[email protected] 0251-8240773
Informasi

Akhlak Istri Terhadap Suami

Oleh: Tiana Fitrilia, S.Pd., M.Si (Kepala Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Ilmu Pangan Halal Universitas Djuanda Bogor)

Kajian Muslimah

Jumat, 24 Juni 2022 / 24 Dzulqa?dah 1443 H

 

 

Bismillahirahmanirrahim.

Segala puji hanya milik Allah. Kita memuji Allah, meminta pertolongan dan memohon ampunan kepada Allah. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan amal kita. Siapa yang Allah beri petunjuk, tidak ada yang dapat menyesatkannya dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Kita bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Kita bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.

 

Sebuah kisah teladan di masa lampau. Seorang perempuan yang semasa hidupnya selalu menjaga kehormatan diri. Perempuan yang sangat disegani banyak orang, memiliki paras wajah yang cantik, harta yang berlimpah dan juga dermawan. Perempuan tersebut adalah Ibunda Khadijah binti Khuwailid. Istri pertama Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam yang sangat dicintai, bahkan kecintaan Rasullah kepada ibunda Khadijah mendatangkan rasa cemburu dari istri Rasulullah yang lain selepas Khadijah meninggal. Suatu hari, Aisyah radhiyallahu ?anha pernah berkata:

?Aku tidak tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam seperti cemburuku kepada Khadijah, padahal aku tidak pernah melihatnya, akan tetapi Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam selalu menyebutnya? (H.R. Bukhari).

 

Amalan apa yang menjadikan Ibunda Khadijah menjadi cinta sepanjang masa bagi Rasulullah ?

 

Sejarah mencatat bahwa ibunda Khadijah adalah sosok perempuan istimewa di sisi Rasulullah. Khadijah mendampingi Rasulullah dengan segala pengorbanannya baik harta, jiwa maupun raga. Tidak pernah ada rasa lelah saat membersamai Rasulullah dalam menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Ibunda Khadijah selalu memberi semangat bagi Rasulullah untuk mencari kebenaran. Hingga suatu saat Rasulullah berdiam diri di Gua Hira untuk mendapatkan wahyu. Ibunda Khadija lah dengan sukarela menyiapkan perbekalan untuk Rasulullah. Bahkan ketika Rasulullah mendapat wahyu untuk pertama kali, ibunda Khadijah dengan kecerdasan yang Allah berikan mampu menenangkan Rasulullah ditengah guncangan yang melanda. Kalimat ketenangan yang keluar dari lisan seorang istri Sholihah yakni:

 

?Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Karena sungguh engkau suka menyambung silaturahmi, menanggung kebutuhan orang yang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya, menjamu dan memuliakan tamu dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran? (HR. Muttafaqun ?alaih).

 

Dari sini kita belajar. Belajar memahami bahwa begitu besar peran istri untuk mewujudkan sakinah/ketenangan  dalam bingkai rumah tangga. Sebagaimana firman Allah:

 

?Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang (Sakinah) kepadanya? (QS Al-A?raf : 189).

 

Sebagai manusia, kita memiliki naluri untuk mengikuti orang-orang yang lebih baik dari kita. Zaman sekarang tidak sedikit dari kita yang mengidolakan public figure dengan beragam alasan baik karena ilmunya, kecerdasannya ataupun kecantikannya. Kisah ibunda Khadijah selayaknya menjadi teladan terutama bagi kita seorang muslimah yang sudah menyandang gelar sebagai istri. Ada banyak kewajiban yang harus kita penuhi bersama suami untuk mewujudkan keluarga yang sakinah (ketentraman jiwa), mawaddah (rasa cinta) dan rahmah (kasih sayang). Semua itu akan terwujud atas izin Allah, maka berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah menjadi kunci utama untuk meraihnya.

Islam mengajarkan kita untuk memiliki akhlak yang baik kepada semua orang, termasuk kepada suami. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi disampaikan bahwa ?Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya?. Akhlak merupakan suatu perbuatan yang didorong atas keinginan untuk melakukan perbuatan yang baik. Akhlak yang baik muncul sebagai buah dari ibadah kita kepada Allah yang dengannya mendorong kita untuk menunaikan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai istri. Allah telah memerintahkan kepada para istri untuk menunaikan apa yang menjadi hak suami karena hak suami atas istri sangat agung dan mulia. Adapun kewajiban istri dalam memenuhi hak suami yakni 1). Menaati suami, 2). Berpenampilan baik dihadapan suami, 3). Selalu mencari ridho suami, 4). Meminta izin suami, 5). Berpuasa sunnah dengan seizing suami, 6). Melayani suami dengan baik, 7). Menjaga harta dan kehormatan suami, 8). Menjaga perasaan dan mensyukuri kebaikan suami.

 

Semoga hidayah Allah selalu menyertai kita dan Allah mudahkan bagi kita dalam menjemput Sakinah, mawaddah warahmah dalam berumah tangga. Aamiin.