Aktualisasi Nilai Karakter dari Kisah Para Nabi, Rektor UNIDA Ajak Jamaah Majelis Tasbih Meneladani Akhlak dalam Al-Qur’an
Dalam rangkaian Majelis Tasbih yang rutin diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) Universitas Djuanda (UNIDA), Rektor UNIDA Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, menyampaikan tausiyah bertema “Aktualisasi Karakter Manusia Berdasarkan Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an” pada Jum’at, 2 Mei 2025.
Mengawali tausiyahnya, Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menekankan bahwa kisah-kisah dalam Al-Qur’an selain menjadi narasi sejarah, juga sarat dengan hikmah yang berfungsi sebagai penguatan jiwa, pedoman hidup, dan pelajaran bagi umat beriman. Hal ini merujuk pada firman Allah dalam QS. Hud ayat 10 dan QS. Yusuf ayat 111 yang menegaskan nilai pengajaran di balik kisah para nabi.
“Kisah para rasul adalah cermin karakter manusia yang agung. Aktualisasinya tidak hanya pada aspek ibadah, tetapi juga dalam kehidupan sosial, kepemimpinan, dan ketahanan pribadi dalam menghadapi ujian,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini, Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menyampaikan sejumlah karakter utama dari para nabi sebagai teladan yang bisa diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari, antara lain kejujuran dan amanah Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah menjadi contoh sempurna dalam hal akhlak, kesabaran, kejujuran, dan kasih sayang. Dalam QS. Al-Ahzab ayat 21 disebutkan bahwa beliau adalah suri teladan terbaik bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan hari akhir.
Kemudian, kisah kesabaran Nabi Ayyub AS yang meski mengalami ujian berat berupa penyakit dan kehilangan, Nabi Ayyub tetap sabar tanpa mengeluh. Ini menjadi contoh penting dalam membentuk pribadi yang tangguh dan tidak mudah berputus asa dalam menghadapi musibah.
Lalu kisah ketaatan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS yang rela menjalankan perintah menyembelih anaknya sebagai bentuk ketaatan mutlak kepada Allah. Ia juga menegakkan tauhid sejak muda dan berani melawan penyembahan berhala secara logis dan santun. Kisah nabi lainnya seperti kepemimpinan adil Nabi Sulaiman AS hingga kisah keteguhan hati Nabi Musa AS.
Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I mengajak jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan harian, tetapi sebagai pedoman moral dan spiritual yang aplikatif.
“Nilai-nilai yang ada di dalamnya harus kita aktualisasikan dalam perilaku nyata, agar kita benar-benar menjadi pribadi yang beriman dan berakhlak mulia,” ujarnya.