Aksi Mahasiswa UNIDA dalam Program Pemulihan Bencana di Tanjung Sani, Bangun Harapan Pasca Bencana Melalui Penguatan Ketahanan Sosial dan Pendidikan
Tim Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026 memulai rangkaian kegiatan di Jorong Pantas dan Jorong Batunanggai, Kanagarian Tanjung Sani, Kabupaten Agam, Kamis (5/2/2026).
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembagian beras kepada warga Jorong Pantas, gotong royong pembersihan Masjid Syuhada, rapat koordinasi serta penyusunan program kerja mahasiswa. Pada bidang pendidikan, tim juga melakukan observasi di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Batunanggai.
Pembagian beras dilakukan dengan melibatkan perangkat Jorong dan tokoh masyarakat guna memastikan bantuan tepat sasaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi ketahanan pangan sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara mahasiswa dan warga.
“Kegiatan ini sangat positif dalam membangun semangat gotong royong dan mempererat silaturahmi. Koordinasi yang baik antara mahasiswa dan perangkat jorong dalam pembagian beras patut diapresiasi karena bantuan dapat tepat sasaran. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat berlanjut, khususnya untuk program yang menyentuh kebutuhan spesifik jorong,” ujar Wali Jorong Pantas mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas keagamaan, mahasiswa bersama warga juga melaksanakan gotong royong pembersihan dan perapian Masjid Syuhada. Pengurus Masjid Syuhada menilai kehadiran mahasiswa memberikan dampak positif bagi semangat kebersamaan warga.
“Semangat gotong royong yang digerakkan mahasiswa telah menginspirasi warga untuk kembali aktif memelihara rumah ibadah. Kehadiran mereka menjadi penyemangat bagi kami,” tuturnya.
Di bidang pendidikan, mahasiswa melakukan observasi ke MDTA Batunanggai untuk melihat langsung kondisi pembelajaran dan sarana prasarana. Pengelola MDTA Batunanggai berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama jangka panjang.
“Observasi yang dilakukan mahasiswa sangat membantu kami melihat kondisi madrasah dari sudut pandang baru. Kami berharap ini menjadi awal kerja sama berkelanjutan, terutama dalam pendampingan belajar dan pengembangan metode pembelajaran,” ujarnya.
Pendekatan sosial juga dilakukan melalui kehadiran mahasiswa dalam acara tasyakuran warga di Jorong Batunanggai. Salah satu warga menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa.
“Kami sangat senang dan tersentuh dengan kehadiran mahasiswa dalam acara keluarga kami. Ini menunjukkan kepedulian mereka untuk benar-benar menyatu dengan masyarakat, sehingga kami lebih terbuka terhadap program-program yang akan dijalankan,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Tim PMM UNIDA, Wandi Yudistriono menilai respon masyarakat sangat positif dan menjadi modal penting dalam pelaksanaan program lanjutan.
“Interaksi langsung dengan warga melalui pembagian beras dan kegiatan sosial menjadi cara efektif membangun kepercayaan. Hubungan baik ini kami harapkan menjadi fondasi kuat untuk pelaksanaan program pemberdayaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya selaku perwakilan tim.