Belajar Bersama, Mahasiswa Administrasi Publik Diskusi soal Reformasi Era Disrupsi: Kovi Otda
Divisi Pengembangan dan Pemberdayaan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMA-AP) Universitas Djuanda Bogor selenggarakan DISMA LARMA (Diskusi Bersama Belajar Bersama) melalui zoom meeting pada 28 Juni 2022. Mengangkat tema Reformasi Era Disrupsi: Kovi Otda By Mendagri, kegiatan ini menghadirkan narasumber dosen program studi administrasi publik Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P. dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa administrasi publik.
Direktorat Jenderal (Ditjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membuat layanan berbasis Metaverse bernama Kovi Otda atau Konsultasi Virtual Otonomi Daerah. Inovasi teknologi berbasis Metaverse itu diklaim mampu menekan potensi korupsi di lingkungan pemerintah daerah (Pemda). Layanan berbasis Metaverse itu dapat diakses melalui www.kovi.otda.kemendagri.go.id. Kemendagri akan memberikan akun kepada Pemda untuk mengakses layanan tersebut. Nantinya, Pemda bisa berkonsultasi dengan pemerintah pusat melalui tampilan tiga dimensi. Namun, peluncuran layanan tersebut mendapat penolakan besar dari masyarakat karena dinilai terlalu moderen dan berkebalikan dari penyelenggaraan pelayanan publik yang masih dilaksanakan secara konvensional.
Narasumber menjelaskan beberapa point tentang Kovi Otda diantaranya pengaruh Kovi Otda terhadap pelayanan publik, polemik terhadap Kovi Otda, perspektif atau pandangan kaum intelektual terhadap Kovi Otda dan harapan yang publik atau masyarakat inginkan terkait Kovi Otda ini. Selain itu juga beliau membahas tentang kekurangan dan kelebihan dari Kovi Otda.
“Kovi Otda ini masih banyak kekurangannya untuk diterapkan pada pemerintahan Indonesia di masa sekarang ini hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya fasilitas-fasilitas yang mendukung untuk penerapan gagasan baru ini selain itu juga kurangnya kecakapan atau kualitas SDM yang ada sebab masih banyak para pemimpin-pemimpin yang belum terlalu pandai dalam menggunakan teknologi,” narasumber menambahkan.
“Dilanjutkan pada klaim pemerintah yang mengatakan bahwa dengan adanya trobosan ini dapat mengurangi angka korupsi di Indonesia, akan tetapi dengan adanya terobosan ini juga dapat memicu atau dapat dijadikan celah oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan tindak pidana korupsi sebab terobosan ini memerlukan pengadaan barang dengan harga yang cukup tinggi,” tutur pemateri.
Berangkat dari tema tersebut mahasiswa Administrasi Publik Universitas Djuanda membahas hal tersebut dengan bertujuan untuk.
1. Meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai isu atau peristiwa yang sedang ramai dibicarakan;
2. Meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai hal yang sedang terjadi;
3. Menjadikan mahasiswa sebagai mahasiswa yang melek keadaan melalui diskusi;
4. Sebagai wadah penyalur pendapat dan aspirasi bersama;
5. Memaksimalkan peran mahasiswa sebagai perwakilan dan bagian dari masyarakat.
Ketua Pelaksana Isma Kusmiati dalam sambutannya mengatakan, “saya ucapkan terimakasih kepada para panitia yang telah menyiapkan acara ini dan Insya Allah akan diberi kelancaran hingga selesai nanti. Semoga acara ini dapat memberikan ilmu dan pemahaman baru bagi kita semua. Khususnya bagi Mahasiswa Administrasi Publik. Alhamdulilah acara dapat berjalan dengan lancar, dan cukup berhasil karena mampu menarik interaktif peserta. Dan terimakasih kepada pemateri yaitu Bapak Faisal Tri Ramdani S.Sos., M.Ap. yang telah memaparkan materinya dengan baik, serta cara penyampaian yang menarik. Semoga hal yang telah di sampaikan dapat menambah insight baru, serta menjadi bekal dan memotivasi kita untuk terus mengasah ke uptodate-an berita, teknologi dan perkembangan yang terjadi,” ujarnya.
Acara berjalan lancar dan peserta aktif berdiskusi, salah satu peserta Muhammad Prayoga Septiana Mahasiswa Administrasi Publik 2021 Kelas Reguler berpendapat bahwa diskusi seperti ini sangat bermanfaat bagi pengembangan lingkup administrasi publik.
“Menurut pendapat saya, kegiatan ini sangat membantu bagi kami memahami mengenai isu-isu terkini terusan di lingkup administrasi. Kegiatan ini juga sangat seru bisa berdiskusi langsung dengan pemateri meskipun kegiatannya online. Harapan saya semoga kepadanya kegiatan seperti semakin baik lagi dan semoga kegiatan ke depannya bisa secara langsung atau luring agar bisa langsung berinteraksi dengan pematerinya,” pungkasnya.
Sumber : https://unida.ac.id/artikel/belajar-bersama-mahasiswa-administrasi-publik-diskusi-soal-reformasi-era-disrupsi-kovi-otda (Humas UNIDA)