Bahas Pembiayaan Perumahan Rakyat Berbasis Syariah, UNIDA Bogor dan The HUD Institute Adakan Pertemuan
Universitas Djuanda
(UNIDA) Bogor selenggarakan Pertemuan dengan The HUD Institute dan Mitra
Kerja dalam Agenda Pembahasan
Pembiayaan Perumahan Rakyat Berbasis Syariah secara luring
di Ruang Rapat Senat UNIDA Bogor pada Rabu, 10 Agustus 2022. Kegiatan tersebut
dihadiri oleh Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH, Rektor
UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, SH.,MH beserta jajaran dan Ketua HUD Institute,
Zulfi Syarif Koto beserta jajaran dan mitra lainnya.
Chancellor UNIDA
Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH dalam paparannya menyatakan dalam
kegiatan kali ini untuk brainstorming mengenai pola apa yang dapat dikerjasamakan
antara UNIDA Bogor dengan The HUD Institute serta mitra lainnya mengenai
pembiayaan perumahan masyarakat berbasis syariah.
"Sekedar
informasi mengenai IKN kebetulan sekretaris IKN adalah Dekan FH UNIDA Bogor,
Dr. Achmad Jaka Santos Adiwijaya, SH., LL.M. maka dari itu diskusi mengenai IKN
saat ini sangat baik untuk dibahas. Saya menyarankan baik dalam pembangunan
perumahan masyarakat dan pembangunan IKN, ide saya yaitu Land
Bank berbasis waqaf yang dapat diimplementasikan, karena land bank
tersebut merupakan penelitian yang sudah dilaksanakan," tutur Dr. H. Martin
Roestamy, SH., MH.
Ketua The HUD
Institute, Zulfi Syarif Koto dalam paparan sambutannya menyampaikan
bahwasanya terakhir kali The HUD Institute menyelenggarakan acara
bersama UNIDA Bogor itu di Juli tahun 2021. Jadi untuk pertemuan saat ini
memiliki tujuan yaitu untuk mengajak diskusi mengenai pembiayaan perumahan
berbasis syariah. Dan di UNIDA Bogor memiliki Prodi Ekonomi Islam yang tentu
memungkinkan Prodi Ekonomi Islam membuat kajian pembiayaan berbasis syariah
yang akan dibahas dalam pertemuan ini. Saat ini tentu sudah bermunculan
pembiayaan syariah dalam hal perumahan akan tetapi sering kali meredup, oleh
karena itu perlu dikaji kembali dan dibahas kembali untuk peraturan yang baik dalam
perumahan.
"Tujuan lain juga bersilaturahmi
terutama Chancellor UNIDA Bogor juga
merupakan pendiri The HUD Institute yang merupakan organisasi non
politik yang selalu berpikir kearah positif dan berjuang untuk negara menjamin
rakyatnya bertempat tinggal. Dan mengenai IKAN, saat ini
Undang-Undang tentang IKN yang dimana banyak pro dan kontra dalam pro kontra tersebut pemeritah mempertanyakan pendapat dari The HUD Institute. Kita
mendukung IKN dengan memberikan masukan-masukan yang diperlukan pemerintah dan The
HUD Institute ingin UNIDA Bogor ikut dalam pembahasan IKN juga. Selain
itu The HUD Institute ingin juga memasukan narasumber dari UNIDA Bogor dalam agenda
acara yang akan dilaksanakan The HUD Institute," tuturnya.
Selanjtunya Ketua
Bidang Properti Syariah DPP Himpunan Pengembang Pemukiman Dan Perumahan Rakyat
(Himaperra), Ir. Hadiana dalam paparannya menyatakan bahwasanya saat ini dalam
hal properti mengalami perubahan pola pikir dan sudah mulai berhijrah ke tempat
yang lebih baik karena kebangkitan apapun termasuk kebangkitan kekuatan ekonomi
berawal dari nilai-nilai syariah dan masyarakat sudah mulai peduli dengan
pembelian rumah syariah, masyarakat jadi sering bertanya mengenai pembiayaan
secara syariah dalam pembelian properti, oleh karena itu Himperra membuka
divisi khusus properti syariah.
"Jika membahas
pembangunan IKN tentu pola-pola pembiayaan syariah ini diharapkan dapat
diimplementasikan serta menjadi unsur penting dalam pembangunannya," tutur
Ir. Hadiana.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Pascasarjana UNIDA Bogor, Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si
dalam paparannya menyatakan sementara yang bisa dikerjasamakan dengan UNIDA
Bogor dalam hal pembiayaan perumahan rakyat berbasis syariah dalam jangka
pendek bisa berbentuk Forum Group Disscussion (FGD) atau seminar
nasional misalnya dengan Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG)
karena di FAIPG ada prodi Ekonomi Islam.
“Kerja sama jangka
panjangnya yaitu pembangunan perumahan karyawan UNIDA Bogor akan tetapi
penjualan hanya bangunannya saja untuk tanahnya dimiliki oleh yayasan karena
berbasis waqaf. Kalau untuk pembahasan IKN jika memungkinkan kerjasamanya dalam
pelaksanaan riset dan lebih bagusnya SDM UNIDA Bogor menjadi tenaga ahli di
sana," pungkas Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si.