Bedah Buku FISIP UNIDA, Dosen Prodi Administrasi Publik Soroti Pergeseran Paradigma Tata Kelola dalam Pembangunan Berkelanjutan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) membahas pergeseran paradigma tata kelola pemerintahan dalam sesi pertama bedah buku yang digelar pada Rabu (15/4/2026) di Aula Gedung C Universitas Djuanda, Bogor.
Buku karya dosen Program Studi Administrasi Publik yang berjudul “Tata Kelola yang Baik dan Berkelanjutan” ini dipaparkan oleh Dr. Saprudin, M.Si sebagai narasumber dengan dipandu oleh moderator Berry Sastrawan, S.Sos., M.AP, serta menghadirkan Dr. Rusliandy, S.IP., M.E. dan Dr. Oetje Soebagdja, S.P., M.Si sebagai pembahas.
Dalam pemaparannya, Dr. Saprudin, M.Si menegaskan bahwa pembangunan membutuhkan tata kelola yang kuat agar dapat berjalan secara efektif.
“Pembangunan merupakan proses yang dinamis dan mencakup aspek ekonomi serta sosial, sehingga membutuhkan tata kelola yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas,” jelasnya.
Dr. Saprudin, M.Si juga menyoroti bahwa konsep good governance yang berkembang selama ini masih cenderung normatif. Oleh karena itu, diperlukan penyempurnaan melalui pendekatan sound governance yang lebih holistik, adaptif, kontekstual, dan kolaboratif agar mampu menjawab dinamika pembangunan yang semakin kompleks.
Pada sesi pembahasan, Dr. Rusliandy, S.IP., M.E menilai bahwa buku ini memiliki kekuatan pada aspek komprehensif dan relevansi dengan konteks Indonesia, terutama dalam pembahasan otonomi daerah dan tata kelola keuangan yang transparan. Ia menyebut buku tersebut dapat menjadi rujukan penting bagi akademisi maupun praktisi pemerintahan.
Sementara itu, Dr. Oetje Soebagdja, S.P., M.Si menekankan bahwa keberhasilan tata kelola tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan. Menurutnya, pemimpin yang memahami kebutuhan masyarakat serta mampu menjalankan pemerintahan secara tepat menjadi faktor kunci dalam mewujudkan tata kelola yang efektif.
Dekan FISIP UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-39 UNIDA. Ia menegaskan bahwa bedah buku tersebut menjadi wujud kontribusi akademik dalam memperkuat peran perguruan tinggi terhadap pembangunan.
“Kajian dalam buku ini memberikan gambaran komprehensif mengenai tata kelola pemerintahan, mulai dari konsep hingga implementasi, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Pada sesi kedua, kegiatan bedah buku dilanjutkan dengan pembahasan karya dosen Program Studi Sains Komunikasi berjudul “Komunikasi Pembangunan Berkelanjutan”, yang mengulas proses pembangunan dari perspektif tata kelola dan komunikasi.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog akademik yang mempertemukan gagasan ilmiah dengan kebutuhan praktis di lapangan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan.