Bedah Buku di Milad ke-39 UNIDA, Guru Besar FEB UNIDA: Strategi Bisnis Berkelanjutan Jadi Kunci Daya Saing di Era Global
Guru Besar Ilmu Manajemen sekaligus Dekan FEB UNIDA, Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si menjadi narasumber dalam bedah buku bertajuk “Strategic Sustainability: Aligning CSR Finance and Reputation in Modern Enterprise” yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dalam rangka memperingati Milad ke-39 UNIDA, Selasa (7/4/2026). Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si menekankan pada pembahasan Business Strategies For Sustainability.
Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si menjelaskan bahwa isu keberlanjutan kini menjadi perhatian utama dalam dunia bisnis global. Perubahan iklim, keterbatasan sumber daya alam, tuntutan konsumen, serta regulasi pemerintah mendorong perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.
Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si kemudian mengemukakan konsep Triple Bottom Line (TBL) yang diperkenalkan oleh John Elkington, yang mencakup tiga dimensi utama, yakni profit (keuntungan ekonomi), people (tanggung jawab sosial), dan planet (kelestarian lingkungan).
“Konsep ini menekankan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari profit, tetapi juga dari kontribusinya terhadap masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si memaparkan bahwa penerapan strategi bisnis berkelanjutan memberikan berbagai manfaat, seperti meningkatkan reputasi perusahaan, mendorong inovasi, meningkatkan efisiensi operasional, serta membuka akses terhadap pendanaan dan pasar baru. Selain itu, strategi ini juga dinilai mampu menjamin keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
Dalam implementasinya, perusahaan didorong untuk mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam visi dan misi, mengembangkan inovasi produk ramah lingkungan, mengelola sumber daya secara efisien, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Penggunaan teknologi hijau dan digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi menuju bisnis berkelanjutan.
Namun demikian, Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si juga menguraikan bahwa penerapan bisnis berkelanjutan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti resistensi perubahan dalam organisasi, keterbatasan anggaran, serta hambatan birokrasi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan publik, insentif fiskal, serta kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat adopsi praktik bisnis berkelanjutan.
Sebagai penutup, Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si menegaskan bahwa strategi bisnis berbasis keberlanjutan bukan lagi sekadar pilihan moral, melainkan kebutuhan strategis di era modern. “Perusahaan yang mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang akan lebih adaptif, kompetitif, dan relevan di tengah dinamika global,” terangnya.