BEM FAIPG UNIDA Selenggarakan Seminar Keagamaan, Ingatkan Peran Generasi Muda Untuk Bawa Perubahan
Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG)
Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Seminar Keagamaan bertemakan "Tips Menjadi Muda-Mudi Bawa Perubahan dalam
Bingkai Keislaman", Kamis (12/01/2023) di Majelis Baitul Quran, Kampus
UNIDA.
Seminar
keagamaan ini menghadirkan Kepala Biro Kemahasiswaan UNIDA yang juga merupakan
Dosen FAIPG UNIDA, M. Rendi Ramdhani, M.Pd sebagai narasumber, adapun moderator
ialah Bendahara Umum BEM FAIPG, Awalia Futri.
Turut
hadir memberikan sambutan, Wakil Dekan Bidang Non Akademik FAIPG UNIDA Abdul
Kholik, M.Pd menuturkan, tema dari kegiatan seminar ini menarik karena
mengangkat tema tentang peran pemuda. Bagaimana pemuda bisa “Baper” yang
dalam konotasi positif, yaitu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Dalam
islam, banyak ayat Al-Quran maupun hadits yang
menyinggung langsung tentang peran generasi muda.
"Temanya
menarik, berbicara terkait dengan perubahan dilakukan oleh anak muda. Data
sensus penduduk Indonesia didominasi oleh kaum muda, yaitu generasi milenial
dan post milenial. Memang sekarang bangsa kita ini dihadapkan pada bonus
demografi, jadi sekaranglah saatnya jika kita ingin bangkit, dengan
memaksimalkan generasi muda. Tetapi jika tidak dimaksimalkan, kita akan
kewalahan," ujarnya.
Abdul
Kholik, M.Pd menambahkan, peran generasi muda sangat vital untuk memajukan bangsa
dan negara. Dalam konteks ini memang generasi muda memegang beban yang berat
karena dihadapkan dengan berbagai persoalan. Selain itu, saat ini generasi muda
digempur oleh derasnya arus informasi, kemajuan teknologi dan media sosial yang
jika tidak
digunakan dengan bijak dapat membawa
mudharat.
"Maka
tantangannya itu ke depan lebih berat. Oleh sebab itu masa muda ini harus kita
manfaatkan dengan baik, dengan belajar, menuntut ilmu. Generasi muda harus
kuat. Bisa membawa perubahan positif, bukan perubahan yang negatif,"
tambahnya.
Nayelli
Miraz Samba selaku Gubernur BEM FAIPG UNIDA, mengatakan bahwa seminar ini
merupakan rangkaian kegiatan terakhir program kerja di bawah Departemen
Pendidikan dan Keagaamaan BEM FAIPG.
"Tema
Baper disini adalah bagaimana kita mahasiswa bisa membawa perubahan lebih baik dengan
tak lupa dari mana kita berasal. Kita tahu dan tetap bisa menciptakan perubahan
dengan nilai keislaman, sehingga diharapkan adanya acara ini dapat memperkuat
apa yang kita jadikan resolusi ke depan agar lebih baik bagi diri sendiri dan berdampak
bagi lingkungan sekitar," ungkapnya.
Sementara
itu, M. Rendi Ramdhani, M.Pd dalam paparan materinya menyampaikan terkait
denqan Optimalisasi Eksistensi Pemuda Muslim.
M.
Rendi Ramdhani, M.Pd menyebutkan, ada banyak ayat mengenai pemuda dalam Al-Quran.
Setidaknya ada 4 kisah yang dapat diambil hikmahnya, antara lain seperti kisah
Nabi Ibrahim AS yang terkenal dengan pendirian yang kokoh, kegigihan dan
keberaniannya. Kisah Nabi Ismail AS yang rela dikorbankan. Lalu kisah Nabi
Yusuf AS yang teguh keimanannya. Kemudian, kisah Ashabul Kahfi, para pemuda
yang sangat luar biasa memperjuangkan ketauhidannya.
"Apa yang menjadi tujuan perubahan yaitu kesuksesan, tentu tidak hanya sukses di
dunia, tetapi juga sukses
di akhirat. UNIDA memiliki 21
Nilai Karakter Tauhid yang jika itu mendarah daging, insyaAllah akan menjadi
bekal kita sukses untuk menggenggam dunia meraih akhirat," paparnya.
M.
Rendi Ramdhani, M.Pd menjelaskan, masih banyak kisah tentang perjuangan dan
keberanian pemuda muslim. Hal ini sebagai pemicu semangat agar setiap pemuda
muslim dapat terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan,
perlu dilakukan saat ini.
"Mengapa
kita harus berubah? Karena hidup di dunia ini tidak selamanya. Nyawa adalah
titipan. Hidup tidak kekal, hanya sementara. Hidup sekali tanpa reinkarnasi.
Sayang kalo hidup sementara ini kita sia-siakan, maka harus kita optimalkan.
Jadilah orang yang kedatangannya ditunggu dan dirindukan," tuturnya.
Pemuda
menjadi harapan bangsa memiliki peran yang sangat penting
untuk negara dan agama. Pemuda hari ini, adalah pemimpin di
masa yang akan datang.
"Jika
ingin perubahan, gunakan filosofi anak tangga, mulai dari sekarang. Logikanya
mulai dari bawah terlebih dahulu untuk menuju ke atas. Lakukan perubahan dari
hal terkecil, yang paling penting adalah ada upaya untuk kita bisa mencapai
yang diharapkan. Jadilah para pemuda yang unggul, yang membawa perubahan, mulai
dari diri kita," pungkasnya.