Bahas Makna Ujian dalam Kehidupan Sebagai Umat Muslim, Wakil Ketua VI MUI Kota Bogor Isi Majelis Tasbih UNIDA
Wakil Ketua VI
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Ust. R. Muhajir Affandi, M.Pd menjadi
penceramah pada Majelis Tasbih yang diselenggarakan UNIDA Bogor secara hybrid
yaitu daring via aplikasi Zoom Meetings Cloud dan secara luring di
Masjid Baitul Hamdi UNIDA pada Jumat, 9 Desember 2022. Kegiatan Majelis Tasbih
merupakan agenda kajian rutin UNIDA yang diselenggarakan di setiap Jumat pagi
dan diikuti oleh insan UNIDA mulai dari pimpinan sampai dengan staf UNIDA.
Wakil Ketua VI
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Ust.R.Muhajir Affandi, M.Pd dalam
paparan materinya menyatakan bahwasanya sebagai manusia hendaklah selalu
beristigfar karena setan tidak pernah berhenti untuk menggoda manusia supaya
salah dalam berorientasi. Hidup ini adalah pilihan kalau dalam hidup memilih
untuk menjadi muslim sejati dan jika sebagai muslim diwajibkan mencintai Nabi
Muhammad SAW maka harus siap-siap dengan ujiannya. Hidup itu adalah dari satu
tantangan ke tantangan dan dari satu masalah ke masalah. Masalah yang besar itu
akan menghasilkan kekuatan besar yang Allah berikan yang kita tidak tahu
sebelumnya, jadi ketika masalah datang maka katakan juga selamat datang, maka
jangan lari dari masalah jika kita lari dari masalah maka kita sudah lari dari
kasih sayang Allah SWT. Allah sudah menjelaskan dalam Al-Quran dalam Surat Al-Mulk
ayat 2 bagaimana menciptakan hidup dan mati adalah ujian, ujian itu yang
penting. Dan Allah tidak akan membiarkan kita memproklamirkan diri sebagai
orang beriman sebelum mendapatkan ujian atau pun problematika hidup.
“Dalam Surat Al-Ankabut
ayat 2 menyatakan apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya
dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Jadi pada
hakikatnya setiap manusia harus diuji dan menghadapi problematika jika ingin
menjadi orang beriman. Seperti ketika mahasiswa dinyatakan ada disemester 7
maka harus sudah melalui ujian-ujian sehingga bisa dinyatakan bahwa mahasiswa
tersebut sedang di semester 7. Dalam surat Al-Baqarah 155-157 yang
merupakan ayat mengenai ujian dan dalam setiap ayat yang berisikan ujian
ternyata diakhiri dengan kata positif, ketika Allah memberikan kabar bahwa kita
akan menghadapi berbagai macam problematika kehidupan dan ditutup dengan
kalimat afirmasi atau memberikan kabar gembira bagi orang yang sabar dalam
menghadapi problematika kehidupan,” tutur Ust. R. Muhajir Affandi, M.Pd
“Kita sebagai
manusia seringkali terlalu fokus pada kekurangan atau fokus kepada kesulitan
padahal kesulitan itu merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada manusia. Ada solusi
dalam Al-Quran bagaimana menghadapi problematika. Dalam surat Al-Baqarah
155 – 157 berisi bahwa Allah benar-benar memberikan ujian pada manusia sedikit
saja tapi ujungnya ini adalah afirmasi positif dan memberikan kabar kembira
bagi mereka yang menghadapi sebesar apapun masalah dengan sabar dan mengatakan Inna
lillahi wa inna ilaihi rajiun,” tambah Ust. R. Muhajir Affandi, M.Pd.