Bangkitkan Mocaf dalam Ketahanan Pangan dan Bisnis Desa Bagoang
Mahasiswa program studi Agroteknologi Fakultas
Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor, Aprilia Zahrah ikuti
Kuliah Kerja Nyata Tematik dari LLDIKTI Wilayah IV. KKN termatik tersebut diikuti
oleh 500 lebih mahasiswa dari universitas yang ada di wilayah LLDIKTI IV dan
disebar ke dalam 30 desa di Jawa Barat dan Banten.
Membangkitkan ketahanan pangan melalui pembuatan mocaf
(Modified Cassava Flour) tepung yang merupakan modifikasi produk olahan
pangan. Tepung berbahan dasar singkong yang pembuatannya melalui fermentasi.
Tepung yang memiliki segudang manfaat dengan biaya yang ekonomis.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil
observasi yang dilakukan pada minggu pertama kegiatan KKN Tematik, kegiatan
observasi meliputi potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada
di Desa Bagoang.
Keputusan membangkitkan ketahan pangan melalui
pemberdayakan ibu rumah tangga dengan membuat mocaf ini karena melihat Desa
Bagoang memilki potensi sumber daya alam yang melimpah diantaranya singkong
yang banyak dibudidayakan tetapi kurang pemanfaatannya. Desa Bagoang merupakan
salah satu desa yang terdampak bencana banjir yang mengakibatkan rusaknya
saluran irigasi, menumpuknya sedimen pada saluran irigasi mengakibatkan
pendangkalan sehingga air tidak dapat mengalir ke persawahan warga desa
bagoang. Masyarakat yang pada awalnya menenam padi beralih menanam tanaman
darat, dan singkong menjadi salah satu alternatifmya.
Aprilia Zahrah salah satu mahasiswa Universitas
Djuanda Bogor jurusan agroteknologi mengikuti kegiatan KKN-Tematik LLDIKTI IV
menggagaskan sebuah ide untuk membangkitkan ketahanan pangan masyarakat Desa
Bagoang melalui pembuatan Mocaf “Modofied Cassava Flour”. Ide tersebut
merupakan solusi awal yang diberikan untuk permasalahan kondisi diatas . “Kita
merangsang masyarakat wabil khusus kalangan ibu rumah tangga untuk melakukan
inovasi baru dalam pemanfaatan sumber daya alam yaitu singkong yang banyak
dibudidayakan disini, hal ini dapat menjaga ketahanan pangan di Desa Bagoang”
tegasnya.
Bersama teman satu kelompoknya yaitu Fadil Haryo
Wicaksono dari Universitas Ibn Khaldun akan melakukan audiensi perihal
permasalahan tersebut. “Dalam waktu
dekat, kita akan melayangkan surat audiensi, hal ini dilakukan untuk memberikan
rekomendasi kepada pemerintah agar segera melakukan investigasi dan
menyelesaikan permasalahan terkait hal ini” ucapnya.
Sementara Mohammad Rizky Apriliana kawan sekelompoknya
mahasiswa dari STSIP Syamsul Ulum Sukabumi mengungkapkan bahwa kegiatan ini
dapat pemberdayaan masyarakat. “Masyarakat Indonesia ini tidak pernah
kehilangan ide kreatfi terkhusus dalam inovasi pangan dengan memanfaatkan
ptensi sumber daya alam yang ada, mereka hanya perlu sentuhan khusus dan
support dalam pengembangannya, supaya ide-ide kreatif itu dapat bernilai
ekonomis dan mendompleng pertumbuhan ekonomi masyarakat” Tuturnya.
Penulis :
Tim Kelompok KKN-TEMATIK Bidang Sosial & Ekonomi:
Aprilia Zahrah Mahasiswa Agroteknologi Fakultas
Pertanian Universitas Djuanda Bogor dan Fadil Haryo Wicaksono Mahasiswa Ilmu
Hukum Universitas Ibn Khaldun