Adakan Penyuluhan di PPM Ar-Ridho Sentul, Mahasiswa FISIP UNIDA Ajak Santri untuk Cerdas dalam Menggunakan Media Sosial
Mahasiswa Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Penyuluhan bertama “Literasi Komunikasi Digital dan Etika Bermedia Sosial” di Pondok Pesantren Modern (PPM) Ar-Ridho Sentul pada Selasa, 2 Juni 2026. Kegiatan ini diisi oleh Mahasiswa Sains Komunikasi FISIP UNIDA, Muhamad Dodi Akbar dengan materi “Literasi Komunikasi Digital”, dan Nur Anisa Salwa dengan materi Etika Bermedia Sosial.
Ketua Pelaksana, Nurhaliza dalam sambutannya menuturkan bahwa penyuluhan ini bertujuan untuk membangun etika santri di media sosial.
"Teman-teman santri saat ini sudah kelas 12 dan sebentar lagi akan menginjak kehidupan diluar pondok. Teman-teman akan segera membiasakan diri dengan media sosial, sehingga penyuluhan ini diharapkan akan membuat teman-teman menjadi santri cerdas, santun, dan bertanggung jawab dalam komunikasi digital," jelasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai Literasi Komunikasi Digital oleh Muhamad Dodi Akbar. Dodi menjelaskan pengertian Literasi Komunikasi Digital.
"Literasi Komunikasi Digital adalah kemampuan memahami, menggunakan, memilih dan menyampaikan informasi melalui media digital secara benar dan bertanggung jawab. Saat ini, media digital menjadi alat komunikasi untuk belajar, membaca berita, berdakwah, berniaga, berdiskusi dan berkomunikasi, sehingga penting bagi santri untuk memiliki literasi komunikasi digital," tuturnya.
Lebih lanjut, Dodi menjelaskan salah hal yang perlu diwaspadai di media digital yaitu hoaks.
"Hoaks adalah informasi atau berita palsu, cara untuk menghindari hoaks adalah Baca-Cek-Pikir-Bagikan, dengan membaca berita sampai selesai, melakukan cek terhadap siapa yang membuat dan menyebarkan, cek sumbernya, tanggal berita, tidak terpancing emosi saat membaca lalu tanyakan kepada orang yang lebih memahami seperti guru atau ustadz," tambahnya.
Selanjutnya, Nur Anisa Salwa memaparkan materi Etika Bermedia Sosial. Salwa mengungkapkan bagaimana seharusnya seseorang menggunakan media sosial.
"Media sosial perlu digunakan dengan sikap sopan, bijak dan bertanggung jawab. Karena setiap yang kita komunikasikan di media sosial memiliki tanggapan berbeda dari setiap orang. seperti menghindari ujaran kebencian dengan menghina ras, suku, agama atau kelompok tertentu, mengejek fisik seseorang, menyebarkan dan mengajak orang lain membenci seseorang," sampainya.
Salwa lalu menyampaikan prinsip komunikasi islami di media sosial.
"Dengan prinsip komunikasi islami yaitu jujur, santun, bertanggun jawab, tidak menyakiti orang lain dan menyebarkan kebaikan, kita akan menjadi seseorang yang memiliki etika di media sosial. Gunakan media sosial dengan akhlak, sehingga setiap postingan, komentar dan pesan menjadi jalan kebaikan dan manfaat, bukan sumber masalah," ungkapnya.