[email protected] 0251-8240773
Berita

Bahas Pembiayaan Perumahan Rakyat Berbasis Syariah, UNIDA Bogor dan The HUD Institute Adakan Pertemuan

Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Pertemuan dengan The HUD Institute dan Mitra Kerja dalam Agenda Pembahasan Pembiayaan Perumahan Rakyat Berbasis Syariah secara luring di Ruang Rapat Senat UNIDA Bogor pada Rabu, 10 Agustus 2022. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH, Rektor UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, SH.,MH beserta jajaran dan Ketua HUD Institute, Zulfi Syarif Koto beserta jajaran dan mitra lainnya.

Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH dalam paparannya menyatakan dalam kegiatan kali ini untuk brainstorming mengenai pola apa yang dapat dikerjasamakan antara UNIDA Bogor dengan The HUD Institute serta mitra lainnya mengenai pembiayaan perumahan masyarakat berbasis syariah.

"Sekedar informasi mengenai IKN kebetulan sekretaris IKN adalah Dekan FH UNIDA Bogor, Dr. Achmad Jaka Santos Adiwijaya, SH., LL.M. maka dari itu diskusi mengenai IKN saat ini sangat baik untuk dibahas. Saya menyarankan baik dalam pembangunan perumahan masyarakat dan pembangunan IKN, ide saya yaitu Land Bank berbasis waqaf yang dapat diimplementasikan, karena land bank tersebut merupakan penelitian yang sudah dilaksanakan," tutur Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH.

Ketua The HUD Institute, Zulfi Syarif Koto dalam paparan sambutannya menyampaikan bahwasanya terakhir kali The HUD Institute menyelenggarakan acara bersama UNIDA Bogor itu di Juli tahun 2021. Jadi untuk pertemuan saat ini memiliki tujuan yaitu untuk mengajak diskusi mengenai pembiayaan perumahan berbasis syariah. Dan di UNIDA Bogor memiliki Prodi Ekonomi Islam yang tentu memungkinkan Prodi Ekonomi Islam membuat kajian pembiayaan berbasis syariah yang akan dibahas dalam pertemuan ini. Saat ini tentu sudah bermunculan pembiayaan syariah dalam hal perumahan akan tetapi sering kali meredup, oleh karena itu perlu dikaji kembali dan dibahas kembali untuk peraturan yang baik dalam perumahan.

 "Tujuan lain juga bersilaturahmi terutama  Chancellor UNIDA Bogor juga merupakan pendiri The HUD Institute yang merupakan organisasi non politik yang selalu berpikir kearah positif dan berjuang untuk negara menjamin rakyatnya bertempat tinggal. Dan mengenai IKAN, saat ini Undang-Undang tentang IKN yang dimana banyak pro dan kontra dalam pro kontra tersebut pemeritah mempertanyakan pendapat dari The HUD Institute. Kita mendukung IKN dengan memberikan masukan-masukan yang diperlukan pemerintah dan The HUD Institute ingin UNIDA Bogor ikut dalam pembahasan IKN juga. Selain itu The HUD Institute ingin juga memasukan narasumber dari UNIDA Bogor dalam agenda acara yang akan dilaksanakan The HUD Institute," tuturnya.

Selanjtunya Ketua Bidang Properti Syariah DPP Himpunan Pengembang Pemukiman Dan Perumahan Rakyat (Himaperra), Ir. Hadiana dalam paparannya menyatakan bahwasanya saat ini dalam hal properti mengalami perubahan pola pikir dan sudah mulai berhijrah ke tempat yang lebih baik karena kebangkitan apapun termasuk kebangkitan kekuatan ekonomi berawal dari nilai-nilai syariah dan masyarakat sudah mulai peduli dengan pembelian rumah syariah, masyarakat jadi sering bertanya mengenai pembiayaan secara syariah dalam pembelian properti, oleh karena itu Himperra membuka divisi khusus properti syariah.

"Jika membahas pembangunan IKN tentu pola-pola pembiayaan syariah ini diharapkan dapat diimplementasikan serta menjadi unsur penting dalam pembangunannya," tutur Ir. Hadiana.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Pascasarjana UNIDA Bogor, Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si dalam paparannya menyatakan sementara yang bisa dikerjasamakan dengan UNIDA Bogor dalam hal pembiayaan perumahan rakyat berbasis syariah dalam jangka pendek bisa berbentuk Forum Group Disscussion (FGD) atau seminar nasional misalnya dengan Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) karena di FAIPG ada prodi Ekonomi Islam.

“Kerja sama jangka panjangnya yaitu pembangunan perumahan karyawan UNIDA Bogor akan tetapi penjualan hanya bangunannya saja untuk tanahnya dimiliki oleh yayasan karena berbasis waqaf. Kalau untuk pembahasan IKN jika memungkinkan kerjasamanya dalam pelaksanaan riset dan lebih bagusnya SDM UNIDA Bogor menjadi tenaga ahli di sana," pungkas Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si.