[email protected] 0251-8240773
Berita

Akademisi FISIP UNIDA Tanggapi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam Diskusi Media Menuju Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto - Ade Ruhandi

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA), Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P, menjadi salah satu penanggap dalam acara Diskusi Media bertajuk "Menuju Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto - Ade Ruhandi di Kabupaten Bogor" yang diselenggarakan oleh Vinus Forum pada Rabu, 21 Januari 2026, di Kantor Visi Nusantara Maju, Cibinong, Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P yang juga merupakan Ketua Program Studi Administrasi Publik FISIP UNIDA memberikan pandangannya terkait berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia menyoroti bahwa Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang sangat luas dengan potensi luar biasa, bahkan jumlah penduduknya sudah melebihi beberapa provinsi yang ada di Indonesia.

Dari perspektif kebijakan publik, Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P melihat adanya transisi menuju Collaborative Governance, di mana Kabupaten Bogor berusaha menyelaraskan program nasional dengan daerah. Ia juga mengangkat salah satu misi pemerintahan, yaitu mewujudkan tata kelola yang baik atau good governance dengan transparansi dan partisipasi publik sebagai kunci utama.

"Ini perlu usaha dan sinergitas yang kuat serta koordinasi yang baik dari OPD, bahkan partisipasi masyarakat menjadi sebuah core atau kunci yang memang menjadi fokus utama. Kalau kita melihat dari visinya Kabupaten Bogor 'Bogor Istimewa dan Gemilang', itu kunci yang sangat luar biasa," ujarnya.

Menjelang satu tahun kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi, Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P menilai banyak kebijakan yang dijalankan bertumpu pada kebermanfaatan masyarakat. Ia tidak hanya berbicara tentang kebijakan besar dan populis, tetapi juga mengapresiasi kebijakan yang terlihat sederhana namun berdampak nyata.

Salah satu program yang disoroti adalah "Bogor Caang". Menurutnya, ini merupakan kebijakan luar biasa yang membangun sarana penerangan hingga pelosok daerah. Meskipun fungsinya untuk menerangi, program ini juga menimbulkan rasa aman bagi masyarakat.

"Itu menjadi hal yang kecil, tapi beliau memikirkan itu," katanya.

Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P juga menekankan bahwa tidak ada kebijakan yang dapat memuaskan semua pihak. Dari ketidakpuasan yang mungkin ada, ia berharap kebijakan-kebijakan dari Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi ke depannya dapat memberikan manfaat yang sangat besar untuk masyarakat.

Sebagai penutup, ia mengajak semua pihak, baik itu masyarakat, akademisi, dan media untuk menjalankan fungsinya dalam mengawal pemerintahan Kabupaten Bogor agar lebih istimewa dan gemilang ke depannya.

"Harapannya, tentunya sampai akhir masa jabatan bisa membangun Bogor lebih maju lagi," pungkasnya.