dan dukungan teknis dalam meningkatkan kualitas hidup dan memajukan desa, meningkatkan kapasitas pemerintah desa dan masyarakat desa dalam melakukan inovasi dan pengembangan desa, serta menjembatani perguruan tinggi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam memecahkan masalah dan memajukan desa
“Sehingga perguruan tinggi sebagai penggerak dan perantara pemerintah dalam pengembangan inovasi dan pembangunan desa, dapat bersama-sama berkolaborasi mewujudkan desa maju, mandiri dan berdaya saing,” jelasnya.
Lebih jauh, Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M juga menerangkan mengenai aplikasi “Neng Dinda” serta langkah penyusunan rencana kerja dan implementasi kegiatan Duta Inovasi Desa.
Sebagai informasi, UNIDA akan melaksanakan kegiatan KKN Tematik bertajuk “"Public-Private-People Partnership: Bersinergi Membangun Bogor” dengan diikuti oleh 679 mahasiswa dengan didampingi oleh 114 Dosen Pembimbing Lapang (DPL) dari 5 Fakultas di UNIDA.
Ke-5 Fakultas tersebut antara lain Fakultas Pertanian (FAPERTA), Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) serta Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG).
Para mahasiswa yang nantinya dibagi perkelompok, akan diterjunkan ke 87 Desa dari 10 Kecamatan di Kabupaten Bogor, yaitu Kecamatan Ciawi, Kecamatan Megamendung, Kecamatan Cisarua, Kecamatan Caringin, Kecamatan Cigombong, Kecamatan Cijeruk, Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Babakan Madang, Kecamatan Citeureup, dan Kecamatan Gunung Putri.
Adapun program KKN Tematik ini difokuskan pada program prioritas Kabupaten Bogor yaitu penyelesaian stunting, endorsement pendidikan (wajib belajar 9 tahun), penguatan UMKM, serta peningkatan partisipasi politik dan kesadaran hukum.
Baca Juga: Pembekalan KKN Tematik 2023, UNIDA Akan Terjunkan 679 Mahasiswa ke 87 Desa di Kabupaten Bogor