BEM FIPHAL UNIDA Gelar Seminar SDGs Lead2Learn, Dorong Sinergi Pendidikan dan Gizi dalam Pembangunan Berkelanjutan
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pangan Halal (BEM FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan Seminar SDGs: Lead2Learn dengan tema “Education and Nutrition Synergy: Breaking Barriers, Building Opportunities for Sustainable Future” pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung C UNIDA.
Seminar ini menghadirkan Praktisi SDGs 4, Dzikri Tafwidi Qodir, S.Si serta Ahli Gizi Pilihanmu, Mikayla Yazmine Thwayya, S.Gz. Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Senat Akademik sekaligus Ketua SDGs UNIDA, Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si, Dekan FIPHAL UNIDA, Dr. Ir. Helmi Haris, M.S beserta jajaran pimpinan fakultas, serta diikuti oleh para mahasiswa UNIDA.
Ketua Pelaksana kegiatan, Noviyanti Sutisna, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Seminar SDGs: Lead2Learn menjadi ruang pertemuan gagasan, pengalaman, dan semangat aksi mahasiswa dalam menjawab tantangan global.
“Lead2Learn merupakan wadah pertemuan pemikiran, pengalaman, dan semangat aksi. Tantangan global yang semakin kompleks menuntut keberanian untuk mengambil langkah konkret, bukan sekadar memahami teori,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FIPHAL UNIDA, Dr. Ir. Helmi Haris, M.S menjelaskan bahwa SDGs merupakan tujuan bersama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
“SDGs mencakup berbagai tujuan pembangunan, seperti penghapusan kemiskinan, peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan, serta pendidikan berkualitas yang ditargetkan dapat tercapai pada tahun 2030,” jelasnya.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua SDGs UNIDA, Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si. Ia mengungkapkan bahwa UNIDA terus mengintegrasikan nilai-nilai SDGs dalam pelaksanaan program pendidikan.
“Salah satu peran UNIDA dalam implementasi SDGs berada pada aspek pendidikan dan literasi. Seminar ini menjadi seminar SDGs pertama di UNIDA yang diselenggarakan oleh mahasiswa dan mencerminkan pentingnya kolaborasi seluruh elemen universitas dalam pelaksanaan SDGs,” ungkapnya.
Seminar dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ahli Gizi Pilihanmu, Mikayla Yazmine Thwayya, S.Gz yang membahas sinergi antara pendidikan dan gizi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa kualitas sumber daya manusia ditentukan sejak 1.000 hari pertama kehidupan.
“Modal awal manusia berada pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa janin hingga usia dua tahun. Pada masa ini terjadi perkembangan sistem imun, pencernaan, dan otak. Kekurangan gizi pada fase ini dapat menyebabkan stunting yang berdampak pada pertumbuhan fisik serta fungsi kognitif,” jelasnya.
Selanjutnya, Praktisi SDGs 4, Dzikri Tafwidi Qodir, S.Si menyampaikan materi mengenai outlook pendidikan di Indonesia. Ia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam keberlanjutan pembangunan.
“SDGs berada dalam lingkup sosial yang menekankan pengelolaan lingkungan dan sumber daya secara berkelanjutan. Pengelolaan tersebut bergantung pada kualitas manusia, sehingga edukasi menjadi faktor paling kuat dalam mendorong perubahan,” paparnya.
Rangkaian kegiatan Seminar SDGs: Lead2Learn diakhiri dengan sesi foto bersama serta Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh peserta sebagai ruang diskusi dan pendalaman pemahaman terkait implementasi SDGs di lingkungan perguruan tinggi.