Analisis Permasalahan UMKM, Mahasiswa Kelompok 4 KKN-T FE UNIDA Lakukan Wawancara Terhadap UMKM di Desa Sentul
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu unit usaha yang berperan cukup penting pada sektor perekonomian Indonesia. Pelaku UMKM yang tetap bertahan meskipun perekonomian nasional sedang lesu membuat UMKM menjadi unit bisnis yang dapat mengurangi pengangguran.
Sejalan dengan hal tersebut, mahasiswa Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Djuanda (UNIDA) lakukan wawancara terstruktur dengan pemilik UMKM Adok Furniture dan pemilik UMKM Tahu Babakan, Kamis (3/8/2023).
Hal ini adalah bagi dari rangkaian program kerja “Pemberdayaan UMKM dan BUMDES Berbasis Kearifan Lokal” yang diinisiasi Kelompok 4 KKN-T FE UNIDA di Desa Sentul. Pemilihan Adok Furniture dan Tahu Babakan juga merupakan rekomendasi dari pihak Desa Sentul.
Perwakilan Kelompok 4 KKN-T FE UNIDA, Eka Rahmawati menyampaikan bahwasanya wawancara dilakukan terhadap UMKM Adok Furniture dan Tahu Babakan bertujuan untuk mengetahui permasalahan UMKM dalam melakukan kegiatan usahanya. Setelah diindentifikasi, kemudian direncanakan model manajemen dan akuntansi yang dapat diterapkan dengan praktis oleh UMKM untuk menunjang produktivitas dan pengembangan usaha.
Hadirnya Kelompok 4 KKN-T FE UNIDA ini ialah salah satunya untuk meningkatkan kualitas UMKM dari segi pemasaran, legalitas, branding, pembukuan sederhana, dan lainnya. Dengan dilaksanakannya program ini, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan UMKM, memberikan inspirasi dalam pengelolaan UMKM, serta dapat menggugah partisipasi dari berbagai lembaga lain untuk ikut bersama-sama mendorong pengembangan UMKM.
“Kami melakukan wawancara terstruktur terhadap pemilik usaha Adok Furniture dan Tahu Babakan. Beliau bersedia memberikan informasi mengenai profil usaha dan permasalahan yang dihadapi. Berdasarkan hasil wawancara, kedua UMKM tersebut kurang baik dalam manajemen usaha yang masih tradisional, modal yang terbatas dan tidak melakukan pencatatan administrasi yang baik. Untuk itu, perlu dirancang strategi agar mendorong pemberdayaan sektor UMKM Adok Furniture dan Tahu Babakan sehingga dapat memperkuat daya saing dengan produk-produk luar negeri yang menjadi tantangan UMKM di era globalisasi,” tuturnya.
Adok furniture merupakan usaha yang bergerak dibidang mebel yang berdiri dari tahun 2016 sampai saat ini. Sedangkan Tahu Babakan merupakan usaha produk tahu kunyit dan tahu putih yang berdiri sejak tahun 2020 sampai saat ini. Kedua UMKM tersebut masih menggunakan model usaha tradisional.
Aca, selaku pemilik UMKM Adok Furniture mengucapkan rasa terima kasih kepada mahasiswa Kelompok 4 KKN-T FE UNIDA.
“Sebelumnya, saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN-T FE UNIDA karena sudah mau membantu usaha saya agar lebih berkembang. Saya sangat senang dan terbantu karena kedatangan teman-teman mahasiswa dari UNIDA ini,” ungkapnya.
Senada dengan yang disampaikan, Hasbulloh selaku pemilik UMKM Tahu Babakan juga mengapresiasi program kerja Kelompok 4 KKN-T FE UNIDA di Desa Sentul. Ia berharap apa yang sudah diberikan oleh para mahasiswa dapat diterapkan dan menumbuh kembangkan usaha yang dijalaninya tersebut.
