[email protected] 0251-8240773
Berita

BEM FAIPG UNIDA Selenggarakan Seminar Keagamaan, Ingatkan Peran Generasi Muda Untuk Bawa Perubahan

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Seminar Keagamaan bertemakan "Tips Menjadi Muda-Mudi Bawa Perubahan dalam Bingkai Keislaman", Kamis (12/01/2023) di Majelis Baitul Quran, Kampus UNIDA.

Seminar keagamaan ini menghadirkan Kepala Biro Kemahasiswaan UNIDA yang juga merupakan Dosen FAIPG UNIDA, M. Rendi Ramdhani, M.Pd sebagai narasumber, adapun moderator ialah Bendahara Umum BEM FAIPG, Awalia Futri.

Turut hadir memberikan sambutan, Wakil Dekan Bidang Non Akademik FAIPG UNIDA Abdul Kholik, M.Pd menuturkan, tema dari kegiatan seminar ini menarik karena mengangkat tema tentang peran pemuda. Bagaimana pemuda bisa Baper yang dalam konotasi positif, yaitu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Dalam islam, banyak ayat Al-Quran maupun hadits yang  menyinggung langsung tentang peran generasi muda.

"Temanya menarik, berbicara terkait dengan perubahan dilakukan oleh anak muda. Data sensus penduduk Indonesia didominasi oleh kaum muda, yaitu generasi milenial dan post milenial. Memang sekarang bangsa kita ini dihadapkan pada bonus demografi, jadi sekaranglah saatnya jika kita ingin bangkit, dengan memaksimalkan generasi muda. Tetapi jika tidak dimaksimalkan, kita akan kewalahan," ujarnya.

Abdul Kholik, M.Pd menambahkan, peran generasi muda sangat vital untuk memajukan bangsa dan negara. Dalam konteks ini memang generasi muda memegang beban yang berat karena dihadapkan dengan berbagai persoalan. Selain itu, saat ini generasi muda digempur oleh derasnya arus informasi, kemajuan teknologi dan media sosial yang jika tidak digunakan dengan bijak dapat membawa mudharat.

"Maka tantangannya itu ke depan lebih berat. Oleh sebab itu masa muda ini harus kita manfaatkan dengan baik, dengan belajar, menuntut ilmu. Generasi muda harus kuat. Bisa membawa perubahan positif, bukan perubahan yang negatif," tambahnya.

Nayelli Miraz Samba selaku Gubernur BEM FAIPG UNIDA, mengatakan bahwa seminar ini merupakan rangkaian kegiatan terakhir program kerja di bawah Departemen Pendidikan dan Keagaamaan BEM FAIPG.

"Tema Baper disini adalah bagaimana kita mahasiswa bisa membawa perubahan lebih baik dengan tak lupa dari mana kita berasal. Kita tahu dan tetap bisa menciptakan perubahan dengan nilai keislaman, sehingga diharapkan adanya acara ini dapat memperkuat apa yang kita jadikan resolusi ke depan agar lebih baik bagi diri sendiri dan berdampak bagi lingkungan sekitar," ungkapnya.

Sementara itu, M. Rendi Ramdhani, M.Pd dalam paparan materinya menyampaikan terkait denqan Optimalisasi Eksistensi Pemuda Muslim.

M. Rendi Ramdhani, M.Pd menyebutkan, ada banyak ayat mengenai pemuda dalam Al-Quran. Setidaknya ada 4 kisah yang dapat diambil hikmahnya, antara lain seperti kisah Nabi Ibrahim AS yang terkenal dengan pendirian yang kokoh, kegigihan dan keberaniannya. Kisah Nabi Ismail AS yang rela dikorbankan. Lalu kisah Nabi Yusuf AS yang teguh keimanannya. Kemudian, kisah Ashabul Kahfi, para pemuda yang sangat luar biasa memperjuangkan ketauhidannya.

"Apa yang menjadi tujuan perubahan yaitu kesuksesan, tentu tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga sukses di akhirat. UNIDA memiliki 21 Nilai Karakter Tauhid yang jika itu mendarah daging, insyaAllah akan menjadi bekal kita sukses untuk menggenggam dunia meraih akhirat," paparnya. 

M. Rendi Ramdhani, M.Pd menjelaskan, masih banyak kisah tentang perjuangan dan keberanian pemuda muslim. Hal ini sebagai pemicu semangat agar setiap pemuda muslim dapat terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan, perlu dilakukan saat ini.

"Mengapa kita harus berubah? Karena hidup di dunia ini tidak selamanya. Nyawa adalah titipan. Hidup tidak kekal, hanya sementara. Hidup sekali tanpa reinkarnasi. Sayang kalo hidup sementara ini kita sia-siakan, maka harus kita optimalkan. Jadilah orang yang kedatangannya ditunggu dan dirindukan," tuturnya.

Pemuda menjadi harapan bangsa memiliki peran yang sangat penting untuk negara dan agama. Pemuda hari ini, adalah pemimpin di masa yang akan datang.

"Jika ingin perubahan, gunakan filosofi anak tangga, mulai dari sekarang. Logikanya mulai dari bawah terlebih dahulu untuk menuju ke atas. Lakukan perubahan dari hal terkecil, yang paling penting adalah ada upaya untuk kita bisa mencapai yang diharapkan. Jadilah para pemuda yang unggul, yang membawa perubahan, mulai dari diri kita," pungkasnya.