[email protected] 0251-8240773
Berita

Bahas Makna Ujian dalam Kehidupan Sebagai Umat Muslim, Wakil Ketua VI MUI Kota Bogor Isi Majelis Tasbih UNIDA

Wakil Ketua VI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Ust. R. Muhajir Affandi, M.Pd menjadi penceramah pada Majelis Tasbih yang diselenggarakan UNIDA Bogor secara hybrid yaitu daring via aplikasi Zoom Meetings Cloud dan secara luring di Masjid Baitul Hamdi UNIDA pada Jumat, 9 Desember 2022. Kegiatan Majelis Tasbih merupakan agenda kajian rutin UNIDA yang diselenggarakan di setiap Jumat pagi dan diikuti oleh insan UNIDA mulai dari pimpinan sampai dengan staf UNIDA.

Wakil Ketua VI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Ust.R.Muhajir Affandi, M.Pd dalam paparan materinya menyatakan bahwasanya sebagai manusia hendaklah selalu beristigfar karena setan tidak pernah berhenti untuk menggoda manusia supaya salah dalam berorientasi. Hidup ini adalah pilihan kalau dalam hidup memilih untuk menjadi muslim sejati dan jika sebagai muslim diwajibkan mencintai Nabi Muhammad SAW maka harus siap-siap dengan ujiannya. Hidup itu adalah dari satu tantangan ke tantangan dan dari satu masalah ke masalah. Masalah yang besar itu akan menghasilkan kekuatan besar yang Allah berikan yang kita tidak tahu sebelumnya, jadi ketika masalah datang maka katakan juga selamat datang, maka jangan lari dari masalah jika kita lari dari masalah maka kita sudah lari dari kasih sayang Allah SWT. Allah sudah menjelaskan dalam Al-Quran dalam Surat Al-Mulk ayat 2 bagaimana menciptakan hidup dan mati adalah ujian, ujian itu yang penting. Dan Allah tidak akan membiarkan kita memproklamirkan diri sebagai orang beriman sebelum mendapatkan ujian atau pun problematika hidup.

“Dalam Surat Al-Ankabut ayat 2 menyatakan apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Jadi pada hakikatnya setiap manusia harus diuji dan menghadapi problematika jika ingin menjadi orang beriman. Seperti ketika mahasiswa dinyatakan ada disemester 7 maka harus sudah melalui ujian-ujian sehingga bisa dinyatakan bahwa mahasiswa tersebut sedang di semester 7. Dalam surat Al-Baqarah 155-157 yang merupakan ayat mengenai ujian dan dalam setiap ayat yang berisikan ujian ternyata diakhiri dengan kata positif, ketika Allah memberikan kabar bahwa kita akan menghadapi berbagai macam problematika kehidupan dan ditutup dengan kalimat afirmasi atau memberikan kabar gembira bagi orang yang sabar dalam menghadapi problematika kehidupan,” tutur Ust. R. Muhajir Affandi, M.Pd

“Kita sebagai manusia seringkali terlalu fokus pada kekurangan atau fokus kepada kesulitan padahal kesulitan itu merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada manusia. Ada solusi dalam Al-Quran bagaimana menghadapi problematika. Dalam surat Al-Baqarah 155 – 157 berisi bahwa Allah benar-benar memberikan ujian pada manusia sedikit saja tapi ujungnya ini adalah afirmasi positif dan memberikan kabar kembira bagi mereka yang menghadapi sebesar apapun masalah dengan sabar dan mengatakan Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun,” tambah Ust. R. Muhajir Affandi, M.Pd.