Ajak Dosen Susun Proposal Penelitian dan Pengabdian Tahun 2023, LPPM dan BPK Kunjungi FISIPKOM
Dalam rangkaian
acara “Roadshow Penawaran Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat Hibah Kemendikbudristek Tahun Anggaran 2023”, Lembaga Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Badan Pengembangan Keilmuan (BPK)
Universitas Djuanda (UNIDA) kunjungi Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan
Ilmu Komputer (FISIPKOM), pada Selasa, 14 Maret 2023.
Kegiatan ini
dilaksanakan secara hybrid, yakni daring melalui platform Zoom Cloud
Meeting dan luring di Lab Administrasi Publik FISIPKOM UNIDA. Kegiatan
tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III sekaligus Ketua LPPM UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi.,
M.Si beserta jajaran, Kepala BPK UNIDA Dr. Rasmitadila, ST., M.Pd, Dekan
FISIPKOM UNIDA, Dra. Ginung Pratidina, M.Si beserta para Wakil Dekan dan para
dosen di lingkungan FISIPKOM UNIDA.
Wakil Rektor III
sekaligus Ketua LPPM UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam
paparan sambutannya menyatakan bahwasanya ada target yang diamanahkan oleh
Pimpinan UNIDA bahwa UNIDA hendaknya memiliki Bank Proposal yang terdiri dari
penelitian dan pengabdian. Adapun untuk tahun 2023 ini target yang ingin dicapai oleh UNIDA berjumlah 200
proposal.
Dengan target yang berjumlah 200 tersebut,
oleh karena itu roadshow seperti ini perlu dan penting untuk dilakukan.
Dengan adanya 20 program studi di lingkungan UNIDA maka target tersebut minimal
10 proposal perprogram studi, diharapkan UNIDA dapat mencapai target tersebut
dalam rangka peningkatan dan pengembangan universitas.
“Kolaborasi juga sangat penting dalam
meningkatkan dan mengembangkan penelitian dan pengabdian di UNIDA, oleh karena
itu mari kita bekerja sama dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian
tahun 2023 ini dan semoga kegiatan ini dapat memberi dampak nyata dalam rangka
persiapan penyusunan proposal penelitian dan pengabdian,” ungkap Dr. Yudi
Wahyudin, S.Pi., M.Si.
Selanjutnya, Dekan FISIPKOM UNIDA,
Dra. Ginung Pratidina,
M.Si dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih
kepada Tim dari LPPM UNIDA dan BPK UNIDA yang telah berkunjung ke FISIPKOM dalam
agenda roadshow mengenai penawaran Proposal Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat yang tentunya ini akan menjadi sangat penting dan bermanfaat
dalam rangka penyusunan proposal hibah penelitian dan pengebdian.
“Semoga dengan kegiatan roadshow
mengenai penyusunan proposal penelitian dan pengabdian ini dapat meningkatkan
proposal penelitian dan pengabdian dari UNIDA khususnya dari FISIPKOM yang
diterima dan didanai. Diharapkan para dosen FISIPKOM bersungguh-sungguh dalam
mengikuti pertemuan kali ini sehingga nantinya dapat menyusun dan mengunggah
proposal penelitian dan pengabdian yang bagus dan sesuai ketentuan,” tutur Dra.
Ginung Pratidina, M.Si.
Sementara itu,
Kepala BPK UNIDA, Dr. Rasmitadilla, ST., M.Pd dalam paparannya menyatakan
bahwasanya kegiatan ini tentunya dilaksanakan juga di setiap fakultas yang ada
di lingkungan UNIDA dan
pada saat ini dilaksanakan di FISIPKOM UNIDA dalam rangka
meningkatkan jumlah proposal penelitian dan pengabdian yang didanai oleh Kemendikbudristek
di tahun 2023. Dengan kegiatan kali ini, LPPM dan BPK UNIDA mengajak untuk para
dosen menyusun proposal yang
semprna baik penelitian maupun pengabdian.
“Pada kesempatan kali ini juga, kita
adakan sesi diskusi bagaimana tips untuk dosen agar proposalnya dapat diterima
dan didanai. Untuk dapat diterima dan didanai maka dosen
perlu membuat dan menyusun proposal yang sempurna, apa yang dimaksud dengan
proposal sempurna itu adalah proposal yang sesuai dengan template dan panduan dari Kemendikbudristek. Oleh karena itu, kami mengajak untuk menyusun
proposal yang sempurna karena kita membuat proposal untuk menang bukan untuk
kalah,” ungkapnya.
“Dalam penyusunan proposal tentu
dosen harus menentukan terlebih dahulu topik apa yang akan dibahas maka pada
tahap menentukan topik perlu memperhatikan 9 bidang fokus
penelitian yang diantaranya terkait pangan, energi, kesehatan, transportasi,
produk rekayasa keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, sosial
humaniora serta bidang riset lainnya. Selain itu harus memperhatikan juga 5
prioritas riset yaitu green economy, blue
economy, digital economy, tourism serta Health
Independence,” pungkas Dr. Rasmitadilla, ST., M.Pd.