[email protected] 0251-8240773
Berita

BEMKM UNIDA selenggarakan Webinar Nasional: GEMAH (Gerakan ramah) One Day With Disability

Kementerian Pendidikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM- KM) Universitas Djuanda (UNIDA)  Bogor selengarakan kegiatan Webinar Nasional yang bertajuk GEMAH (Gerakan ramah) One Day With Disability melalui Zoom Meeting pada (24/09/2022). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor 1 UNIDA Aal Lukmanul Hakim, SH.,MH, pengurus BEM KM UNIDA Bogor, serta peserta  yang berasal dari berbagai Universitas di Indonesia.

“Tujuan diadakannya kegiatan tersebut yaitu untuk meningkatkan dan menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat dan pemerintah terkhusus kita sebagai mahasiswa terhadap penyandang disabilitas,” kata Tiara Intan Castara selaku Ketua pelaksana.

Dalam sambutannya  Wakil Rektor I UNIDA menuturkan webinar yang bertemakan disabilitas ini tentu menjadi sangat penting, khususnya bagi seluruh Insan Universitas Djuanda agar lebih ramah terhadap penyandang disabilitas.

Pada sesi penyampaian materi  disampaikan oleh  Hanrezi, S.Pd., M.Si.,  yang membahas materi Etika Berkomunikasi dengan Penyandang Disabilitas.

“Penyandang disabilitas fisik umumnya akan menggunakan alat bantu gerak, seperti kursi roda. Karena itu, etika berbicara yang baik kepada mereka adalah mensejajarkan posisi mata dengan mata mereka. Jika mereka berada di atas kursi roda, maka kitalah yang harus berjongkok atau membungkuk agar posisi mata kalian sejajar,” jelasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama materi kedua disampaikan oleh Afwan Alfarisi, S.Psi. (Ceo Jiva Training and Personal Development Center) dengan materi Persamaan Hak dan Aksesibilitas Penyandang Disabilitas.

“Berdasarkan berbagai regulasi yang ada, maka kawan-kawan penyandang disabilitas pun memiliki hak hidup, hak persamaan dan non-diskriminasi, hak aksesibilitas, hak peningkatan kesadaran, dan hak untuk bebas dari eksploitasi, kekerasan dan pelecehan. Sayangnya, seringkali masih kita temui kasus-kasus diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Oleh karenanya, setelah webinar ini, kita sebagai mahasiswa harus lebih bisa menggaungkan segala bentuk hak dan aksesibilitas penyandang disabilitas kepada pemerintah agar lebih melek dan lebih peduli terhadap hak-hak  penyandang disabilitas.” ungkap Afwan alfarizi, S.Psi.

Acara berlangsung dengan interaktif dimana terdapat tanya jawab antara pemateri dan peserta. Pada sesi wawancara Ali Basyaiban selaku Menteri Pendidikan BEM KM UNIDA menanggapi hal tersebut dengan respon yang positif.

“Alhamdulillah atas izin Allah, kegiatan tersebut bisa berjalan dengan lancar dan mendapat respon yang cukup baik dari pihak kampus. Mahasiswa/i kampus lain juga menghadiri kegiatan tersebut di antaranya Universitas Negri Jakarta, Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Malang, Universitas Pakuan, Universitas  Nusa Bangsa, dan lain-lain. Webinar yang berlangsung kurang lebih 3 jam ini memberikan pengetahuan yang diharapkan dapat menyadarkan pola pikir dan menggugah hati mahasiswa agar lebih peduli dan ramah terhadap penyandang disbilitas,” pungkasnya.