BEMKM UNIDA selenggarakan Webinar Nasional: GEMAH (Gerakan ramah) One Day With Disability
Kementerian Pendidikan Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM- KM) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selengarakan kegiatan Webinar Nasional
yang bertajuk GEMAH (Gerakan ramah) One
Day With Disability melalui Zoom Meeting pada (24/09/2022). Kegiatan
tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor 1 UNIDA Aal Lukmanul Hakim, SH.,MH, pengurus
BEM KM UNIDA Bogor, serta peserta yang berasal
dari berbagai Universitas di Indonesia.
“Tujuan diadakannya kegiatan tersebut yaitu
untuk meningkatkan dan menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat dan pemerintah
terkhusus kita sebagai mahasiswa terhadap penyandang disabilitas,” kata Tiara
Intan Castara selaku Ketua pelaksana.
Dalam sambutannya Wakil Rektor I UNIDA menuturkan webinar yang
bertemakan disabilitas ini tentu menjadi sangat penting, khususnya bagi seluruh
Insan Universitas Djuanda agar lebih ramah terhadap penyandang disabilitas.
Pada sesi penyampaian materi disampaikan oleh Hanrezi, S.Pd., M.Si., yang membahas materi Etika Berkomunikasi
dengan Penyandang Disabilitas.
“Penyandang disabilitas fisik umumnya akan
menggunakan alat bantu gerak, seperti kursi roda. Karena itu, etika berbicara
yang baik kepada mereka adalah mensejajarkan posisi mata dengan mata mereka.
Jika mereka berada di atas kursi roda, maka kitalah yang harus berjongkok atau
membungkuk agar posisi mata kalian sejajar,” jelasnya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama materi
kedua disampaikan oleh Afwan Alfarisi, S.Psi. (Ceo Jiva Training and Personal
Development Center) dengan materi Persamaan Hak dan Aksesibilitas Penyandang
Disabilitas.
“Berdasarkan berbagai regulasi yang ada, maka
kawan-kawan penyandang disabilitas pun memiliki hak hidup, hak persamaan dan
non-diskriminasi, hak aksesibilitas, hak peningkatan kesadaran, dan hak untuk
bebas dari eksploitasi, kekerasan dan pelecehan. Sayangnya, seringkali masih
kita temui kasus-kasus diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Oleh
karenanya, setelah webinar ini, kita sebagai mahasiswa harus lebih bisa
menggaungkan segala bentuk hak dan aksesibilitas penyandang disabilitas kepada
pemerintah agar lebih melek dan lebih peduli terhadap hak-hak penyandang disabilitas.” ungkap Afwan
alfarizi, S.Psi.
Acara berlangsung dengan interaktif dimana
terdapat tanya jawab antara pemateri dan peserta. Pada sesi wawancara Ali
Basyaiban selaku Menteri Pendidikan BEM KM UNIDA menanggapi hal tersebut dengan
respon yang positif.
“Alhamdulillah atas izin Allah, kegiatan
tersebut bisa berjalan dengan lancar dan mendapat respon yang cukup baik dari
pihak kampus. Mahasiswa/i kampus lain juga menghadiri kegiatan tersebut di
antaranya Universitas Negri Jakarta, Universitas Ibnu Khaldun, Universitas
Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Malang, Universitas Pakuan,
Universitas Nusa Bangsa, dan lain-lain.
Webinar yang berlangsung kurang lebih 3 jam ini memberikan pengetahuan yang
diharapkan dapat menyadarkan pola pikir dan menggugah hati mahasiswa agar lebih
peduli dan ramah terhadap penyandang disbilitas,” pungkasnya.