[email protected] 0251-8240773
Berita

Ahli Fisheries Socioeconomics UNIDA Dorong Tata Kelola Transformatif untuk Keberlanjutan Pesisir dan Laut pada The 9th DICAS & DICSS 2025

Dalam rangka memperingati Hari Nusantara atau Deklarasi Djuanda, Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan the 9th Djuanda International Conference on Applied Science (DICAS) dan the 9th Djuanda International Conference on Social Science (DICSS) secara hybrid pada Senin (22/12/2025) di Aula Gedung C UNIDA, Bogor. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wakil Rektor IV UNIDA yang merupakan ahli di bidang Fisheries Socioeconomics, Assoc. Prof. Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si memaparkan gagasan tata kelola transformatif sebagai kunci keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut Indonesia.

Assoc. Prof. Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si menyampaikan materi bertajuk “From Ecosystem Valuation to Transformational Governance: Interdisciplinary Pathways for Sustainable Coastal and Marine Futures”. Ia menyoroti berbagai tantangan persisten di wilayah pesisir dan laut Indonesia, mulai dari degradasi terumbu karang, hilangnya ekosistem mangrove dan lamun, eksploitasi perikanan berlebih, hingga konflik tata ruang dan lemahnya penerjemahan bukti ilmiah ke dalam kebijakan publik.

Assoc. Prof. Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si menegaskan bahwa valuasi ekonomi ekosistem pesisir dan laut memiliki peran strategis dalam mengungkap nilai tersembunyi sumber daya alam yang selama ini kerap terabaikan. Menurutnya, pendekatan valuasi ekosistem dapat menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan pembangunan, pembenaran konservasi, serta penguatan klaim kerugian lingkungan akibat kerusakan ekosistem.

Lebih lanjut, ia menjelaskan perkembangan valuasi ekosistem di Indonesia yang kini bergerak menuju pendekatan jasa ekosistem secara menyeluruh, mencakup jasa penyediaan, pengaturan, budaya, dan pendukung. Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan gambaran jangka panjang mengenai manfaat ekonomi dan sosial dari ekosistem pesisir dan laut bagi kesejahteraan manusia.

Dalam paparannya, Assoc. Prof. Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si juga mengemukakan pentingnya perspektif Social-Ecological System (SES) yang memandang sistem pesisir dan laut sebagai satu kesatuan antara aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Ia menilai keberlanjutan hanya dapat dicapai apabila tata kelola sumber daya dilakukan secara terintegrasi dan berbasis sistem, bukan sektoral.

Menjawab tantangan tata kelola, Assoc. Prof. Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si memperkenalkan konsep marine audit sebagai inovasi kebijakan yang berfungsi sebagai instrumen deteksi dini konflik, pemantauan kepatuhan, serta pencegahan pelanggaran tata ruang laut. Ia juga menekankan pentingnya mekanisme penyelesaian sengketa lingkungan non-litigasi yang berbasis bukti ilmiah dan valuasi ekonomi guna memperkuat keadilan lingkungan.

Assoc. Prof. Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si kemudian menyoroti perlunya tata kelola transformatif melalui empat pilar utama, yakni valuasi ekosistem, pemahaman sistem sosial-ekologis, penguatan audit dan penegakan hukum kelautan, serta inovasi pembiayaan berbasis etika seperti wakaf dan zakat untuk konservasi pesisir dan laut. Menurutnya, pergeseran menuju tata kelola berbasis sistem menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut Indonesia.

“Valuasi ekosistem memberi gambaran tentang apa yang berpotensi kita hilangkan, sementara tata kelola menentukan apakah kehilangan itu benar-benar terjadi,” ungkapnya.

Sebagai informasi, The 9th DICAS & The 9th DICSS yang diselenggarakan oleh UNIDA ini mengusung tema “Converging Knowledge for a Sustainable Future: Leading Transformative Change through Interdisciplinary Innovation”. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi akademisi, peneliti, praktisi, serta pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk berbagi gagasan, hasil riset, dan inovasi lintas disiplin sekaligus memperkuat semangat Deklarasi Djuanda dalam konteks tantangan global pembangunan berkelanjutan masa kini.

Selain Assoc. Prof. Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si, turut menjadi narasumber dalam The 9th DICAS & The 9th DICSS antara lain Prof. Dr. Naim Demirel (Recep Tayyip Erdoğan Üniversitesi, Turki), Prof. Dr. Ravinder Rena (School of Business, Woxsen University, Hyderabad, India), Prof. Dr. Dimitrios Maditinos (Democritus University of Thrace, Yunani), Prof. Dr. Necmettin Marasli (Istanbul Gelisim Üniversitesi, Turki), Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto (Universitas Pendidikan Indonesia & Hiroshima University, Jepang), Prof. Dr. Nuarual Hilal Md (Universiti Utara Malaysia), dan Assoc. Prof. Dr. Abdulkareem Sh. Mahdi Al-Obaidi (From Iraq & Taylor’s University, Malaysia).