[email protected] 0251-8240773
Berita

Bangkitkan Mocaf dalam Ketahanan Pangan dan Bisnis Desa Bagoang

Mahasiswa program studi Agroteknologi Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor, Aprilia Zahrah ikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik dari LLDIKTI Wilayah IV. KKN termatik tersebut diikuti oleh 500 lebih mahasiswa dari universitas yang ada di wilayah LLDIKTI IV dan disebar ke dalam 30 desa di Jawa Barat dan Banten.

Membangkitkan ketahanan pangan melalui pembuatan mocaf (Modified Cassava Flour) tepung yang merupakan modifikasi produk olahan pangan. Tepung berbahan dasar singkong yang pembuatannya melalui fermentasi. Tepung yang memiliki segudang manfaat dengan biaya yang ekonomis.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil observasi yang dilakukan pada minggu pertama kegiatan KKN Tematik, kegiatan observasi meliputi potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada di Desa Bagoang.

Keputusan membangkitkan ketahan pangan melalui pemberdayakan ibu rumah tangga dengan membuat mocaf ini karena melihat Desa Bagoang memilki potensi sumber daya alam yang melimpah diantaranya singkong yang banyak dibudidayakan tetapi kurang pemanfaatannya. Desa Bagoang merupakan salah satu desa yang terdampak bencana banjir yang mengakibatkan rusaknya saluran irigasi, menumpuknya sedimen pada saluran irigasi mengakibatkan pendangkalan sehingga air tidak dapat mengalir ke persawahan warga desa bagoang. Masyarakat yang pada awalnya menenam padi beralih menanam tanaman darat, dan singkong menjadi salah satu alternatifmya.

Aprilia Zahrah salah satu mahasiswa Universitas Djuanda Bogor jurusan agroteknologi mengikuti kegiatan KKN-Tematik LLDIKTI IV menggagaskan sebuah ide untuk membangkitkan ketahanan pangan masyarakat Desa Bagoang melalui pembuatan Mocaf “Modofied Cassava Flour”. Ide tersebut merupakan solusi awal yang diberikan untuk permasalahan kondisi diatas . “Kita merangsang masyarakat wabil khusus kalangan ibu rumah tangga untuk melakukan inovasi baru dalam pemanfaatan sumber daya alam yaitu singkong yang banyak dibudidayakan disini, hal ini dapat menjaga ketahanan pangan di Desa Bagoang” tegasnya.

Bersama teman satu kelompoknya yaitu Fadil Haryo Wicaksono dari Universitas Ibn Khaldun akan melakukan audiensi perihal permasalahan tersebut.  “Dalam waktu dekat, kita akan melayangkan surat audiensi, hal ini dilakukan untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar segera melakukan investigasi dan menyelesaikan permasalahan terkait hal ini” ucapnya.

Sementara Mohammad Rizky Apriliana kawan sekelompoknya mahasiswa dari STSIP Syamsul Ulum Sukabumi mengungkapkan bahwa kegiatan ini dapat pemberdayaan masyarakat. “Masyarakat Indonesia ini tidak pernah kehilangan ide kreatfi terkhusus dalam inovasi pangan dengan memanfaatkan ptensi sumber daya alam yang ada, mereka hanya perlu sentuhan khusus dan support dalam pengembangannya, supaya ide-ide kreatif itu dapat bernilai ekonomis dan mendompleng pertumbuhan ekonomi masyarakat” Tuturnya.

 

Penulis :

Tim Kelompok KKN-TEMATIK Bidang Sosial & Ekonomi:

Aprilia Zahrah Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dan Fadil Haryo Wicaksono Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Ibn Khaldun