Atlet Pencak Silat UNIDA Borong Prestasi di Pusaka Pakuan Championship 2025
Mahasiswa Universitas Djuanda (UNIDA) kembali ukir prestasi melalui cabang olahraga Pencak Silat pada Ajang Kejuaraan Pencak Silat Pusaka Pakuan Championship 2025 yang berlangsung di GOR Merdeka Kota Sukabumi, pada tanggal 28–30 November 2025. Kejuaraan tersebut diikuti oleh 570 peserta dari berbagai daerah.
Pada kejuaraan ini mahasiswa UNIDA yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Pencak Silat Universitas Djuanda (IPSIDA) berhasil meraih banyak prestasi, antara lain yaitu Rijal Mahendra (Program Studi Sains Komunikasi) meraih Juara 1 Kategori Seni Tunggal Dewasa Putra, Salwa Maisya Shafwatunnisa (Program Studi Sains Komunikasi) meraih Juara 1 Kategori Seni Tunggal Dewasa Putri. Kemudian, Khansa Hanifah Mujahidah (Pogram Studi Perbankan Syariah) meraih Juara 1 Kategori Tanding Kelas C Dewasa Putri, Hapiz Saepul Ramadan (Program Studi Pendidikan Bahasa Arab) meraih Juara 2 Kategori Seni Tunggal Dewasa Putra dan Novia Fitriani Awaliah (Program Studi Pendidikan Bahasa Arab) meraih Juara 2 Kategori Seni Tunggal Dewasa Putri.
Salah satu peraih juara, Khansa Hanifah Mujahida menyampaikan dalam wawancara bahwa keikutsertaannya pada kompetisi ini bertujuan untuk memperluas pengalaman dan mengembangkan pencapaian di bidang non-akademik.
"Tentunya saya ingin menambah pengalaman sekaligus mengasah kemampuan diri sebagai bekal untuk masa depan. Di era sekarang, mahasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademis, tetapi juga perlu memiliki soft skills dan capaian di bidang lainnya," jelas Khansa.
"Selain itu juga saya mendapatkan banyak teman baru, bertukar pengalaman dengan atlet lain, dan mendapat masukan dari pelatih. Networking ini sangat berharga dan mungkin akan berguna di masa mendatang," tambahnya.
Di akhir wawancara, ia menekankan bahwasanya masa kuliah ini adalah waktu yang tepat untuk mengeksplorasi potensi diri. Mahasiswa tidak hanya fokus pada nilai dan tugas akademik, tetapi juga harus aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, organisasi, dan kompetisi.
"Saya berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi mahasiswa lain untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga, sekaligus turut melestarikan warisan budaya Indonesia melalui pencak silat,” ujarnya.