Asah Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa, UNIDA dan UNPAK Kolaborasi Selenggarakan Workshop
Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) menyelenggarakan Workshop Kewirausahaan dengan tema "Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha" pada Kamis (21/9/2023). Kegiatang yang berkolaborasi dengan Universitas Pakuan (UNPAK) ini diisi oleh Mentor Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha UNIDA Ir. Nur Rochman, MP, serta Owner Penerbit Hexa Pena dan Founder Yayasan Syakir Humanity Indonesia Septian Eka Pradana, S.EI yang juga merupakan alumni UNIDA.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D, beserta para Wakil Rektor. Sementara dari UNPAK, hadir diantaranya Direktur Kemahasiswaan Dr. Andi Chairunnas, M.Kom, Kepala Pusat Inkubator Bisnis UNPAK Nizam M. Andrianto, S.P, MM, beserta Asisten Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Bayu Dwi Prasetyo, SE., MM.
Kepala BKA UNIDA M. Rendi Ramdani, S.Pd.I., M.Pd selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini merupakan kolaborasi antara UNIDA bersama UNPAK.
“Sebelumnya kami mengunjungi UNPAK dan alhamdulillah hari ini UNPAK mengunjungi kami. Mudah-mudahan kita bisa berkolaborasi dalam kemahasiswaan dan kewirausahaan serta program-program lainnya sehingga kita menjadi perguruan tinggi yang unggul," ujarnya pada saat memberikan sambutan.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D dalam sambutannya menuturkan, ide wirausaha harus tumbuh dalam jiwa mahasiswa agar dapat mampu memberikan yang terbaik dalam menghadapi tantangan di kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut perlu dilatih dari hal kecil yang kemudian akan membesar seiring dengan berjalannya waktu.
“Ini yang diharapkan, yang bisa kita lihat, dipraktikkan di negara-negara maju,” tuturnya.
Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D lalu menceritakan pengalamannya mengajarkan entrepreneurship di luar negeri, dimana seluruh mahasiswa diwajibkan mengikuti pelajaran tersebut dengan tujuan mahasiswa bisa mandiri, memberikan yang terbaik dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
“Hal tersebut perlu dilatih dalam pendidikan sehingga mampu mengembangkan daya berpikir, membuat sesuatu yang lebih memiliki nilai, dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kemudian dalam sesi pemaparan materi, Mentor Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha UNIDA Ir. Nur Rochman, MP menjelaskan bahwasanya seorang wirausahawan harus memiliki ide. Ide adalah rancangan tersusun di dalam pikiran atau gagasan, ide berdasar dari apa yang biasanya difungsikan.
“Hal yang difungsikan bisa dilihat dan dirasakan, tetapi digunakan melalui sudut pandang lain yang tidak biasa. Contohnya pulpen yang biasa digunakan untuk menulis bisa digunakan untuk cara lain, seperti mempertebal alis, kumis, mengganjal pintu, dan membangunkan orang lain. Inti dari Ide adalah membuat sesuatu yang berbeda yang bersifat fungsional," jelasnya.
Lebih lanjut, Ir. Nur Rochman, MP mengemukakan bahwa ide adalah pemahaman untuk memiliki tingkat keilmuan. Dengan tingkat keilmuan yang beragam seperti MBKM, yang dimana satu program studi bisa mengembangkan ilmu program studi yang lainnya.
“Oleh karena itu, untuk menciptakan ide, kita perlu menjadi inovatif dan berpikir out of the box, lalu memiliki daya kreatif, yaitu apa yang yang bisa kita lakukan dengan sesuatu, dan berbeda dengan hal-hal yang sudah ada. Suatu produk yang dihasilkan oleh ide juga harus unik, memiliki perbedaan dengan produk lainnya yang menjadi ciri khas produk tersebut," terangnya.
Sementara itu, pemaparan materi sesi selanjutnya oleh Septian Eka Pradana, S.E.I menyampaikan bahwa menjadi wirausahawan atau pebisnis, pasti akan mengalami kegagalan serta naik turun.
“Setiap orang memiliki potensi dan kekuatan untuk berbisnis, karena setiap orang memiliki DNA Entrepreneurship, kita hanya perlu memicu jiwa tersebut untuk keluar. Jiwa Entrepreneurship ini memerlukan bensin, bensinnya adalah kisah-kisah kesuksesan para pebisnis lain yang menjadi motivasi bagi para pebisnis pemula," paparnya.
Septian Eka Pradana, S.E.I juga menceritakan pengalamannya menjadi pebisnis sejak dari mulai kuliah, rajin mengikuti seminar wirausaha dan memulai usaha kecilna sendiri yaitu berjualan nasi uduk, hingga dia membuka usahanya sendiri menjadi penerbit bagi para penulis.
