Bahas Sasaran Strategis Secara Mendalam, Bakamla RI dan UNIDA Tutup Rangkaian Kegiatan Workshop Rancangan Rencana Strategis Badan Keamanan Laut RI Tahun 2025-2029
Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia (RI) bersama dengan Universitas Djuanda (UNIDA) gelar Workshop Rancangan Rencana Strategis Badan Keamanan Laut Republik Indonesia Tahun 2025-2029 hari ketiga di Ruang ATJ UNIDA pada Rabu, 20 November 2024.
Adapun workshop ini digelar selama 3 hari, Senin sampai dengan Rabu, 18-20 November 2024. Pada hari ketiga yang merupakan hari terakhir workshop ini membahas mengenai sasaran strategis dari Bakamla RI Tahun 2025-2029 secara mendalam.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor IV UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si, Wakil Rektor III UNIDA, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd, para peserta yang merupakan perwakilan dari instansi terkait hingga perwakilan mahasiswa UNIDA serta tim perancangan Renstra dari Bakamla RI.
Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bakamla RI yang telah berkolaborasi dengan UNIDA melaksanakan workshop ini hingga hari ketiga atau penutup dan terima kasih juga kepada para peserta undangan yang telah berkenan hadir dalam kegiatan kali ini. Semoga dengan kegiatan ini memberikan banyak manfaat baik bagi Bakamla RI, bagi UNIDA, bagi peserta hingga bagi bangsa dan negara.
“Pada workshop kali ini diharapkan para peserta dapat memberikan ide dan gagasannya kepada Renstra agar Renstra Bakamla RI 2025-2029 dapat lebih kaya dan dapat lebih memberikan dampak positif bagi peningkatan kelautan di Indonesia terutama untuk yang dikaji hari ini yaitu sasaran strategi. Dihari ketiga ini, kita akan membahas mengenai sasaran strategis Bakamla RI tahun 2025-2029 agar dapat lebih diperkaya, mendalam dan detail sehingga para peserta dapat memotret paparan yang disampaikan tim perancang awal renstra dan kemudian dapat memberikan pengayaan sesuai kapasitas dan kompetensi keilmuan dan/atau kepakaran untuk pendalaman dan pemantapan rancangan renstra yang telah disusun. Semoga kegiatan kita selama 3 hari ini berdampak nyata pada peningkatan substansi muatan Renstra Bakamla RI tahun 2025-2029,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Ahli Pertahanan dan Keamanan Bakamla RI, Anton Ali Abbas, Ph.D yang didampingi Dr. Akhmad Solihin, S.Pi., MH., dalam pemaparan materinya menyampaikan mengenai target kinerja sesuai dengan muatan indikator kinerja utama (IKU) keamanan, keselamatan dan penegakan hukum di laut yang ditugaspokokkan kepada Badan Keamanan Laut (BAKAMLA). Diharapkan Bakamla RI kedepan dapat lebih meningkatkan keamanan laut Republik Indonesia, meningkatkan birokrasi di Bakamla RI dan dapat mendukung Astacita dari presiden terpilih. Secara Spesifik, Bakamla RI diharapkan dapat mendukung astacita terutama mengenai diploasi maritim.
“Adapun sasaran strategis dari Bakamla RI yaitu meningkatnya keamanan dan keselamatan di wilayah perairan dan Yurisdiksi Indonesia, terwujudunya birokrasi Bakamla yang akuntabel, efektif, efisien, berkinerja tinggi, dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis teknologi informasi serta meningkatnya peran aktif Bakamla dalam diplomasi maritim di forum bilateral maupun multilateral,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi antara Tim Bakamla RI dengan para peserta Workshop. Kegiatan workshop rancangan awal rencana strategis badan keamanan laut ini sekali lagi dapat menjadi salah satu sumbangsih Universitas Djuanda dalam partisipasinya untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan. Keberadaan SDGs Center Universitas Djuanda menjadi sarana dukungan universitas untuk mensukseskan tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals, SDGs). Kegiatan workshop ini terkait dengan objek dan subjek serta tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang keamanan, keselamatan dan penegakan hukum di laut. Materi ini berkaitan dengan upaya perwujudan SDGs 14 (life below water) yang secara khusus memberikan perlindungan kepada ekosistem laut, terutama dalam upaya pencegahan terjadinya pencemaran laut, perlindungan keanekaragaman hayati laut dan pencegahan IUU (illegal, unregulated, unreported) fishing. Selain SDGs 14, materi workshop juga terkait dengan upaya perwujudan SDGs 8 (decent work and economic growth) dan SDGs 9 (industry, innovation, and infrastructure), terutama dalam rangka mendorong keamanan dan keselamatan pelayaran serta aktivitas di laut lainnya, terutama berkaitan dengan perpektif tujuh spektrum ekonomi kelautan seperti ekonomi perikanan, ekonomi pariwisata bahari, ekonomi transportasi laut, ekonomi ESDM laut, ekonomi industri kelautan, ekonomi bangunan kelautan serta ekonomi jasa kelautan. Kegiatan workshop ini pada dasarnya memberikan gambaran bahwa upaya menjaga keamanan, keselamatan dan melaksanakan penegakan hukum di laut memerlukan dukungan SDM, sarana-prasarana-logistik dan anggaran, serta kolaborasi terintegrasi antar semua pemangku kepentingan terkait. Oleh karena itu, secara substantif workshop ini juga berkaitan dengan SDGs 16 (peace, justice, and strong institutions) yang diharapkan dapat menjamin ketertiban hukum di laut, perlindungan hak-hak maritim, dan diplomasi maritim serta SGDs 17 (partnership for the goals) yang menekankan pada pentingnya kerjasama internasional dan sinergitas-kolaboratif dengan berbagai sektor di bidang kemaritiman.