[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

Bangun Desa Berkelanjutan, BEM FISIP UNIDA Hadirkan Program “FISIP ke Desa” di Puraseda Kecamatan Leuwiliang

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) resmi membuka kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk "FISIP ke Desa" di Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Kamis (11/9/2025).

Program ini berlangsung selama tiga hari, dari 11 hingga 13 September 2025, dengan fokus pada tiga bidang utama, yakni lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Desa Puraseda, Asep Ruhiyat, perangkat kecamatan, serta para mahasiswa FISIP UNIDA. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun desa yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.

Ketua BEM FISIP UNIDA, Alvin Andria Pratista menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membangun kebersamaan dengan masyarakat.

“FISIP ke Desa merupakan bentuk pengabdian kami untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari, sekaligus mengajak masyarakat untuk tumbuh bersama. Fokus kami bukan hanya memberi, tetapi juga belajar dari masyarakat Desa Puraseda,” ujarnya.

Sementara itu, Moch Daffa, Ketua Pelaksana Program FISIP ke Desa, menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang agar berkelanjutan dan tidak hanya berhenti pada acara seremonial.

"Kami berkomitmen agar program ini tidak berhenti di acara seremonial saja, tetapi terus memberikan dampak melalui kegiatan nyata, baik di bidang pendidikan, lingkungan, maupun pemberdayaan,” jelasnya.

Asep Ruhiyat, Kepala Desa Puraseda, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa FISIP UNIDA. Menurutnya, program ini sejalan dengan semangat desa dalam meningkatkan kualitas pendidikan, menjaga kelestarian lingkungan, dan mengembangkan potensi masyarakat.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa FISIP UNIDA di Desa Puraseda. Program ini sejalan dengan semangat desa untuk meningkatkan kualitas pendidikan, menjaga kelestarian lingkungan, dan mengembangkan potensi masyarakat. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat besar bagi warga kami,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Agus Nurmawan, selaku Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Leuwiliang. Ia menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan desa.

“Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa mahasiswa bukan hanya belajar di kampus, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi nyata. Pemerintah Kecamatan Leuwiliang mendukung penuh inisiatif ini,” tegasnya.